WHO menemukan kesenjangan deteksi dan pelaporan penyakit cenderung lebih besar pada laki-laki. Norma sosial mengenai maskulinitas, jam kerja, pekerjaan informal tanpa perlindungan yang memadai, dan hambatan akses layanan kesehatan dapat membuat sebagian laki-laki menunda pemeriksaan.
Metaanalisis terhadap survei prevalensi di negara berpendapatan rendah dan menengah juga menemukan bukti bahwa laki-laki memiliki kesenjangan lebih besar dalam mencari atau memperoleh diagnosis TBC. Kondisi ini bukan hanya membuat pengobatan terlambat, tetapi juga berpotensi memperpanjang waktu seseorang menularkan bakteri kepada orang lain.
Hormon seks, kromosom, dan perbedaan respons imun dapat memengaruhi cara tubuh merespons M. tuberculosis. Namun, mekanismenya belum sepenuhnya dipahami.
Yang menjadi menarik dari penelitian terbaru adalah bahwa setelah seseorang sudah terinfeksi, laki-laki tidak terbukti lebih mudah mengalami TBC aktif daripada perempuan.
Artinya, untuk memahami mengapa TBC jauh lebih banyak ditemukan pada laki-laki, perlu dipahami kenapa laki-laki lebih sering bertemu, menghirup, dan akhirnya terinfeksi bakteri TBC. Tempat kerja, ruang sosial, merokok, alkohol, kondisi ekonomi, pola kontak, serta keterlambatan mengakses layanan kesehatan kemungkinan saling bertumpuk membentuk kesenjangan tersebut.
Referensi
World Health Organization, "Global Tuberculosis Report 2025," diakses Agustus 2026.
Yohhei Hamada et al., “Sex Differences in Tuberculosis Incidence: A Pooled Analysis of 11 Prospective Cohort Studies,” EClinicalMedicine 99 (2026): 104146, https://doi.org/10.1016/j.eclinm.2026.104146.
Hannah M. Rickman et al., “Sex Differences in the Risk of Mycobacterium tuberculosis Infection: A Systematic Review and Meta-analysis of Population-Based Immunoreactivity Surveys,” The Lancet Public Health 10, no. 7 (2025): e588–e598, https://doi.org/10.1016/S2468-2667(25)00120-3.
World Health Organization, “TB & Gender,” in Global Tuberculosis Report 2025, diakses Agustus 2026.
Katherine C. Horton et al., “Systematic Review and Meta-Analysis of Sex Differences in Social Contact Patterns and Implications for Tuberculosis Transmission and Control,” Emerging Infectious Diseases 26, no. 5 (2020): 910–19, https://doi.org/10.3201/eid2605.190574.
Leigh F. Johnson et al., “Drivers of Sex Differences in the South African Adult Tuberculosis Incidence and Mortality Trends, 1990–2019,” Scientific Reports 13 (2023), https://doi.org/10.1038/s41598-023-36432-6.
Katherine C. Horton et al., “Sex Differences in Tuberculosis Burden and Notifications in Low- and Middle-Income Countries: A Systematic Review and Meta-analysis,” PLOS Medicine 13, no. 9 (2016): e1002119, https://doi.org/10.1371/journal.pmed.1002119.
Manish Gupta, Sabra L. Klein, and William R. Bishai, “Sex as a Biological Variable in Tuberculosis Pathogenesis,” Immunological Reviews 338, no. 1 (2026): e70116, https://doi.org/10.1111/imr.70116.