Comscore Tracker

Hati-hati, Kamu Bisa Mengalami Overdosis Kafein dan Itu Berbahaya!

Ingat, sumber kafein bukan cuma kopi

Overdosis adalah kondisi yang terjadi pada tubuh sebagai efek samping dari berlebihnya konsumsi obat dari standar. Menurut American Addiction Centers, terlalu banyaknya dosis yang dikonsumsi ini tidak dapat lagi ditoleransi oleh tubuh dan dianggap sebagai racun.

Pada situasi ini, tubuh akan bereaksi hebat demi mencapai kembali keseimbangannya. Namun, pada tahap yang lebih parah saat tubuh tidak dapat lagi melawan obat yang masuk, risiko kematian dalam waktu yang singkat bisa terjadi.

Mengerikan, ya? Meski demikian, overdosis tidak hanya sebatas mengonsumsi obat-obatan saja. Kenyataannya, konsumsi kafein yang berlebihan pun meningkatkan risiko overdosis yang juga bisa berujung pada kematian. Kok, bisa? Berikut ini ulasannya!

1. Jarang tetapi bukan berarti tak pernah terjadi

Hati-hati, Kamu Bisa Mengalami Overdosis Kafein dan Itu Berbahaya!ilustrasi pasien dengan kondisi gawat darurat (freepik.com/wavebreakmedia_micro)

Padatahun 2017 lalu, warga California Selatan, Amerika Serikat (AS), dihebohkan dengan kasus kematian Davis Allen Cripe. Remaja berusia 16 tahun tersebut meninggal di kelas karena mengalami overdosis kafein.

Berbagai kasus meninggal dunia karena overdosis pun terjadi di berbagai negara lain. Sebut saja kasus kematian yang menimpa Gemma Ann Jons dan Cara Reynolds dari Inggis, dan beberapa lainnya yang terjadi di Jepang, Nigeria, Australia, dan lain-lain.

Memang, jumlah kasus kematian akibat overdosis kafein tidak banyak, apalagi dibandingkan karena obat-obatan dan narkotika. Meski begitu, hal ini bukan berarti tidak pernah terjadi, apalagi mengingat semakin banyak produk dan tingginya ketergantungan masyarakat terhadap asupan kafein.

2. Tidak hanya kopi, tetapi juga pada bahan lain yang tak disadari

Hati-hati, Kamu Bisa Mengalami Overdosis Kafein dan Itu Berbahaya!cokelat juga mengandung kafein (pexels.com/Lisa Fotios)

Kafein merupakan senyawa alkaloid xantina berbentuk kristal yang memiliki rasa pahit. Pada dasarnya, kafein termasuk dalam zat stimulan, yakni obat-obatan perangsang psikoaktif yang bisa meningkatkan kadar kewaspadaan. Dibandingkan jenis stimulan lain, kafein juga menjadi yang paling banyak dikonsumsi di seluruh dunia.

Bahan ini bisa dijumpai secara alami di berbagai bahan pangan, seperti biji kopi, daun teh, yerba mate, guarana, dan buah kola. Untuk mengonsumsinya, manusia melakukan ekstraksi terlebih dahulu.

Karena itu, jangan heran bila seseorang dapat overdosis kafein meski tidak menggemari kopi hitam standar atau teh. Latte, soda, minuman berenergi, cokelat, hingga dalam bentuk pil pun menjadi sumber kafein yang kerap tidak disadari tetapi sering dikonsumsi.

Untuk kasus Davis Cripe sendiri misalnya, overdosis yang dialaminya adalah akumulasi dari dosis kafein yang diperolehnya dari segelas soda berukuran besar, latte, dan minuman berenergi hanya dalam waktu kurang dari dua jam.

Baca Juga: 10 Cara Sehat Cegah Ketiduran Tanpa Bantuan Kafein, Saat Harus Terjaga

3. Berapa banyak yang dianggap terlalu banyak?

Hati-hati, Kamu Bisa Mengalami Overdosis Kafein dan Itu Berbahaya!ilustrasi sumber kafein (mdedge.com)

Pada dasarnya setiap orang mempunyai batas toleransi yang berbeda antara satu dan yang lain. Namun, rata-rata jumlah kafein yang direkomendasikan bagi orang dewasa dengan kondisi sehat, dilansir Mayo Clinic, adalah 400 mg setiap harinya.

Sementara itu, remaja perlu lebih membatasi asupan kafeinnya. Dalam satu hari, upayakan untuk tidak mengonsumsinya lebih dari 100 mg. Untuk ibu hamil, batasi kafein tidak lebih dari 200 mg per hari atau konsultasikan dulu dengan dokter.

Walau begitu, sekali lagi, setiap orang mempunyai batas toleransi yang berbeda-beda. Beberapa faktor yang memengaruhinya antara lain usia, berat badan, riwayat kesehatan, dan seberapa lama waktu yang diperlukan tubuh untuk mencerna kafein.

Dilansir Healthline, waktu paruh rata-rata kafein dalam darah berkisar antara 1,5 hingga 9,5 jam. Artinya, dibutuhkan waktu 1,5 hingga 9,5 jam agar kadar kafein dalam darah turun menjadi setengah dari jumlah aslinya. Jangkauan yang lebar dalam waktu paruh rata-rata ini menyulitkan untuk mengetahui jumlah pasti kafein yang dapat menyebabkan overdosis.

4. Penyebab dan faktor risiko overdosis kafein

Hati-hati, Kamu Bisa Mengalami Overdosis Kafein dan Itu Berbahaya!ilustrasi bekerja sambil minum kopi (pexels.com/Cristian Rojas)

Overdosis kafein bisa terjadi saat kamu mengonsumsi terlalu banyak kafein melalui minuman, makanan, atau obat-obatan. Namun, beberapa orang dapat menelan jauh di atas jumlah yang disarankan setiap hari setiap hari tanpa masalah. Ini tidak disarankan karena dosis kafein tinggi dapat menyebabkan masalah kesehatan utama, termasuk detak jantung tidak teratur dan kejang. Asupan tinggi kafein dengan dosis tinggi secara teratur juga dapat menyebabkan ketidakseimbangan hormon.

Kalau kamu orang yang jarang mengonsumsi kafein, kamu mungkin sangat sensitif terhadap senyawa tersebut, jadi hindari mengonsumsinya terlalu banyak pada satu waktu. Meskipun kamu secara rutin mengonsumsi kafein dalam jumlah besar, sebaiknya berhenti saat merasakan gejala yang tak biasa dan tak menyenangkan.

5. Seberapa serius risiko overdosis kafein?

Hati-hati, Kamu Bisa Mengalami Overdosis Kafein dan Itu Berbahaya!illustrasi sesak napas (hackensackmeridianhealth.org)

Seperti yang disebutkan sebelumnya, risiko paling tinggi dari overdosis adalah kematian, walau sebetulnya ini cenderung jarang terjadi. Di samping itu, terlalu banyak asupan kafein juga bisa memengaruhi kinerja saraf dan menyebabkan halusinasi dan delusi.

Karena itu, penting untuk membatasi asupan kafein sesuai dengan kemampuan tubuh dan konsumsilah sewajarnya saja. 

Tubuh pun kerap memberikan tanda-tanda bilamana kemampuannya untuk melakukan toleransi terhadap zat stimulan tersebut mulai terganggu. Beberapa gejala bisa muncul, seperti:

  • Pusing
  • Diare
  • Peningkatan rasa haus
  • Insomnia
  • Sakit kepala
  • Demam
  • Mudah tersinggung

Gejala lebih parah bisa terjadi dan bila kamu mengalaminya sebaiknya lekas cari pertolongan medis, seperti:

  • Sulit bernapas atau sesak napas
  • Muntah-muntah
  • Halusinasi
  • Kebingungan
  • Nyeri dada
  • Detak jantung tidak teratur atau cepat
  • Gerakan otot yang tidak terkendali
  • Kejang

Bayi juga bisa mengalami overdosis kafein. Ini bisa terjadi ketika ASI mengandung kafein yang tinggi. Beberapa gejala ringan termasuk mual dan otot yang terus-menerus tegang dan kemudian mengendur.

Tanda-tanda overdosis kafein yang lebih serius dapat menyertai gejala ini, termasuk muntah, napas cepat, dan syok.

Bila kamu atau anak mengalami gejala-gejala di atas, sebaiknya segera temui dokter untuk diagnosis dan pengobatan.

6. Pengobatan overdosis kafein

Hati-hati, Kamu Bisa Mengalami Overdosis Kafein dan Itu Berbahaya!ilustrasi activated charcoal atau arang aktif (health.clevelandclinic.org)

Pengobatan bertujuan untuk mengeluarkan kafein dari tubuh sambil mengelola gejalanya. Pasien mungkin akan diberikan arang aktif atau activated charcoal, obat umum untuk overdosis obat, yang sering kali mencegah kafein masuk ke saluran pencernaan.

Bila kafein sudah memasuki saluran pencernaan, pasien mungkin akan diberikan obat pencahar atau bilas lambung (gastric lavage). Bilas lambung melibatkan penggunaan selang untuk membersihkan isi perut. Dokter kemungkinan akan memilih metode yang bekerja paling cepat untuk mengeluarkan kafein dari tubuh pasien.

Selama waktu ini, jantung akan dipantau melalui elektrokardiogram (EKG). Bila dibutuhkan, pasien juga bisa menerima bantuan pernapasan.

Sejatinya, segala sesuatu yang berlebih tidaklah baik. Meski kopi, cokelat, teh, minuman bersoda, atau minuman berenergi dapat membantu menemanimu begadang mengerjakan tugas-tugas kuliah atau kantor, pastikan kamu mengonsumsinya dalam jumlah yang moderat, ya.

Baca Juga: 7 Alasan Ilmiah Kamu Sensitif terhadap Kafeina

Topic:

  • Shelly Salfatira
  • Bayu D. Wicaksono
  • Nurulia R. Fitri
  • Bayu Aditya Suryanto

Berita Terkini Lainnya