Infeksi human papillomavirus (HPV) sering dianggap hanya berkaitan dengan perempuan, terutama hubungannya dengan kanker serviks. Padahal, virus ini faktanya juga menjadi ancaman serius bagi laki-laki.
Plt Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit Kementerian Kesehatan RI, dr. Andi Saguni, M.A, mengungkapkan bahwa secara global hampir 1 dari 3 laki-laki berusia di atas 15 tahun telah terinfeksi setidaknya satu jenis HPV. Angka ini menunjukkan bahwa penyebaran virus ini sangat luas dan tidak mengenal gender. Hal ini ia paparkan dalam acara Kelas Jurnalis 2026 oleh MSD Indonesia yang didukung oleh Kementerian Kesehatan RI pada Selasa (21/4/2026) di Jakarta.
Selama ini, narasi mengenai HPV memang lebih banyak berfokus pada perempuan. Hal ini tidak lepas dari fakta bahwa infeksi HPV risiko tinggi terkait dengan hampir seluruh kasus kanker serviks yang mencapai sekitar 99 persen.
Namun, laki-laki bukan hanya sekadar pembawa virus. Mereka juga berkontribusi besar terhadap beban penyakit akibat HPV. Secara global, laki-laki menyumbang sekitar 40 persen dari seluruh kasus kanker terkait HPV.
Jenis kanker yang bisa dialami laki-laki akibat HPV pun beragam, mulai dari kanker tenggorokan, anus, hingga penis. Bahkan, prevalensi beberapa jenis kanker ini dilaporkan terus mengalami peningkatan dalam beberapa tahun terakhir.
"Sejak lama, narasi seputar human papillomavirus di masyarakat terbatas pada perempuan, khususnya terkait kanker serviks. Hal ini tidak sepenuhnya salah,” jelas dr. Andi.
Ia menegaskan bahwa kanker serviks memang masih menjadi beban kesehatan besar di Indonesia. Meski demikian, ia mengingatkan bahwa HPV tidak mengenal gender. Oleh karena itu, upaya pencegahan perlu dilakukan secara menyeluruh, tidak hanya berfokus pada perempuan saja.
Pemerintah sendiri telah mengintegrasikan imunisasi HPV dalam program BIAS, dengan capaian pada anak perempuan mencapai 91,1 persen pada 2025 yang melampaui target yang ditetapkan.
"Fokus kami saat ini adalah memperluas literasi publik sehingga masyarakat memahami bahwa imunisasi merupakan investasi kesehatan untuk seluruh anak, baik laki-laki maupun perempuan,” tutupnya.
