Daftarnya sebenarnya masih lebih panjang.
Program imunisasi rutin nasional juga mencakup antara lain hepatitis B, BCG, polio, DPT-HB-Hib, PCV, rotavirus, MR, dan JE di daerah endemis. Sebagian besar diberikan sejak bayi hingga usia 18 bulan, sehingga memang tidak perlu menunggu BIAS ketika anak sudah duduk di bangku sekolah.
Perlu digarisbawahi bahwa BIAS adalah salah satu tahap dalam perjalanan imunisasi anak, bukan pengganti seluruh jadwal imunisasi.
Karena itu, setelah anak mendapat vaksin di sekolah, orang tua tetap perlu memeriksa Buku KIA atau catatan imunisasi sebelumnya. Jadwal terbaru IDAI 2024 mencakup imunisasi anak dari lahir hingga usia 18 tahun dan juga memuat prinsip imunisasi kejar untuk vaksin yang terlambat atau belum lengkap.
Jika ada vaksin yang terlewat, konsultasikan dengan tenaga kesehatan di puskesmas atau dokter anak untuk membantu menentukan langkah terbaik.
Referensi
Guo, Jinxin, Xin Chen, Yu Guo, et al. “Real-World Effectiveness of Seasonal Influenza Vaccination and Age as Effect Modifier: A Systematic Review, Meta-analysis and Meta-regression of Test-Negative Design Studies.” Vaccine 42, no. 8 (2024): 1883–91. https://doi.org/10.1016/j.vaccine.2024.02.059.
Ikatan Dokter Anak Indonesia. “Jadwal Imunisasi Anak Usia 0–18 Tahun, Rekomendasi Ikatan Dokter Anak Indonesia Tahun 2024.” Diakses Agustus 2026.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. “Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS).” Diakses Agustus 2026.
Povey, Michael, et al. “Protection against Varicella with Two Doses of Combined Measles-Mumps-Rubella-Varicella Vaccine or One Dose of Monovalent Varicella Vaccine: 10-Year Follow-up of a Phase 3 Multicentre, Observer-Blind, Randomised, Controlled Trial.” The Lancet Infectious Diseases 19, no. 3 (2019): 287–97.
Tricou, Vincent, et al. “Long-Term Efficacy and Safety of a Tetravalent Dengue Vaccine (TAK-003): 4.5-Year Results from a Phase 3, Randomised, Double-Blind, Placebo-Controlled Trial.” The Lancet Global Health 12, no. 2 (2024): e257–e270.