Insiden penyiraman air keras kembali menjadi sorotan publik setelah seorang aktivis KontraS mengalami serangan penyiraman air keras oleh orang tidak dikenal pada Jumat (13/03/2026) siang. Serangan penyiraman air keras itu mengakibatkan terjadinya luka serius di sekujur tubuh. Kasus seperti ini bukan cuma tindak kekerasan, tetapi juga menimbulkan dampak kesehatan yang sangat serius bagi korban.
Istilah “air keras” sering digunakan dalam percakapan sehari-hari untuk merujuk pada zat kimia yang bersifat sangat korosif. Ketika mengenai kulit atau jaringan tubuh, zat ini dapat menyebabkan luka bakar kimia yang dalam dan merusak jaringan secara cepat.
Bagi korban penyiraman air keras, dampaknya tidak hanya terbatas pada luka fisik. Kerusakan yang terjadi bisa memengaruhi fungsi tubuh penting seperti penglihatan, pernapasan, hingga kemampuan bergerak, serta meninggalkan dampak psikologis jangka panjang.
