Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Sudah Pakai IUD tapi Tetap Hamil, Apa yang Harus Dilakukan?

Test pack positif hamil.
ilustrasi test pack positif hamil (freepik.com/4045)
Intinya sih...
  • IUD atau KB spiral adalah metode kontrasepsi yang efektif, tetapi masih bisa gagal mencegah kehamilan dalam kasus yang sangat jarang.
  • Penyebab kehamilan meskipun menggunakan IUD antara lain IUD bergeser, belum berfungsi, atau kedaluwarsa.
  • Jika hamil dengan IUD, lakukan tes kehamilan, kunjungi fasilitas kesehatan, dan ketahui potensi risiko serta solusinya.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

IUD adalah metode kontrasepsi berupa perangkat kecil dan fleksibel berbentuk huruf T yang dimasukkan ke dalam rahim. IUD terbagi menjadi dua jenis, yaitu hormonal dan non hormonal. IUD adalah salah satu metode kontrasepsi paling efektif yang tersedia saat ini.

Meskipun memiliki efektivitas tinggi, tetapi IUD masih bisa gagal mencegah kehamilan. Dalam kasus yang sangat jarang, perempuan masih bisa hamil walaupun sudah menggunakan IUD.

Dalam artikel ini, akan dibahas bagaimana kehamilan dengan IUD bisa terjadi dan apa yang harus dilakukan.

1. Cara kerja IUD

IUD tembaga mencegah kehamilan dengan cara mencegah sperma membuahi sel telur. Ini juga dapat menyulitkan sel telur yang telah dibuahi untuk menempel di dalam rahim.

Sementara itu, IUD hormonal atau IUD yang dilapisi progestin bekerja dengan cara serupa, tetapi juga mengentalkan lendir serviks dan menipiskan lapisan rahim. Dalam beberapa kasus, hal ini menghentikan pelepasan sel telur selama siklus bulanan. Hal ini mencegah sperma membuahi sel telur dan berimplantasi.

IUD progestin juga dapat digunakan untuk membantu mengurangi aliran darah jika kamu mengalami menstruasi yang berat atau menyakitkan.

2. Penyebab tetap hamil walaupun sudah menggunakan IUD

KB IUD.
ilustrasi IUD (unsplash.com/Reproductive Health Supplies Coalition)

Berikut adalah beberapa penyebab terjadi kehamilan meskipun sudah menggunakan IUD:

  • IUD bergeser atau terlepas seluruhnya dari rahim. Kamu mungkin tidak menyadari bahwa IUD telah terlepas dari tempatnya. Jika hal ini terjadi, kamu bisa hamil.
  • IUD belum berfungsi. IUD tembaga segera melindungi dari kehamilan. Namun, IUD hormonal membutuhkan waktu hingga tujuh hari untuk menjadi efektif. Jadi, kamu masih membutuhkan kondom atau perlindungan lainnya selama jangka waktu ini.
  • IUD kedaluwarsa. Jika IUD telah berada di dalam rahim lebih lama dari yang direkomendasikan, ini dapat menyebabkan kehamilan.

3. Gejala kehamilan dengan IUD

Kamu mungkin merasakan gejala berikut ini jika hamil dengan IUD masih terpasang:

  • Terlambat haid
  • Mual dan muntah
  • Sakit kepala
  • Payudara terasa sakit dan membesar
  • Kelelahan
  • Kram ringan
  • Bercak ringan

Banyak gejala awal kehamilan yang mirip dengan efek samping yang disebabkan oleh IUD saat pertama kali dipasang. Jadi, jika kamu memiliki pertanyaan atau kekhawatiran, bicarakan dengan dokter.

4. Apa yang harus dilakukan jika kamu hamil?

Seorang perempuan menjalani pemeriksaan USG ginekologi.
ilustrasi perempuan menjalani USG (freepik.com/stefamerpik)

Jika kamu merasa hamil saat menggunakan IUD, kamu disarankan untuk segera melakukan hal ini:

  • Lakukan tes kehamilan. Beli alat tes kehamilan dan lakukan tes di rumah. Jika kamu tidak yakin dengan hasilnya, lakukan tes kehamilan darah di fasilitas penyedia layanan kesehatan, seperti puskesmas, klinik, atau rumah sakit.
  • Kunjungi fasilitas penyedia layanan kesehatan. Hamil dengan IUD masih terpasang meningkatkan risiko kehamilan ektopik. Jadi, kamu perlu menemui penyedia layanan kesehatan atau dokter kandungan sesegera mungkin.
  • Cari tahu apakah IUD perlu dilepas. Jika kamu mengalami kehamilan saat IUD masih terpasang, dokter mungkin menyarankan untuk melepaskan IUD. Ingat, jangan pernah mencoba melepas IUD sendiri. Melakukan hal itu bisa membahayakan diri sendiri dan janin.

5. Potensi risiko kehamilan dengan IUD

Risiko tertinggi kehamilan terjadi pada tahun pertama setelah pemasangan IUD. Jika kamu hamil saat masih menggunakan IUD, penyedia layanan kesehatan biasanya menyarankan pelepasan IUD. Sebab, hamil dengan IUD masih terpasang meningkatkan risiko terjadinya komplikasi kehamilan, seperti:

  • Keguguran. Melepas IUD di awal kehamilan mengurangi risiko keguguran. Namun, risiko keguguran pada orang yang hamil dengan IUD lebih besar daripada orang yang hamil tanpa IUD.
  • Kelahiran prematur. Adanya IUD saat hamil meningkatkan risiko kelahiran prematur hingga lima kali lipat dibandingkan saat IUD dilepas.
  • Infeksi. Selalu ada kemungkinan terjadinya infeksi yang disebut korioamnionitis pada pengguna IUD. Korioamnionitis adalah suatu kondisi pada selaput plasenta dan cairan ketuban yang mengelilingi janin. Ini adalah kondisi serius dan berpotensi mengancam jiwa.
  • Solusio plasenta. Komplikasi ini menyebabkan terpisahnya plasenta dari rahim sebelum atau selama persalinan. Ini dapat menyebabkan kehilangan banyak darah, keguguran, dan, kematian ibu hamil.
  • Paparan hormon. Jika kamu menggunakan IUD hormonal, alat tersebut akan terus mengirimkan hormon progestin ke rahim. Paparan hormon dikhawatirkan dapat meningkatkan risiko kelainan bawaan.

Jadi, jika saat ini kamu menggunakan IUD dan mengalami tanda-tanda kehamilan, segera lakukan tes kehamilan. Jika hasilnya positif, segera temui dokter. Ingat, jangan mencoba melepas IUD sendiri karena ini bisa berbahaya.

Referensi

"Intrauterine Contraception." Centers for Disease Control and Prevention. Diakses Desember 2025.

"FSRH Guideline Intrauterine Contraception." Faculty of Sexual & Reproductive Healthcare. Diakses Desember 2025.

“What to Know About IUDs.” Ohio State Health & Discovery. Diakses Desember 2025.

"Birth Control: IUDs." KidsHealth for Parents. Diakses Desember 2025.

"Can You Get Pregnant with an IUD in Place?" Healthline. Diakses Desember 2025.

"Can You Become Pregnant With an IUD In?" Verywell Health. Diakses Desember 2025.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Nuruliar F
Eka Amira Yasien
3+
Nuruliar F
EditorNuruliar F
Follow Us

Latest in Health

See More

Kenapa Bisa Ada Lendir dalam Air Kencing?

01 Feb 2026, 22:54 WIBHealth