Bakteri di dalam plak menggunakan gula dan karbohidrat tertentu untuk menghasilkan asam. Asam ini menarik mineral dari email, lapisan terluar gigi. Air liur dan fluorida sebenarnya membantu mengembalikan mineral tersebut. Namun, jika serangan asam terjadi berulang kali, proses perbaikan tidak mampu mengejar kerusakan dan terbentuklah lubang.
Makanan penyebabnya juga tidak selalu terasa sangat manis. Makanan berpati olahan, seperti roti, biskuit asin, keripik, atau sereal, mengandung karbohidrat yang dapat dipecah menjadi bentuk lebih sederhana dan dimanfaatkan oleh bakteri.
Sebagian produk bercita rasa gurih juga dapat mengandung gula tambahan sehingga kandungan pada label kemasan tetap perlu diperhatikan.
Sebuah tinjauan sistematis terhadap lima studi kohort pada anak dan praremaja menemukan bahwa konsumsi makanan olahan yang mengandung gula dan pati di antara waktu makan secara konsisten berkaitan dengan pengalaman karies yang lebih tinggi. Meski jumlah studinya masih terbatas, temuan ini menunjukkan bahwa makanan ringan berpati juga perlu diperhitungkan.