Studi terbaru ini memiliki beberapa keterbatasan. Responden berasal dari Jepang dan direkrut secara daring, sehingga hasilnya belum tentu sama pada masyarakat di negara lain.
Dari 2.000 responden awal, hanya 600 yang tersisa pada 2024; kelompok akhir didominasi laki-laki. Para peneliti mencatat perempuan dan responden yang lebih muda lebih sering keluar dari penelitian selama masa tindak lanjut.
Selain itu, desain longitudinal membantu melihat bagaimana sikap berubah dari waktu ke waktu, tetapi tetap tidak membuktikan bahwa skeptisisme media menyebabkan teori konspirasi vaksin.
Faktor lain seperti kepercayaan terhadap ilmu pengetahuan, identitas kelompok, norma sosial, dan kondisi politik juga dapat berperan.
Dari temuan studi ini, menangani misinformasi vaksin tidak cukup hanya dengan membantah klaim paling ekstrem. Pada sebagian orang, masalah yang lebih mendasar mungkin berupa kepercayaan terhadap sumber yang menyampaikan informasi kesehatan.
Karena itu, para peneliti menilai komunikasi kesehatan publik perlu membedakan antara ketidakpercayaan terhadap institusi yang lebih luas dan teori konspirasi ekstrem yang hanya dianut sebagian kecil orang.
Referensi
Hitoshi Yamamoto, Takahisa Suzuki, Yuki Ogawa, and Ryohei Umetani, “Longitudinal Predictors of Vaccine Conspiracy Beliefs: Findings from a Five-Wave Panel Study in Japan,” Scientific Reports 16 (2026): 23869, https://doi.org/10.1038/s41598-026-57049-5.
Sahil Loomba, Alexandre de Figueiredo, Simon J. Piatek, Kristen de Graaf, and Heidi J. Larson, “Measuring the Impact of COVID-19 Vaccine Misinformation on Vaccination Intent in the UK and USA,” Nature Human Behaviour 5 (2021): 337–48, https://doi.org/10.1038/s41562-021-01056-1.
Daniel Jolley and Karen M. Douglas, “The Effects of Anti-Vaccine Conspiracy Theories on Vaccination Intentions,” PLOS ONE 9, no. 2 (2014): e89177, https://doi.org/10.1371/journal.pone.0089177.
Jan Zilinsky et al., “Conspiracism and Government Distrust Predict COVID-19 Vaccine Refusal,” Humanities and Social Sciences Communications 12 (2025), https://doi.org/10.1057/s41599-025-05267-z.