Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Kenapa Psoriasis Kulit Kepala Sering Disangka Sebagai Ketombe?

4 min read
Kenapa Psoriasis Kulit Kepala Sering Disangka Sebagai Ketombe?
ilustrasi psoriasis (unsplash.com/Patient Perfect)
  • Ketombe dan psoriasis kulit kepala sama-sama memicu gatal serta serpihan, tetapi ketombe terkait minyak, iritasi, atau jamur Malassezia, sedangkan psoriasis merupakan peradangan terkait sistem kekebalan.

  • Psoriasis cenderung membentuk plak merah bersisik putih keperakan yang tebal, dapat melampaui garis rambut, dan tidak mudah hilang dengan keramas biasa; ketombe umumnya berupa serpihan tipis.

  • Menggaruk psoriasis dapat memperparah peradangan, luka, atau perdarahan. Bila bercak menetap, meluas, atau tak membaik dengan perawatan ketombe, dokter kulit dapat menentukan penanganan yang sesuai.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Pernah melihat serpihan putih berjatuhan dari rambut lalu langsung menganggapnya ketombe? Dugaan itu memang masuk akal karena ketombe merupakan salah satu masalah kulit kepala yang paling umum, sementara psoriasis di area tersebut bisa menimbulkan keluhan yang hampir sama.

Bedanya, masalah ini bukan sekadar soal ada atau tidaknya serpihan di rambut, lho. Yuk kenali sama-sama perbedaannya supaya kulit kepala yang sebenarnya membutuhkan penanganan tidak terus dianggap hanya mengalami ketombe!

  1. 1. Sama-sama bikin kulit kepala mengelupas dan terasa gatal

    ilustrasi kepala gatal
    ilustrasi kepala gatal (unsplash.com/Dmitriy Frantsev)

    Ketombe dan psoriasis kulit kepala sama-sama dapat membuat kulit mengelupas serta menimbulkan rasa gatal. Serpihan yang tertinggal di rambut atau bahu juga membuat keduanya mudah dianggap sebagai masalah yang sama. Apalagi pada tahap awal, tampilan kulit kepala belum tentu terlihat cukup berbeda untuk langsung dikenali.

    Namun, sumber masalahnya tidak sama. Ketombe umumnya berkaitan dengan kulit kepala yang berminyak, iritasi, atau pertumbuhan berlebih jamur Malassezia, sedangkan psoriasis merupakan penyakit peradangan yang berkaitan dengan gangguan sistem kekebalan tubuh. Pada psoriasis, pergantian sel kulit berlangsung terlalu cepat sehingga sel menumpuk dan membentuk bercak serta sisik yang lebih tebal.

  2. 2. Sisik psoriasis biasanya lebih tebal dan tampak seperti plak

    ilustrasi psoriasis
    ilustrasi psoriasis (vecteezy.com/Witsanu Patipatamak)

    Ketombe biasanya menghasilkan serpihan yang relatif tipis dan bisa terlihat putih atau kekuningan, terutama ketika kulit kepala cenderung berminyak. Serpihannya dapat menempel di rambut atau jatuh ke pakaian tanpa disertai bercak tebal pada kulit. Setelah keramas dengan produk yang sesuai, keluhannya juga bisa berkurang.

    Psoriasis kulit kepala justru dapat membentuk bercak merah yang tertutup sisik putih keperakan dan terasa lebih tebal. Bercaknya bisa melewati garis rambut hingga terlihat di dahi, belakang telinga, atau bagian belakang leher. Sisik tersebut juga bisa menumpuk dan menempel kuat sehingga tidak mudah hilang hanya dengan keramas biasa.

  3. 3. Menggaruk psoriasis bisa membuat kulit kepala terluka

    ilustrasi menggaruk kepala
    ilustrasi menggaruk kepala (vecteezy.com/kitsanaphong burarat)

    Gatal membuat orang refleks menggaruk, terutama ketika sisik terasa menumpuk di kulit kepala. Pada ketombe, kebiasaan tersebut tetap bisa menyebabkan iritasi atau luka jika dilakukan terlalu keras. Karena itu, kulit kepala sebaiknya tidak terus digosok atau dikorek untuk menghilangkan serpihan.

    Pada psoriasis, menggaruk atau mengelupas sisik secara paksa bisa membuat bercak semakin meradang dan menyebabkan kulit berdarah. Cedera pada kulit juga dapat memicu munculnya lesi psoriasis baru di area tersebut, yang dikenal sebagai fenomena Koebner. Kalau kulit kepala sering perih, pecah, atau berdarah setelah digaruk, keluhannya sebaiknya tidak terus dianggap sebagai ketombe biasa.

  4. 4. Psoriasis bisa muncul di luar kulit kepala

    ilustrasi kulit kepala
    ilustrasi kulit kepala (unsplash.com/Teslariu Mihai)

    Ketombe umumnya terbatas pada kulit kepala, meski serpihannya tentu bisa terlihat di rambut, alis, atau area wajah tertentu pada kondisi kulit tertentu. Psoriasis memiliki gambaran yang lebih luas karena penyakit ini juga dapat mengenai bagian tubuh lain. Seseorang mungkin baru menyadari kemungkinan psoriasis setelah menemukan bercak serupa di lokasi lain.

    Perhatikan misalnya bercak merah bersisik di siku, lutut, belakang telinga, atau area tubuh lainnya. Perubahan pada kuku seperti lubang-lubang kecil, penebalan, atau kuku yang mudah terlepas juga dapat ditemukan pada sebagian orang dengan psoriasis. Tidak semua orang mengalami tanda tersebut, tetapi keberadaannya bisa menjadi petunjuk penting ketika keluhan di kulit kepala terus berulang.

  5. 5. Sampo antiketombe belum tentu menyelesaikan psoriasis

    ilustrasi sampo
    ilustrasi sampo (pexels.com/Frecelynne Roman)

    Sampo antiketombe memang dapat membantu ketika penyebab keluhan berkaitan dengan ketombe. Namun, psoriasis kulit kepala tidak muncul hanya karena kulit kepala kotor atau terlalu banyak minyak sehingga mengganti sampo berkali-kali belum tentu menyelesaikan masalah. Penggunaan produk yang terlalu keras bahkan dapat membuat kulit kepala yang sedang meradang semakin tidak nyaman.

    Dokter kulit dapat memberikan obat yang memang ditujukan untuk mengendalikan psoriasis kulit kepala, misalnya kortikosteroid topikal atau obat lain sesuai kondisi kulit. Beberapa pasien juga dapat membutuhkan terapi tambahan seperti obat yang membantu mengurangi penumpukan sisik atau fototerapi pada kondisi tertentu. Kalau bercak tebal terus muncul, mudah berdarah, meluas ke sekitar garis rambut, atau tidak membaik meski sudah mencoba perawatan ketombe, pemeriksaan dokter kulit lebih tepat daripada terus mengganti sampo.

    Serpihan putih di rambut memang mudah membuat seseorang langsung berpikir tentang ketombe, tetapi tampilan yang mirip tidak selalu berarti penyebabnya sama. Psoriasis kulit kepala membutuhkan perhatian berbeda karena peradangan dan penumpukan sisiknya dapat berlangsung terus tanpa penanganan yang sesuai. Kalau kulit kepala terus bermasalah meski sudah dirawat seperti ketombe, mungkin sudah waktunya mencari tahu ke dokter untuk tahu penyebab sebenarnya.

    Referesi:

    "How Is Scalp Psoriasis Different From Dandruff?" WebMD. Diakses pada September 2026

    "Scalp Psoriasis: How to Tell It Apart From Dandruff and When It Affects Hair." APDerm. Diakses pada September 2026

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More