Pesan penting dari temuan studi ini adalah perlunya pendekatan multidisipliner dalam perawatan ibu hamil. Skrining rutin untuk penggunaan zat dan risiko overdosis, depresi dan pikiran bunuh diri, serta kekerasan pasangan intim perlu menjadi bagian integral dari kunjungan prenatal dan postpartum.
Berbagai organisasi kesehatan selama ini memang menekankan pentingnya pendekatan komprehensif terhadap kesehatan ibu, termasuk aspek sosial dan psikologis, tetapi implementasinya masih bervariasi.
Merujuk pasien ke layanan kesehatan mental, program rehabilitasi penggunaan zat, serta layanan sosial dapat menjadi strategi penyelamatan jiwa. Para peneliti memperkirakan bahwa dengan intervensi terfokus pada pencegahan overdosis dan kekerasan, ratusan nyawa bisa diselamatkan setiap tahun.
Keselamatan perempuan hamil memerlukan perlindungan menyeluruh baik itu di ruang periksa, di rumah, dan di komunitas.
Studi terbaru ini mengubah cara masyarakat memandang kematian ibu. Ancaman terbesar bukan hanya komplikasi medis klasik, tetapi juga overdosis dan kekerasan—dua isu yang kerap berada di luar fokus obstetri tradisional.
Mengintegrasikan skrining kesehatan mental dan keamanan sosial dalam perawatan kehamilan sangat penting. Keselamatan ibu dimulai dari pengakuan bahwa risiko medis dan sosial berjalan berdampingan, dan keduanya sama pentingnya untuk ditangani.
Depresi, pikiran untuk menyakiti diri sendiri, atau keinginan bunuh diri bukanlah hal sepele dan tidak boleh dianggap sebagai kelemahan pribadi. Jika kamu atau orang terdekat mengalami perasaan putus asa, kehilangan minat hidup, atau muncul pikiran untuk mengakhiri hidup, segera cari bantuan profesional. Kamu dapat menghubungi Sejiwa 119 (ekstensi 8) atau https://www.healing119.id/ untuk dukungan kesehatan jiwa, atau mendatangi fasilitas layanan kesehatan terdekat seperti puskesmas dan rumah sakit yang memiliki layanan psikiatri/psikologi klinis.
Kekerasan dalam rumah tangga maupun kekerasan berbasis gender juga bukan masalah privat yang harus dipendam sendiri. Jika kamu merasa tidak aman, mengalami ancaman, atau kekerasan fisik maupun emosional, kamu dapat menghubungi SAPAA129 (Sahabat Perempuan dan Anak) di 129 atau WhatsApp 08111-129-129, serta Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA) di kota/kabupaten masing-masing. Keamanan dan keselamatanmu adalah prioritas.
Penggunaan zat adiktif, termasuk obat-obatan terlarang atau penyalahgunaan obat resep, adalah kondisi kesehatan yang membutuhkan penanganan medis dan dukungan, bukan stigma. Jika kamu atau keluarga membutuhkan bantuan terkait ketergantungan zat, layanan rehabilitasi dapat diakses melalui BNN (Badan Narkotika Nasional) di 184 atau fasilitas kesehatan yang bekerja sama dengan program rehabilitasi. Mencari bantuan adalah langkah berani dan penting untuk melindungi diri serta masa depan keluarga.
Referensi
"The Most Common Causes of Maternal Death May Surprise You." Columbia University. Diakses Februari 2026.
Hooman A. Azad et al., “Overdose, Homicide, and Suicide as Causes of Maternal Death in the United States,” New England Journal of Medicine 394, no. 7 (February 11, 2026): 722–23, https://doi.org/10.1056/nejmc2512078.