Selain influenza musiman, perhatian juga tertuju pada influenza zoonotik, yaitu virus flu yang berasal dari hewan dan dapat menginfeksi manusia, termasuk yang dikenal luas sebagai flu burung. Virus jenis ini menjadi perhatian karena berpotensi memicu pandemi.
Sejak 23 September 2025, WHO menerima laporan 25 infeksi manusia akibat influenza zoonotik dari enam negara. Sebagian besar kasus terkait paparan langsung pada hewan terinfeksi atau lingkungan yang terkontaminasi virus. Tidak ditemukan bukti penularan antarmanusia.
Semua analisis ini dilakukan melalui jejaring Global Influenza Surveillance and Response System (GISRS), sistem surveilans influenza global yang telah berjalan sejak 1952. GISRS merupakan platform pengawasan penyakit global tertua yang masih aktif, menghubungkan laboratorium dan pusat kolaborasi WHO di berbagai negara.
Dalam pertemuan terbaru, para ahli juga merekomendasikan pengembangan candidate vaccine virus (CVV) baru untuk virus A(H9N2), sebagai langkah antisipatif jika muncul ancaman pandemi.
Pembaruan komposisi vaksin influenza merupakan respons ilmiah terhadap virus yang terus berubah. Memperbarui tiga strain utama dalam vaksin 2026–2027 merupakan upaya untuk memastikan perlindungan optimal bagi populasi global terhadap penyakit berat dan kematian akibat flu.
Referensi
"Recommendations for influenza vaccine composition for the 2026-2027 northern hemisphere season." World Health Organization (WHO). Diakses Maret 2026.
“Influenza (Seasonal).” WHO. Diakses Maret 2026.
"Global Influenza Surveillance and Response System (GISRS)." WHO. Diakses Maret 2026.