“7 Benefits of Doing Squats and Variations to Try”. Healthline. Diakses pada Januari 2026.
“What are the benefits of performing squats?”. Medical News Today. Diakses pada Januari 2026.
“How to Do Squat Jumps - Proper Form, Variations, and Common Mistakes”. Verywell Fit. Diakses Januari 2026.
Squat Jump Melatih Otot Apa? Ini Manfaatnya untuk Tubuh

- Squat jump melatih otot paha depan (quadriceps) untuk kekuatan dan stabilitas.
- Otot bokong (gluteus maximus) diperlukan untuk daya ledak dan proporsi tubuh bagian bawah.
- Otot paha belakang (hamstrings) dan betis (calves) bekerja sinergis untuk keseimbangan gerakan dan responsifitas kaki.
Kamu mengambil posisi berdiri tegak, lalu perlahan menurunkan pinggul seolah hendak duduk, dan tiba-tiba melompat setinggi mungkin ke udara dengan penuh tenaga. Nah, gerakan ini dikenal dengan squat jump. Latihan ini membuatmu merasakan sensasi hangat dan tarikan yang kuat pada bagian kaki, tapi sebenarnya squat jump melatih otot apa saja, ya?
Latihan ini bukan sekadar gerakan melompat biasa yang sering kamu lihat di pusat kebugaran atau video workout di media sosial, lho. Squat jump merupakan salah satu bentuk latihan plyometric yang dirancang untuk meningkatkan kekuatan, kecepatan, dan daya ledak otot secara bersamaan. Dengan memahami bagian tubuh mana yang bekerja keras saat kamu melakukannya, tentu kamu bisa lebih fokus dalam mengejar target kebugaran impianmu dengan lebih efektif dan efisien, kan? Yuk, simak otot apa saja yang dilatih melalui gerakan ini!
Table of Content
1. Otot paha depan (quadriceps) sebagai penggerak utama

Otot pertama yang paling merasakan dampak langsung dari gerakan ini adalah quadriceps atau otot paha depan. Saat kamu melakukan posisi squat sebelum melompat, otot-otot ini bekerja secara eccentric untuk menahan beban tubuh agar tetap stabil. Begitu kamu meledakkan tenaga untuk melompat, quadriceps akan berkontraksi dengan sangat kuat guna meluruskan lutut dan mendorong tubuhmu melawan gravitasi.
Penting bagi kamu untuk menjaga teknik yang benar agar tekanan pada paha depan ini benar-benar optimal dan gak membebani persendian lutut secara berlebihan. Ketika kamu mendarat, otot paha depan juga berfungsi sebagai penyerap benturan atau shock absorber yang melindungi struktur tulangmu. Tanpa kekuatan quadriceps yang mumpuni, kamu akan kesulitan mendapatkan ketinggian lompatan yang maksimal dalam setiap repetisi, lho.
Latihan yang konsisten akan membuat paha depanmu terlihat lebih kencang, kuat, dan memiliki definisi yang jelas. Selain faktor estetika, kekuatan di area ini sangat membantu aktivitas harianmu, seperti saat harus menaiki tangga atau membawa barang berat. Jadi, setiap kali kamu merasa paha depan "terbakar" saat melakukan squat jump, itu tandanya ototmu sedang bertransformasi menjadi lebih kuat.
2. Otot bokong (gluteus maximus) untuk daya ledak

Jika kamu menginginkan bentuk tubuh bagian bawah yang lebih proporsional, maka squat jump menjadi jawaban yang tepat karena sangat mengandalkan gluteus maximus. Otot bokong ini berperan sebagai motor utama yang memberikan explosive power agar tubuh bisa meluncur ke atas dengan cepat. Tanpa keterlibatan otot bokong yang aktif, lompatanmu akan terasa lemah dan kurang bertenaga.
Saat berada di posisi bawah, otot bokong akan meregang dan menyimpan energi potensial yang siap dilepaskan dalam sekejap. Proses ini melatih serat otot untuk bereaksi lebih cepat terhadap rangsangan saraf, sehingga meningkatkan performa atletikmu secara keseluruhan. Kamu akan merasakan otot bokong menjadi lebih padat dan kuat jika rutin memasukkan gerakan ini ke dalam jadwal latihan mingguanmu.
Selain itu, otot bokong yang kuat juga berperan penting dalam menjaga kesehatan tulang belakang bagian bawah. Dengan memiliki glutes yang terlatih, beban kerja punggung bawahmu akan berkurang karena distribusi beban tubuh yang lebih merata. Hal ini sangat bermanfaat bagi kamu yang sering menghabiskan waktu duduk lama di depan meja kerja agar postur tubuh tetap terjaga dengan baik, nih.
3. Otot paha belakang (hamstrings) dan betis (calves)

Meskipun paha depan memegang kendali utama, otot paha belakang atau hamstrings tetap bekerja secara sinergis untuk menyeimbangkan gerakan. Otot ini berfungsi untuk mengontrol derajat tekukan lutut dan memastikan transisi dari posisi squat ke lompatan berjalan dengan mulus. Keharmonisan antara otot paha depan dan belakang sangat krusial untuk mencegah cedera otot yang tidak diinginkan selama latihan berlangsung.
Tak ketinggalan, otot betis atau calves juga memainkan peran vital pada detik-detik terakhir sebelum kaki meninggalkan lantai, lho. Otot betis melakukan gerakan plantar flexion untuk memberikan dorongan tambahan melalui ujung jari kaki agar lompatan lebih tinggi. Saat mendarat dengan bagian depan kaki terlebih dahulu, otot betis jugalah yang pertama kali meredam energi kinetik agar kaki tidak mengalami cedera impact.
Melatih kombinasi kedua otot ini secara bersamaan memberikan manfaat berupa kaki yang lebih lincah dan responsif, nih. Kamu akan merasa lebih ringan saat berlari atau melakukan aktivitas yang membutuhkan gerakan mendadak. Fokus pada pendaratan yang lembut akan membantu otot betis dan hamstring bekerja lebih maksimal dalam menjaga stabilitas tungkai bawah kamu.
4. Otot inti (core) untuk keseimbangan dan stabilitas

Banyak orang yang gak menyadari bahwa squat jump sebenarnya juga merupakan latihan yang bagus untuk otot inti atau core. Otot perut dan punggung bawahmu harus tetap aktif sepanjang gerakan untuk menjaga tulang belakang tetap netral. Tanpa otot inti yang stabil, tubuhmu akan cenderung condong ke depan atau goyah saat sedang melayang di udara maupun saat mendarat.
Kekuatan core ini memastikan bahwa energi yang dihasilkan oleh otot kaki tersalurkan dengan efisien ke seluruh tubuh. Saat kamu mendarat, otot perut bekerja ekstra keras untuk menstabilkan posisi badan agar kamu gak jatuh atau kehilangan keseimbangan. Ini merupakan bentuk latihan fungsional yang sangat bagus untuk memperkuat otot-otot penyangga tubuh bagian tengahmu secara alami.
Memiliki otot inti yang kuat dari rutin melakukan latihan ini akan memperbaiki postur tubuhmu dalam kehidupan sehari-hari. Kamu akan merasa lebih tegak saat berdiri dan gak mudah merasa lelah saat melakukan aktivitas fisik yang durasinya cukup lama. Jadi, meskipun fokus utamanya ada pada kaki, perutmu sebenarnya juga ikut berolahraga secara intensif di balik layar, kok.
Melakukan latihan ini secara rutin memang memberikan tantangan tersendiri bagi fisik, namun hasil yang didapatkan sebanding dengan usaha yang kamu keluarkan, lho. Dengan memahami bahwa squat jump melatih otot apa saja, kamu kini bisa lebih menghargai setiap tetes keringat yang jatuh karena tahu bagian tubuh mana yang sedang berkembang. Pastikan untuk selalu melakukan pemanasan sebelum memulai dan utamakan kualitas gerakan daripada sekadar jumlah repetisi demi mendapatkan hasil yang optimal dan tetap aman, ya.
Referensi


















