Vaksin human papillomavirus (HPV) lebih sering dikaitkan dengan pencegahan kanker serviks pada perempuan. Bukan tanpa alasan, karena hampir semua kampanye vaksin HPV memang fokus pada perempuan dan remaja putri.
Sayangnya, virus HPV sebenarnya tidak pilih-pilih jenis kelamin. Virus ini dapat menginfeksi siapa pun yang pernah melakukan kontak seksual, termasuk pria. Selain kanker serviks, HPV juga dapat menyebabkan kanker anus, penis, tenggorokan, kepala-leher, vulva, vagina, dan kutil kelamin.
Studi besar terbaru yang dipublikasikan dalam jurnal JAMA Oncology menunjukkan bahwa vaksin HPV juga memberi perlindungan yang besar pada pria. Dalam penelitian itu, pria usia 9–26 tahun yang menerima vaksin HPV 9-valent memiliki risiko sekitar 46 persen lebih rendah mengalami kanker terkait HPV dibanding mereka yang tidak divaksinasi.
Penelitian tersebut melibatkan lebih dari 615 ribu pria yang mendapat vaksin dan lebih dari 2,2 juta pria yang tidak divaksinasi. Setelah penyesuaian statistik, para peneliti membandingkan 510.260 pria yang divaksinasi dengan jumlah yang sama pada kelompok tanpa vaksin. Hasilnya, kelompok yang divaksinasi memiliki risiko jauh lebih rendah mengalami kanker kepala dan leher, kanker esofagus, kanker anus, dan kanker penis.
Yang menarik, manfaat ini terlihat baik pada kelompok usia 9–14 tahun maupun 15–26 tahun. Pada anak laki-laki dan remaja yang divaksinasi pada usia yang lebih muda, risiko kanker turun sekitar 42 persen. Sementara pada kelompok usia 15–26 tahun, risikonya turun sekitar 50 persen. Artinya, vaksin tetap bermanfaat bahkan jika diberikan saat remaja akhir atau dewasa muda.
