Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Perlukah Jemaah Haji Pakai Sunscreen?

Perlukah Jemaah Haji Pakai Sunscreen?
ilustrasi jemaah haji (unsplash.com/Şevval Pirinççi)
Intinya Sih
Sisi Positif
  • Paparan sinar UV di Arab Saudi saat musim haji sangat tinggi dan berisiko menyebabkan kerusakan kulit hingga kanker kulit.

  • Sunblock” dan “sunscreen” berbeda secara mekanisme, tetapi keduanya sama-sama melindungi kulit—yang penting adalah spektrum luas (broad-spectrum) dan SPF yang cukup.

  • Untuk kondisi haji (panas, kering, aktivitas luar ruang), sunscreen broad-spectrum SPF ≥30 yang tahan air lebih direkomendasikan.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Di tengah lautan manusia yang memenuhi Tanah Suci, ada satu hal yang sering luput dari perhatian jemaah: paparan matahari yang ekstrem.

Suhu di Arab Saudi saat musim haji bisa melampaui 40 derajat Celcius, dengan indeks ultraviolet (UV) yang termasuk kategori sangat tinggi hingga ekstrem. Dalam kondisi ini, kulit bukan hanya terasa panas, tetapi juga mengalami tekanan biologis yang nyata.

Banyak jemaah fokus pada hidrasi dan stamina, tetapi perlindungan kulit sering dianggap sekadar urusan estetika. Padahal, paparan sinar UV yang berlebihan tidak hanya menyebabkan kulit menggelap atau terbakar, tetapi juga meningkatkan risiko penuaan dini hingga kanker kulit.

Pertanyaannya, apakah sunscreen (atau sunblock) diperlukan oleh jemaah haji?

Table of Content

Seberapa berbahaya sinar matahari di Arab Saudi?

Seberapa berbahaya sinar matahari di Arab Saudi?

Arab Saudi berada di wilayah subtropis dengan paparan sinar matahari yang intens sepanjang tahun. Radiasi UV, terutama UVB, adalah penyebab utama sunburn dan berkontribusi pada kanker kulit. Sementara UVA menembus lebih dalam ke kulit dan berperan dalam penuaan dini serta kerusakan DNA.

Penelitian menunjukkan bahwa paparan UV kumulatif selama aktivitas luar ruang dalam waktu lama secara signifikan meningkatkan risiko kerusakan kulit, bahkan pada individu dengan kulit lebih gelap. Ini relevan untuk jemaah haji yang beraktivitas di luar ruangan selama berjam-jam setiap hari.

Selain itu, refleksi sinar matahari dari permukaan terang seperti lantai marmer di Masjidil Haram dapat meningkatkan paparan UV hingga dua kali lipat. Artinya, meskipun tidak merasa “terbakar”, tetapi kulit tetap menerima radiasi yang cukup tinggi.

Perbedaan sunblock dan sunscreen

Seorang laki-laki tersenyum sambil mengoleskan sunscreen di wajahnya di dalam ruangan dengan latar belakang berwarna terang.
ilustrasi laki-laki memakai sunscreen (freepik.com/freepik)

Istilah sunblock dan sunscreen sering digunakan bergantian, tetapi secara ilmiah ada perbedaan mendasar:

  • Sunblock (physical/mineral sunscreen)

Mengandung bahan seperti zinc oxide atau titanium dioxide yang bekerja dengan cara memantulkan sinar UV dari permukaan kulit. Perlindungan bersifat langsung setelah diaplikasikan.

  • Sunscreen (chemical sunscreen)

Mengandung bahan seperti avobenzone atau octinoxate yang menyerap sinar UV dan mengubahnya menjadi panas sebelum merusak kulit.

Namun, istilah sunblock sebenarnya sudah jarang digunakan secara resmi karena tidak ada produk yang benar-benar memblokir 100 persen sinar UV. Saat ini, semua produk lebih tepat disebut sunscreen.

Studi menyebut, baik physical maupun chemical sunscreen efektif mencegah kerusakan kulit, selama digunakan dengan benar dan dalam jumlah cukup.

Mana yang lebih disarankan untuk haji?

Untuk kondisi haji, seperti panas ekstrem, kering, dan aktivitas luar ruang, pilihan terbaik harus berdasarkan karakteristik produknya.

  • Broad-spectrum (UVA + UVB): Melindungi dari kedua jenis radiasi yang sama-sama berbahaya.
  • SPF ≥30 (idealnya SPF 50): SPF 30 sudah menyaring sekitar 97 persen UVB, sementara SPF 50 sekitar 98 persen.
  • Tahan air (water-resistant): Penting karena jemaah berkeringat dan sering berwudhu.
  • Nyaman dipakai ulang: Sunscreen harus diaplikasikan ulang setiap 2 jam atau setelah berkeringat.

Dalam praktiknya:

  • Untuk jemaah dengan kulit sensitif direkomendasikan pakai physical sunscreen (mineral).
  • Untuk aktivitas berat dan berkeringat, sunscreen dengan tekstur ringan dan tahan air lebih praktis.

Studi menunjukkan bahwa penggunaan sunscreen secara rutin dapat menurunkan risiko kanker kulit melanoma hingga 50 persen. Ini menegaskan bahwa perlindungan kulit bukan sekadar tambahan, tetapi kebutuhan.

Apakah pakai sunscreen wajib saat haji?

Ribuan jemaah haji berjalan di Jembatan Jamarat, Mina, Arab Saudi, mengenakan pakaian ihram putih saat melaksanakan rangkaian ibadah haji.
ilustrasi jemaah haji di Jembatan Jamarat, Mina, Arab Saudi. (IDN Times/Umi Kalsum)

Secara medis, sunscreen sangat dianjurkan, terutama bagi jemaah yang:

  • Beraktivitas lama di luar ruangan.
  • Memiliki kulit sensitif atau riwayat sunburn.
  • Menggunakan obat yang meningkatkan sensitivitas terhadap matahari.

Meski bukan kewajiban dalam konteks ibadah, tetapi penggunaan sunscreen sejalan dengan prinsip menjaga kesehatan (hifz al-nafs). Dalam kondisi ekstrem seperti haji, pencegahan jauh lebih mudah daripada mengobati.

Paparan sinar matahari di Arab Saudi saat haji tak cuma bisa menggelapkan kulit, tetapi juga membawa risiko biologis yang nyata. Mulai dari sunburn hingga kanker kulit. Jadi, sunscreen adalah bagian dari perlindungan kesehatan. Pilih sunscreen yang memberikan perlindungan broad-spectrum, SPF memadai, dan ketahanan terhadap keringat.

Referensi

World Health Organization. "Ultraviolet radiation." Diakses April 2026.

B L Diffey, “Solar Ultraviolet Radiation Effects on Biological Systems,” Physics in Medicine and Biology 36, no. 3 (March 1, 1991): 299–328, https://doi.org/10.1088/0031-9155/36/3/001.

American Academy of Dermatology. “Sunscreen FAQs.” Diakses April 2026.

Steven Q. Wang, Yevgeniy Balagula, and Uli Osterwalder, “Photoprotection: A Review of the Current and Future Technologies,” Dermatologic Therapy 23, no. 1 (January 1, 2010): 31–47, https://doi.org/10.1111/j.1529-8019.2009.01289.x.

U.S. Food and Drug Administration. “Sunscreen: How to Help Protect Your Skin from the Sun.” Diakses April 2026.

Adèle C. Green et al., “Reduced Melanoma After Regular Sunscreen Use: Randomized Trial Follow-Up,” Journal of Clinical Oncology 29, no. 3 (December 7, 2010): 257–63, https://doi.org/10.1200/jco.2010.28.7078.

Share
Topics
Editorial Team
Nuruliar F
EditorNuruliar F
Follow Us

Related Articles

See More