Tak Lagi Harga, Ini yang Dicari Milenial dan Gen Z dari Brand di 2027

- Laporan IMGR 2027 menegaskan segmentasi lama tak lagi relevan; brand perlu memahami kategori belanja yang tetap diprioritaskan konsumen meski di tengah tekanan ekonomi.
- Kreator konten kini berperan sebagai jembatan kepercayaan, di mana kredibilitas dan hubungan dengan komunitas lebih penting daripada sekadar jumlah pengikut.
- Transparansi menjadi faktor utama pembentuk kepercayaan; konsumen menuntut bukti nyata dan keterbukaan yang dapat diverifikasi dalam setiap klaim produk maupun komunikasi brand.
Di tengah perubahan ekonomi dan perilaku konsumsi yang makin cepat, cara lama dalam memahami generasi muda Indonesia mulai kehilangan relevansinya. Segmentasi berdasarkan usia, kelas ekonomi, atau asumsi gaya hidup yang dianggap seragam tidak lagi cukup untuk menjelaskan bagaimana generasi milenial dan gen Z mengambil keputusan, membangun kepercayaan, dan mengelola pengeluaran mereka.
Temuan survei yang dituangkan dalam "Indonesia Millennials and Gen Z Report (IMGR) 2027" menunjukkan bahwa lanskap konsumen kini bergerak ke arah yang lebih kompleks. Kelompok kelas menengah misalnya, tidak lagi dapat dipandang sebagai satu kelompok dengan perilaku yang sama. Di saat yang sama, pola pendapatan yang makin fleksibel dan meningkatnya tuntutan terhadap transparansi juga mengubah ekspektasi masyarakat terhadap produk, layanan, hingga cara brand berkomunikasi.
Melihat perubahan tersebut, pelaku industri dan brand dituntut untuk menyesuaikan strategi mereka. Bukan cuma mengikuti tren, tetapi memahami ulang apa yang sebenarnya mendorong keputusan konsumen dalam 12 bulan ke depan.
Table of Content
1. Tinggalkan segmentasi lama, fokus pada pola belanja di tengah tekanan
Salah satu rekomendasi utama dalam IMGR 2027 adalah menghentikan penggunaan model segmentasi yang dibangun dari asumsi lama. Selama ini, kelas menengah sering diperlakukan sebagai satu kelompok homogen dengan kebutuhan dan perilaku yang dianggap serupa. Padahal, realitas di lapangan menunjukkan kondisi yang lebih beragam.
Saat ini yang muncul adalah spektrum kelas menengah dengan karakter berbeda. Ada kelompok aspiratif yang sedang berupaya naik kelas dan tetap memiliki ambisi konsumsi tinggi, tetapi ada juga kelompok yang mengalami tekanan ekonomi namun masih mempertahankan pengeluaran pada kategori tertentu yang dianggap penting bagi kualitas hidup mereka.
Karena itu, pemetaan konsumen ke depan tidak cukup hanya melihat siapa yang memiliki daya beli lebih besar. Yang lebih penting adalah memahami di kategori mana konsumen tetap bersedia mengeluarkan uang meski sedang tertekan secara finansial, serta alasan emosional dan praktis di balik keputusan tersebut.
2. Kreator jadi jembatan kepercayaan

Laporan ini juga menyoroti perubahan besar dalam strategi kolaborasi antara brand dan kreator konten. Selama ini, banyak kolaborasi dibangun dengan tujuan memperluas jangkauan atau distribusi pesan. Namun ke depan, pendekatan tersebut dinilai tidak lagi cukup.
Distribusi dapat dibeli melalui iklan, tetapi kepercayaan bekerja dengan mekanisme yang berbeda. Generasi milenial dan gen Z makin menilai kredibilitas berdasarkan siapa yang menyampaikan pesan, bukan hanya seberapa besar audiens yang dimiliki.
Karena itu, brand disarankan memilih kreator bukan berdasarkan jumlah pengikut saja, tetapi juga rekam jejak, akuntabilitas, dan hubungan yang telah mereka bangun dengan komunitasnya. Ketika kepercayaan dapat “dipinjam” dari sosok yang sudah dipercaya audiens, dampaknya dinilai jauh lebih tahan lama dibanding kampanye komunikasi yang hanya mengandalkan jangkauan besar dalam waktu singkat.
3. Transparansi harus menjadi bagian dari produk
Di era ketika informasi dapat diverifikasi publik dalam hitungan jam, transparansi tidak lagi cukup hadir dalam bentuk slogan atau kampanye komunikasi. IMGR 2027 menyoroti bahwa konsumen makin menuntut bukti nyata sebelum mempercayai klaim yang disampaikan oleh brand maupun institusi.
Sebanyak 62 persen responden menyatakan lebih memperhatikan komunikasi dari brand atau pemerintah apabila disertai bukti konkret, bukan hanya pernyataan atau janji. Temuan ini menunjukkan adanya pergeseran besar, yaitu kepercayaan kini dibangun melalui keterbukaan yang dapat diuji, bukan sekadar narasi yang terdengar meyakinkan.
Bagi industri, konsekuensinya cukup jelas. Transparansi perlu dirancang sebagai bagian dari pengalaman produk itu sendiri, mulai dari cara data disampaikan, proses kerja dijelaskan, hingga bagaimana klaim dapat diverifikasi secara independen. Di tengah budaya digital yang memungkinkan publik membangun narasi tandingan dengan cepat, klaim yang tidak bisa dibuktikan bukan hanya kehilangan efektivitas, tetapi juga berisiko merusak kepercayaan dalam jangka panjang.
Perubahan perilaku Milenial dan Gen Z menunjukkan bahwa strategi lama tidak lagi cukup untuk menjangkau generasi saat ini. Bagi industri dan brand, memahami dinamika kepercayaan, pola konsumsi, dan tuntutan transparansi akan menjadi kunci untuk tetap relevan dalam 12 bulan ke depan.
IDN menggelar Indonesia Summit 2026, sebuah konferensi independen yang khusus diselenggarakan untuk dan melibatkan generasi Milenial dan Gen Z di Tanah Air. Dengan tema "The Next Us: Indonesia's Leap in the Algorithmic Age". IS 2026 bertujuan membentuk dan membangun masa depan Indonesia dengan menyatukan para pemimpin dan tokoh nasional dari seluruh nusantara.
IS 2026 diadakan di Tribrata Dharmawangsa, Jakarta, pada 17-18 Juni 2026. Dalam IS 2026, IDN juga meluncurkan Indonesia Millennial and Gen-Z Report 2027.
Survei ini dikerjakan oleh IDN Research Institute. Melalui survei ini, IDN Media menggali aspirasi dan DNA Milenial dan Gen Z, apa nilai-nilai yang mendasari tindakan mereka. Survei ini menjangkau responden Milenial dan Gen Z di sembilan wilayah di Indonesia, antara lain Sumatra Utara, Kepulauan Riau, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jakarta Timur, Kalimantan, dan Sulawesi.

![[QUIZ] Pilih Mesin Gym Favorit, Kami Tebak Personality Kamu](https://image.idntimes.com/post/20251010/mike-cox-9b2navtjz_8-unsplash_961526d5-fca4-4b81-8853-cb84e11a922d.jpg)












![[QUIZ] Apakah Kamu Punya Kecenderungan Sosiopat? Cek Lewat Kuis Ini](https://image.idntimes.com/post/20251210/upload_b88a7679909294c6775cb37581d91e9a_88c96729-91b8-4ca9-a6de-866450381d3a.jpg)



![[QUIZ] Apakah Kamu Punya Kecenderungan NPD? Cek Lewat Kuis Ini](https://image.idntimes.com/post/20250625/freepik-29_eed1cb7e-fddb-49f3-a569-893aef034aa0.jpg)