Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Raffi Ahmad Sakit Apa? Ini Fakta Lipoma yang Dialaminya
Raffi Ahmad jalani operasi (instagram.com/raffinagita1717)
  • Raffi Ahmad menjalani operasi untuk mengangkat benjolan di bahu kirinya yang diduga lipoma, yaitu penumpukan jaringan lemak jinak di bawah kulit.

  • Lipoma merupakan tumor jinak berbentuk bulat atau oval yang tumbuh lambat di bawah kulit dan umumnya tidak menimbulkan rasa sakit.

  • Deteksi dini lipoma penting untuk memastikan bukan tumor ganas, mencegah komplikasi seperti tekanan pada saraf, serta membantu mengenali potensi gangguan kesehatan lain.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Kabar Raffi Ahmad yang tiba-tiba menjalani operasi menarik perhatian banyak orang. Presenter sekaligus artis peran tersebut diketahui harus menjalani tindakan medis setelah ditemukan benjolan di area bahu kirinya. Kondisi ini pun membuat banyak penggemar penasaran dengan penyebab operasi yang dijalaninya.

Lantas, Raffi Ahmad sakit apa? Benjolan yang dialaminya diduga mengarah pada lipoma, yaitu benjolan jinak yang terbentuk dari penumpukan jaringan lemak di bawah kulit. Untuk mengetahui lebih lanjut tentang kondisi yang dialami Raffi Ahmad, simak penjelasan berikut.

1. Raffi Ahmad sakit apa?

Raffi Ahmad mengungkapkan bahwa dirinya menjalani operasi untuk menangani benjolan yang muncul di area bahunya. Setelah menjalani pemeriksaan medis, benjolan tersebut diduga mengarah pada lipoma, yaitu penumpukan jaringan lemak di bawah kulit, kista, atau jenis benjolan jinak lainnya. Meski belum dipastikan sebagai kondisi berbahaya, dokter menyarankan agar benjolan tersebut segera ditangani untuk mencegah kemungkinan masalah kesehatan pada kemudian hari.

Menurutnya, ukuran benjolan tersebut sudah cukup besar, sekitar 5—6 sentimeter ke dalam. Karena itu, ia memutuskan menjalani tindakan operasi sesuai anjuran dokter. Melalui pengalamannya, ia juga mengingatkan pentingnya tidak mengabaikan benjolan yang terus membesar atau mengalami perubahan bentuk. Pemeriksaan sejak dini dinilai penting agar penyebabnya dapat diketahui lebih cepat dan mendapatkan penanganan tepat.

2. Apa itu lipoma?

ilustrasi gejala benjolan di leher (pexels.com/Kindel Media)

Disinggung sebelumnya, lipoma adalah benjolan berbentuk bulat atau oval yang tumbuh tepat di bawah permukaan kulit akibat penumpukan jaringan lemak. Benjolan ini biasanya terasa lunak saat disentuh, mudah digerakkan dengan jari, dan umumnya tidak menimbulkan rasa sakit. Lipoma dapat muncul di berbagai bagian tubuh, tetapi paling sering ditemukan di area punggung, bahu, leher, lengan, dan batang tubuh.

Lipoma termasuk tumor jaringan lunak jinak yang berarti tidak bersifat kanker dan umumnya tumbuh secara perlahan. Dalam banyak kasus, lipoma tidak memerlukan pengobatan khusus jika tak menimbulkan keluhan. Namun, dokter dapat merekomendasikan tindakan pengangkatan apabila ukurannya terus membesar, mengganggu aktivitas, atau menyebabkan ketidaknyamanan. Kondisi ini cukup umum terjadi dan paling sering ditemukan pada orang berusia 40—60 tahun. Meski demikian, lipoma sebetulnya dapat muncul pada siapa saja dan pada usia berapa pun.

3. Gejala lipoma yang perlu diwaspadai

Lipoma umumnya tidak menimbulkan gejala erius dan sering kali baru disadari ketika seseorang menemukan benjolan di bawah kulit. Meski demikian, ada beberapa ciri atau gejala yang umum ditemukan pada lipoma, antara lain:

  • Benjolan berbentuk bulat atau oval

  • Terasa lunak dan kenyal saat disentuh

  • Mudah bergerak di bawah kulit ketika ditekan

  • Umumnya tidak menimbulkan rasa sakit

  • Pada beberapa kasus dapat menyebabkan nyeri atau rasa tidak nyaman, tergantung lokasi, ukuran, atau jika terdapat pembuluh darah di dalamnya

  • Biasanya berukuran kurang dari 5 cm diameter, meski dalam beberapa kasus dapat tumbuh jauh lebih besar

  • Memiliki batas yang jelas dan tidak menyebar ke jaringan di sekitarnya

  • Tumbuh tepat di bawah permukaan kulit.

4. Pentingnya deteksi dini lipoma

Meski lipoma umumnya merupakan benjolan jinak yang tidak berbahaya, pemeriksaan sejak dini tetap penting dilakukan. Berikut beberapa alasan mengapa deteksi dini lipoma penting.

  • Membedakan lipoma dengan tumor ganas

Lipoma dapat memiliki bentuk dan karakteristik yang mirip dengan liposarkoma, yaitu jenis tumor lemak yang bersifat kanker. Karena itu, pemeriksaan sejak dini diperlukan untuk memastikan bahwa benjolan yang muncul benar-benar merupakan lipoma jinak dan bukan tumor ganas yang membutuhkan penanganan segera.

  • Mencegah gangguan fungsi tubuh dan komplikasi

Pada awalnya, lipoma biasanya berukuran kecil dan tidak menimbulkan rasa sakit. Namun, beberapa lipoma dapat terus membesar, menembus jaringan otot, atau menekan saraf dan pembuluh darah di sekitarnya. Diagnosis lebih awal memungkinkan dokter memantau pertumbuhan benjolan dan mempertimbangkan tindakan pengangkatan sebelum menimbulkan gangguan gerak, nyeri, atau prosedur operasi yang lebih kompleks.

  • Membantu mengidentifikasi masalah kesehatan lain

Penelitian menunjukkan bahwa seseorang yang memiliki banyak lipoma berisiko lebih tinggi mengalami sindrom metabolik dan gangguan kardiometabolik. Selain itu, kemunculan beberapa lipoma sekaligus juga dapat menjadi tanda adanya kelainan genetik tertentu, seperti Cowden syndrome.

Itulah penjelasan mengenai Raffi Ahmad sakit apa dan fakta seputar lipoma yang perlu diketahui. Meskipun sering kali tidak berbahaya, pemeriksaan dini tetap penting untuk memastikan kondisi benjolan yang muncul pada tubuh. Semoga penjelasan ini bermanfaat, ya.

FAQ seputar Raffi Ahmad sakit apa

Apakah benjolan yang dialami Raffi Ahmad berbahaya?

Belum tentu. Benjolan tersebut diduga merupakan lipoma atau benjolan jinak, tetapi pemeriksaan medis tetap diperlukan untuk memastikan diagnosisnya.

Mengapa Raffi Ahmad harus menjalani operasi?

Dokter menyarankan tindakan operasi karena ukuran benjolan sudah cukup besar dan perlu ditangani agar tidak menimbulkan masalah kesehatan di kemudian hari.

Apa itu lipoma?

Lipoma adalah benjolan jinak yang terbentuk dari penumpukan jaringan lemak di bawah kulit dan umumnya tidak bersifat kanker.

Referensi

"Lipoma". Cleveland Clinic. Diakses Juni 2026.
"Lipoma: Symptoms, Causes, Stages, Diagnosis and Treatment". OncoDaily. Diakses Juni 2026.
Furtado, De Carvalho Matheus, Thiago Pinheiro Junqueira, De Souza Rafael Reis, Hermínia Marques Capistrano, and Das Graças Afonso Miranda Chaves Maria [Unesp. “The Importance of Early Diagnosis of Large Lipomas in the Maxillofacial Region.” DOAJ (DOAJ: Directory of Open Access Journals), January 1, 2011.

Editorial Team

Related Article