Perkembangan terapi obesitas dalam satu dekade terakhir bergerak cepat dan progresif. Setelah kemunculan agonis GLP-1 seperti semaglutide dan tirzepatide, dunia medis kini menaruh perhatian pada kandidat baru bernama retatrutide. Molekul ini disebut sebagai generasi lanjutan terapi inkretin karena menargetkan lebih dari satu jalur hormon metabolik.
Antusiasme terhadap retatrutide meningkat setelah publikasi hasil uji klinis fase 2 menunjukkan penurunan berat badan yang sangat signifikan dalam waktu kurang dari satu tahun. Namun, di tengah optimisme tersebut, penting untuk memahami bahwa retatrutide masih merupakan obat investigasional, yang artinya belum tersedia secara legal untuk penggunaan umum.
Beredarnya produk yang mengklaim sebagai retatrutide di media sosial memunculkan pertanyaan tentang keamanan, legalitas, dan risiko kesehatan.
