- Nyeri, tekanan, atau rasa berat di dada.
- Sesak napas.
- Keringat dingin.
- Mual atau pusing.
- Jantung berdebar atau detaknya tidak teratur.
- Pingsan.
Perempuan Ini Kena Happy Heart Syndrome karena Terlalu Bahagia

Seorang perempuan berusia 65 tahun mengalami kondisi mirip serangan jantung setelah menghadiri pesta pernikahan putrinya.
Ia didiagnosis mengalami happy heart syndrome, bentuk langka sindrom takotsubo yang dipicu oleh emosi positif intens.
Kondisi ini biasanya dapat pulih, tetapi tetap dapat menyebabkan komplikasi serius. Nyeri dada dan sesak harus dianggap sebagai keadaan darurat.
Kebahagiaan setelah menyaksikan anak menikah biasanya meninggalkan kehangatan dan sukacita. Namun, menurut sebuah laporan kasus baru-baru ini dalam jurnal Oxford Medical Case Reports, perasaan tersebut dapat diikuti nyeri dada dan sesak napas yang berlangsung selama tiga hari.
Pemeriksaan awal pasien perempuan berusian 65 tahun ini menunjukkan tanda-tanda yang menyerupai serangan jantung. Akan tetapi, dokter tidak menemukan penyumbatan pada arteri koroner. Pasien tersebut akhirnya didiagnosis mengalami takotsubo syndrome yang dipicu oleh emosi positif—kondisi sangat langka yang dikenal sebagai happy heart syndrome.
Table of Content
1. Happy heart syndrom tampak seperti serangan jantung, tetapi tanpa sumbatan
Perempuan tersebut memiliki riwayat hipertensi, diabetes tipe 2, dan dislipidemia. Beberapa bulan sebelumnya, ia juga pernah mengalami nyeri dada yang tidak khas, tetapi pemeriksaan elektrokardiogram dan ekokardiografinya saat itu masih normal.
Setelah menghadiri pernikahan putrinya, ia mengalami nyeri dada khas angina yang disertai sesak, terutama saat beraktivitas. Pemeriksaan elektrokardiogram menunjukkan elevasi segmen ST, sedangkan kadar troponin (penanda kerusakan otot jantung) meningkat hingga 717 nanogram per liter. Temuan tersebut membuatnya segera dirawat sebagai pasien yang diduga mengalami sindrom koroner akut.
Namun, angiografi memperlihatkan arteri koronernya tidak mengalami penyumbatan. Pemeriksaan lain menunjukkan ujung bilik kiri jantung tidak berkontraksi dengan baik dan tampak menggembung. Kemampuan pompa jantungnya, yang dinilai melalui ejection fraction (persentase darah yang dipompa keluar dari bilik kiri jantung setiap kali berkontraksi; indikator seberapa baik jantung memompa), turun dari 58 persen menjadi 35 persen. MRI jantung juga tidak menemukan tanda infark maupun jaringan parut.
Rangkaian temuan tersebut mengarah pada takotsubo syndrome, yaitu gangguan sementara pada fungsi bilik kiri yang dapat sangat menyerupai serangan jantung. Setelah mendapat terapi dan menjalani pemantauan, fungsi jantung pasien membaik kembali dengan ejection fraction 56 persen.
2. Kok bisa kebahagiaan memengaruhi jantung?

Takotsubo syndrome lebih dikenal sebagai broken heart syndrome atau sindrom patah hati karena sering muncul setelah kesedihan, ketakutan, kemarahan, atau stres fisik berat. Namun, emosi positif yang sangat intens, seperti pernikahan, reuni, pesta ulang tahun, atau kabar menggembirakan lainnya, juga bisa menjadi pemicunya.
Tubuh tidak hanya bereaksi terhadap emosi negatif. Kegembiraan yang sangat kuat juga dapat mengaktifkan sistem saraf simpatik dan memicu lonjakan hormon stres seperti adrenalin. Lonjakan ini diduga mengganggu pembuluh darah kecil dan memberikan efek toksik sementara pada sel otot jantung. Meski demikian, mekanisme pastinya belum sepenuhnya dipahami.
Happy heart syndrome sangat jarang terjadi. Penelitian dari International Takotsubo Registry mengidentifikasi 20 kasus yang dipicu peristiwa menyenangkan dari 485 pasien takotsubo dengan pemicu emosional—sekitar 4,1 persen. Gejala dan hasil jangka pendeknya secara umum serupa dengan kasus yang dipicu emosi negatif.
Kasus terbaru ini tetap tidak membuktikan bahwa kebahagiaan merupakan satu-satunya penyebab. Pasien juga memiliki beberapa faktor risiko kardiovaskular dan sebelumnya pernah mengalami nyeri dada. Sebagai laporan satu kasus, temuan tersebut tidak menunjukkan seberapa besar risiko kondisi ini pada masyarakat umum.
3. Nyeri dada tetap harus dianggap serius
Takotsubo syndrome seringnya bisa pulih, tetapi bukan kondisi ringan. Pada fase akut, pasien bisa mengalami gagal jantung, gangguan irama jantung, gumpalan darah di bilik jantung, syok kardiogenik, bahkan kematian. Kondisi ini tidak mungkin dibedakan sendiri dari serangan jantung karena gejalanya bisa terlihat hampir sama.
Segera cari pertolongan darurat jika muncul:
Jangan menunggu gejala mereda hanya karena muncul setelah pesta, kejutan, atau kabar bahagia. Dokter perlu melakukan elektrokardiogram, pemeriksaan darah, pencitraan jantung, dan kalau perlu memesan angiografi untuk menyingkirkan kemungkinan serangan jantung serta penyebab berbahaya lainnya.
Laporan kasus ini menunjukkan bahwa tubuh bisa menanggapi kegembiraan ekstrem sebagai bentuk stres fisiologis. Namun, jangan takut merasa bahagia. Yang terpenting, waspada tanda-tandanya, nyeri dada dan sesak tidak boleh diabaikan, apa pun peristiwa yang mendahuluinya.
Referensi
Laith Rhabneh et al., “An Unexpected Sequel to Happiness: Happy Heart Syndrome,” Oxford Medical Case Reports 2026, no. 7 (2026): omag108, https://doi.org/10.1093/omcr/omag108.
Jelena-Rima Ghadri et al., “International Expert Consensus Document on Takotsubo Syndrome (Part I): Clinical Characteristics, Diagnostic Criteria, and Pathophysiology,” European Heart Journal 39, no. 22 (2018): 2032–2046, https://doi.org/10.1093/eurheartj/ehy076.
Jelena R. Ghadri et al., “Happy Heart Syndrome: Role of Positive Emotional Stress in Takotsubo Syndrome,” European Heart Journal 37, no. 37 (2016): 2823–2829, https://doi.org/10.1093/eurheartj/ehv757.
ScienceAlert, “Too Much Happiness Sent a Woman to the Emergency Room in an Incredibly Rare Case,” diakses Juli 2026.



![[QUIZ] Dari Cara Kamu Menghadapi Stres, Kami Bisa Ungkap Kondisi Kesehatanmu](https://image.idntimes.com/post/20250409/pexels-pavel-danilyuk-7801198-b2e05fd1757b0bb28af7ce8c64af0109-5c57584182fb29bdb12c4c4ff347c38d.jpg)





![[QUIZ] Cek di Sini, Apakah Kamu Berisiko Mengalami Batu Ginjal?](https://image.idntimes.com/post/20260715/upload_1f4fad55d736c0857d28717d4f5ad568_9f044a0b-3a74-43ca-bf9f-4bb408840b9c.png)



![[QUIZ] Cek di Sini, Porsi Proteinmu Harian Kamu Sudah Cukup atau Belum?](https://image.idntimes.com/post/20230213/pexels-rodnae-productions-6646274-220ea01d21b91c430f62ef802a06e0a0-ec28e7292ad9728ad5077f754f8a568f.jpg)




