Tidak ada durasi paparan matahari yang dapat menjamin kecukupan vitamin D bagi semua orang. Kebutuhan dan respons tubuh berbeda, sedangkan paparan ultraviolet berlebihan meningkatkan risiko kerusakan kulit dan kanker kulit.
Sebaiknya fokus pada sumber vitamin D lainnya, misalnya dari makanan seperti ikan berlemak, kuning telur, jamur yang terpapar UV, serta produk yang difortifikasi. Kandungan dalam makanan alami relatif terbatas sehingga beberapa orang mungkin butuh suplemen. Namun, sebelum mengonsumsi suplemen sebaiknya berkonsultasi dulu dengan dokter atau ahli gizi agar disesuaikan dengan usia, pola makan, kondisi kesehatan, dan faktor risiko.
Orang yang lebih berisiko memiliki vitamin D rendah antara lain:
Lansia.
Orang dengan kulit lebih gelap.
Orang yang jarang terkena sinar matahari langsung.
Orang yang lebih banyak menutup permukaan kulit.
Orang dengan gangguan penyerapan lemak.
Orang dengan obesitas atau riwayat operasi bypass lambung.
Tidak semua orang sehat harus tes rutin vitamin D. Pedoman Endocrine Society tahun 2024 tidak merekomendasikan pemeriksaan 25(OH)D rutin pada orang dewasa sehat tanpa indikasi medis tertentu. Pedoman tersebut juga mengingatkan bahwa belum ada satu angka kadar vitamin D yang terbukti memberikan manfaat kesehatan spesifik bagi setiap orang.
Namun, pemeriksaan dapat dipertimbangkan oleh dokter jika ada faktor risiko, gangguan tulang, masalah penyerapan, kadar kalsium abnormal, atau kondisi medis lain yang memengaruhi metabolisme vitamin D. Hasil pemeriksaan pun perlu dinilai bersama keadaan klinis, karena batas asupan yang cukup atau rendah bisa berbeda di antara pedoman.
Suplemen juga tidak sebaiknya diminum dalam dosis tinggi hanya karena seseorang merasa kurang terkena matahari. Vitamin D larut dalam lemak dan dapat menumpuk jika dikonsumsi berlebihan. Jalan keluarnya bukan mengejar matahari sebanyak mungkin, melainkan memastikan kebutuhan vitamin D dipenuhi secara seimbang dan sesuai kondisi tubuh.
Referensi
Alice Goddard, Anthony Watson, Rowena Tilbury, Bernard M. Corfe, dan Andrea Fairley, “Circannual Prevalence of Vitamin D Insufficiency in Older and Minoritized Ethnic Adults in Northern Britain: Screening Outcomes from a Clinical Trial (ISRCTN13778806),” European Journal of Clinical Nutrition, 19 Mei 2026, https://doi.org/10.1038/s41430-026-01760-z.
Newcastle University, “Summer Sun Fails to Fix Vitamin D Gap in At-Risk Groups,” diakses Juli 2026.
National Institutes of Health, Office of Dietary Supplements, “Vitamin D: Fact Sheet for Health Professionals,” diakses Juli 2026.
World Health Organization, “Ultraviolet Radiation,” diakses Juli 2026.
Marie B. Demay et al., “Vitamin D for the Prevention of Disease: An Endocrine Society Clinical Practice Guideline,” Journal of Clinical Endocrinology & Metabolism 109, no. 8 (2024): 1907–1947, https://doi.org/10.1210/clinem/dgae290.