Penggunaan bahan tambal gigi yang dibeli secara online menjadi sorotan setelah seorang pasien dilaporkan mengalami infeksi setelah menambal giginya sendiri di rumah.
Pasien tersebut dikatakan membeli bahan murah yang berbentuk butiran seperti plastik, memanaskannya dengan air panas, kemudian memasangnya sendiri pada gigi yang berlubang.
Beberapa bulan kemudian, area gigi tersebut bengkak dan terasa sakit. Saat bahan tambalan akhirnya dilepas oleh dokter gigi, ditemukan nanah dari area yang sebelumnya tertutup.
Kasus tersebut menunjukkan masalah utama dari tambal gigi DIY, bahwa lubang pada gigi tidak selalu cukup ditangani dengan cuma menutupnya. Apa yang terlihat sebagai satu lubang kecil bisa jadi merupakan karies yang sudah dalam, tambalan lama yang lepas, gigi retak, atau kerusakannya sudah mengenai jaringan hidup di dalam gigi.
Sebelum membuat restorasi, dokter gigi akan menentukan penyebab dan kedalaman kerusakan serta kondisi pulpa atau jaringan yang berisi saraf dan pembuluh darah di dalam gigi. Menurut American Dental Association (ADA), penilaian karies melibatkan pemeriksaan klinis dan, jika diperlukan, radiografi untuk mengetahui kondisi yang tidak tampak dari permukaan.
Inilah beberapa alasan tambal gigi DIY atau yang dibeli online bisa menyebabkan masalah serius.
