Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Film Barat tentang Perempuan yang Kembali Mencari Jati Diri
Wild (dok. Searchlight Pictures/Wild)
  • Artikel merekomendasikan lima film Barat bertema perempuan yang mencari kembali jati diri setelah menghadapi kegagalan, kehilangan, tuntutan sosial, atau hidup yang terasa tanpa arah.
  • Under the Tuscan Sun, Eat Pray Love, dan Wild menampilkan perjalanan ke tempat baru sebagai ruang untuk membangun kebahagiaan, menghadapi luka, serta memahami kebutuhan pribadi.
  • The Devil Wears Prada dan Frances Ha menyoroti pentingnya mempertahankan nilai diri, menerima ketidakpastian, dan menemukan kebahagiaan tanpa harus mengikuti ekspektasi atau timeline orang lain.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Terkadang seseorang menjalani hidup terlalu lama berdasarkan ekspektasi orang lain hingga lupa seperti apa dirinya sendiri. Hal ini juga kerap menjadi konflik utama dalam film-film yang menghadirkan perjalanan perempuan dalam mencari kembali jati dirinya. Mereka bisa saja sedang menghadapi kegagalan, kehilangan, hubungan yang tidak sehat, atau sekadar merasa hidupnya berjalan tanpa arah.

Menariknya, perjalanan untuk menemukan diri sendiri tidak selalu berlangsung dramatis. Terkadang, proses tersebut justru dimulai dari keberanian untuk keluar dari rutinitas, mencoba hal baru, atau mengakui bahwa kehidupan yang selama ini dijalani ternyata bukan yang benar-benar diinginkan.

Kalau kamu sedang mencari tontonan dengan tema self-discovery, lima film Barat tentang perempuan yang kembali mencari jati dirinya berikut bisa masuk ke daftar tontonanmu.

1. Under the Tuscan Sun (2003)

Under the Tuscan Sun (dok. Timnick Films/Under the Tuscans Sun)

Pertama, ada Under the Tuscan Sun. Sinopsisnya menceritakan Frances Mayes (Diane Lane) yang awalnya menjalani kehidupan yang terasa berantakan setelah pernikahannya hancur. Dalam sebuah perjalanan ke Italia, ia secara impulsif membeli sebuah vila tua di Tuscany. Keputusan tersebut menjadi awal dari kehidupan baru yang sama sekali tidak pernah ia rencanakan sebelumnya.

Di tengah proses merenovasi rumah dan beradaptasi dengan lingkungan baru, Frances perlahan menemukan kembali kebahagiaan yang sempat hilang. Ia mulai membangun persahabatan, menikmati kehidupan sederhana, dan membuka dirinya terhadap kemungkinan-kemungkinan baru. Under the Tuscan Sun terasa seperti pengingat bahwa terkadang kita perlu meninggalkan kehidupan lama untuk mengetahui apa yang sebenarnya membuat kita bahagia.

2. The Devil Wears Prada (2006)

The Devil Wears Prada (dok. Fox 2000 Pictures/The Devil Wears Prada)

The Devil Wears Prada menceritakan Andrea Sachs (Anne Hathaway) yang awalnya menerima pekerjaan sebagai asisten Miranda Priestly (Meryl Streep) di sebuah majalah fashion bergengsi. Meski pekerjaan tersebut jauh dari impiannya, Andrea perlahan berubah demi menyesuaikan diri dengan lingkungan kerjanya. Penampilannya berubah, gaya hidupnya berubah, bahkan hubungannya dengan orang-orang terdekat mulai terdampak.

Namun, semakin sukses Andrea di dunia tersebut, semakin ia menyadari bahwa ada bagian dari dirinya yang mulai hilang. Ia kemudian harus menentukan apakah kesuksesan yang dikejarnya benar-benar sesuai dengan nilai dan impian pribadinya.

The Devil Wears Prada akhirnya bukan sekadar cerita tentang dunia fashion, tetapi juga tentang keberanian untuk mengenali kembali siapa diri kita di tengah tuntutan untuk menjadi seseorang yang dianggap sukses oleh orang lain. Ending film ini terasa masuk akal.

3. Eat Pray Love (2010)

Eat Pray Love (dok. Columbia Pictures/Eat Pray Love)

Selanjutnya, ada Eat Pray Love yang bercerita tentang Elizabeth Gilbert (Julia Roberts) yang terlihat memiliki kehidupan yang dari luar tampak sempurna. Namun, ternyata ia justru merasa kehilangan arah di dalamnya.

Setelah mengalami perceraian dan berbagai pergulatan pribadi, ia memutuskan untuk meninggalkan rutinitas lamanya dan melakukan perjalanan ke Italia, India, dan Indonesia. Setiap tempat menjadi bagian dari proses panjang untuk memahami kembali siapa dirinya.

Di Italia, Elizabeth belajar menikmati kesenangan sederhana dan makanan. Di India, ia mencoba menemukan ketenangan spiritual. Sementara itu, di Bali, ia mulai memahami arti keseimbangan dan cinta. Perjalanannya menunjukkan bahwa menemukan jati diri bukan berarti langsung mengetahui semua jawaban. Terkadang, kita justru harus berani mencoba banyak hal sebelum akhirnya memahami kehidupan seperti apa yang benar-benar kita inginkan.

4. Frances Ha (2012)

Frances Ha (dok. RT Features/Frances Ha)

Frances Halladay (Greta Gerwig) adalah film hitam putih tentang perempuan muda yang sedang berusaha menemukan tempatnya di dunia. Ia memiliki impian untuk menjadi penari, tetapi kehidupannya tidak berjalan sesuai rencana. Persahabatannya berubah, kariernya tidak stabil, dan kehidupan romantisnya pun bukan prioritas.

Frances Ha menarik karena perjalanan Frances terasa sangat dekat dengan realitas banyak orang yang memasuki fase dewasa. Ia harus belajar menerima bahwa hidup tidak selalu berjalan sesuai timeline yang dibuat sendiri. Pada akhirnya, Frances mulai memahami bahwa menjadi dewasa bukan berarti harus memiliki semua jawaban, melainkan mampu menerima diri sendiri dan menemukan kebahagiaan dengan caranya sendiri.

5. Wild (2014)

Wild (dok. Searchlight Pictures/Wild)

Wild mengikuti Cheryl Strayed (Reese Witherspoon), seorang perempuan yang memutuskan untuk melakukan perjalanan seorang diri dengan menyusuri Pacific Crest Trail setelah mengalami berbagai masalah dalam hidupnya. Kematian sang ibu, kehancuran pernikahan, dan keputusan-keputusan buruk yang pernah dibuat membuat Cheryl merasa perlu mengambil jarak dari kehidupan lamanya. Perjalanan panjang tersebut kemudian menjadi caranya untuk menghadapi luka dan berdamai dengan masa lalu.

Sepanjang perjalanan, Cheryl tidak hanya harus menghadapi alam yang keras, tetapi juga kenangan-kenangan yang selama ini berusaha ia hindari. Sedikit demi sedikit, ia mulai memahami kesalahan, kehilangan, sekaligus kekuatan yang sebenarnya masih ia miliki. Film ini memperlihatkan bahwa menemukan kembali jati diri terkadang membutuhkan keberanian untuk berhenti melarikan diri dari masa lalu.

Pada akhirnya, kelima film di atas menunjukkan bahwa menemukan kembali jati diri bisa memiliki bentuk yang berbeda bagi setiap perempuan. Ada yang menemukannya melalui perjalanan jauh, ada yang harus meninggalkan kehidupan yang tidak lagi sesuai dengan dirinya, dan ada pula yang cukup berani mengakui bahwa dirinya telah berubah. Namun, semuanya punya satu pesan yang sama, yaitu tidak pernah ada kata terlambat untuk kembali mengenal diri sendiri dan memilih kehidupan yang terasa lebih autentik.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article