Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

William H. Foege dan Strategi yang Mengakhiri Teror Cacar Dunia

Ilustrasi cacar atau smallpox.
ilustrasi cacar atau smallpox (IDN Times/NRF)
Intinya sih...
  • William H. Foege, arsitek utama keberhasilan dunia mengalahkan cacar, wafat pada 24 Januari 2026 di usia 89 tahun.
  • Foege menemukan strategi surveillance and ring vaccination yang memungkinkan eradikasi cacar secara global pada 1980.
  • Kontribusinya diakui melalui Presidential Medal of Freedom dan Future of Life Award, serta penghargaan dari tokoh-tokoh global seperti António Guterres dan Bill Gates.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

William H. Foege, dokter dan epidemiolog Amerika Serikat (AS) yang menjadi salah satu arsitek utama keberhasilan dunia mengalahkan cacar (smallpox), wafat pada 24 Januari 2026 di Atlanta, Georgia. Usianya 89 tahun. Namanya mungkin tak setenar penemu vaksin, tetapi strategi yang ia kembangkan di lapangan menjadi kunci yang memungkinkan umat manusia menyingkirkan salah satu penyakit paling mematikan dalam sejarah.

Cacar, penyakit yang selama berabad-abad menewaskan ratusan juta orang, akhirnya dinyatakan tereradikasi secara global pada tahun 1980, dan jejak intelektual Foege tertanam kuat dalam kesuksesan tersebut.

Nigeria jadi titik balik hidupnya

Lahir pada 12 Maret 1936 di Decorah, Iowa, Foege menempuh pendidikan kedokteran sebelum menekuni epidemiologi, merupakan ilmu yang mempelajari pola dan pengendalian penyakit di tingkat populasi.

Kariernya tak hanya terbatas di laboratorium dan ruang rapat, tetapi juga oleh pengalaman langsung di wilayah dengan sumber daya kesehatan yang sangat terbatas. Salah satu titik balik terpenting dalam hidupnya terjadi pada tahun 1966, ketika ia bekerja sebagai misionaris medis di Nigeria.

Pada masa itu, cacar masih menjadi ancaman nyata. Upaya pengendalian penyakit umumnya bertumpu pada vaksinasi massal, sebuah pendekatan yang ideal secara teori tetapi sering kali sulit diterapkan di negara dengan keterbatasan logistik, tenaga kesehatan, dan pasokan vaksin.

Adopsi pola baru

Vaksin cacar atau smallpox.
Vaksin cacar atau smallpox (wikimedia.org)

Di Nigeria, Foege menyadari bahwa menunggu ketersediaan vaksin dalam jumlah besar bukanlah pilihan mudah. Dari kondisi inilah lahir pendekatan yang kemudian mengubah sejarah kesehatan global, yakni surveilans and ring vaccination.

Alih-alih memvaksinasi seluruh populasi, Foege memusatkan upaya pada pelacakan kasus cacar secara aktif (surveilans). Setiap kali satu kasus ditemukan, vaksinasi segera diberikan kepada orang-orang yang paling berisiko—keluarga, tetangga, dan kontak dekat pasien—membentuk cincin perlindungan di sekitar sumber penularan.

Pendekatan ini bukan hanya efisien, tetapi juga lebih strategis. Dengan sumber daya vaksin yang terbatas, rantai penularan tetap bisa diputus. Hasilnya nyata, wabah dapat dikendalikan lebih cepat, tanpa harus menunggu cakupan vaksinasi nasional yang nyaris mustahil dicapai saat itu.

Keberhasilan di Nigeria menjadi bukti lapangan bahwa eradikasi cacar bukan sekadar mimpi. Strategi ini kemudian diadopsi secara luas oleh program eradikasi cacar dunia dan menjadi fondasi utama keberhasilan global yang diumumkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada 1980.

Sejumlah pengakuan dan penghargaan

Kontribusi Foege tidak berhenti di lapangan. Ia menjabat sebagai direktur Centers for Disease Control and Prevention (CDC) pada periode 1977–1983, masa penting ketika dunia sedang berada di fase akhir perjuangan melawan cacar.

Di luar CDC, ia juga aktif memimpin dan meneliti berbagai program kesehatan global, mulai dari kelangsungan hidup anak, pencegahan cedera, hingga upaya pengendalian penyakit menular lain seperti dracunculiasis (guinea worm), polio, campak, dan river blindness.

Atas kontribusinya, Foege menerima Presidential Medal of Freedom pada tahun 2012, penghargaan sipil tertinggi di negeri Paman Sam. Pada tahun 2020, ia juga dianugerahi Future of Life Award bersama Viktor Zhdanov, tokoh lain di balik keberhasilan eradikasi cacar.

Tokoh-tokoh global seperti Sekretaris Jenderal PBB António Guterres dan Bill Gates menegaskan bahwa tanpa peran Foege, peluang dunia untuk benar-benar mengalahkan cacar akan jauh lebih kecil. Pengakuan terhadap warisannya bahkan diabadikan secara fisik melalui Gedung William H. Foege di University of Washington, yang menaungi departemen Bioengineering dan Genome Sciences.

Referensi

"William H. Foege, Key Figure in the Eradication of Smallpox, Dies at 89". The New York Times. Diakses Februari 2026.

"Leader in smallpox eradication, Dr. William Foege, dies at 89". PBS News. Diakses Februari 2026.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Nuruliar F
EditorNuruliar F
Follow Us

Latest in Health

See More

5 Penyebab Keluar Cairan dari Penis, Apakah Perlu ke Dokter?

06 Feb 2026, 22:38 WIBHealth