Penuaan tidak cuma ditandai oleh kerutan di wajah atau rambut mulai memutih. Ada pula perubahan dalam hal penurunan massa dan kekuatan otot. Banyak lansia mulai merasa lebih mudah lelah, lebih lambat berjalan, kesulitan naik tangga, atau tidak lagi mampu melakukan aktivitas yang dulunya ringan.
Kondisi ini dikenal sebagai muscle frailty atau kerapuhan otot. Penurunan fungsi otot dapat meningkatkan risiko jatuh, kehilangan kemandirian, hingga menurunkan kualitas hidup secara keseluruhan.
Karena populasi dunia terus menua, para ilmuwan makin tertarik mencari cara yang aman, terjangkau, dan berbasis bukti ilmiah untuk memperlambat proses tersebut. Sebuah penelitian dari Jepang yang dipublikasikan dalam jurnal Cell Metabolism membuka kemungkinan menarik, bahwa senyawa alami yang ditemukan dalam ekstrak bawang putih tua (aged garlic extract) mungkin dapat membantu menjaga kekuatan otot saat usia bertambah.
Penelitian ini dilakukan oleh tim dari Institute for Research on Productive Aging (IRPA) di Tokyo dan Wakunaga Pharmaceutical di Hiroshima. Mereka meneliti senyawa bernama S-1-propenyl-L-cysteine (S1PC), salah satu komponen bioaktif utama dalam ekstrak bawang putih tua.
Menurut Kiyoshi Yoshioka, salah satu penulis utama studi tersebut, ide penelitian ini muncul dari pengalamannya sebagai fisioterapis. Ia sering melihat lansia kehilangan kebugaran dan vitalitas meskipun tidak memiliki penyakit tertentu yang perlu pengobatan medis.
