Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

5 Film Horor 80-an yang Sempat Dilarang Tayang, Terlalu Mengerikan

5 Film Horor 80-an yang Sempat Dilarang Tayang, Terlalu Mengerikan
The Evil Dead (dok. New Line Cinema/The Evil Dead)
Intinya Sih
  • Era 1980-an jadi masa keemasan film horor dengan eksperimen ekstrem, namun banyak karya akhirnya dilarang karena dianggap terlalu brutal dan melampaui batas sensor publik.
  • Lima film seperti Cannibal Holocaust, The Evil Dead, hingga Silent Night Deadly Night sempat menuai kontroversi besar akibat kekerasan grafis dan tema yang menyinggung masyarakat.
  • Meski dulu dicekal, kini film-film tersebut justru dipandang sebagai cult klasik yang berpengaruh besar dalam perkembangan genre horor modern.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Era 1980-an dikenal sebagai masa keemasan film horor, di mana banyak sutradara berani bereksperimen dengan cerita ekstrem dan visual yang belum pernah dilihat sebelumnya. Tapi justru karena keberanian itu, beberapa film malah dianggap terlalu jauh oleh sensor dan publik. Hasilnya banyak yang dicekal, dipotong, bahkan ditarik dari peredaran.

Menariknya, film-film yang dulu dilarang ini sekarang justru dianggap cult klasik. Apa yang dulu bikin orang takut atau marah, kini malah dipuji karena keberanian dan pengaruhnya di dunia horor. Nah, berikut lima film horor 80-an yang sempat bikin heboh sampai dilarang tayang di berbagai negara.

1. Cannibal Holocaust (1980)

Cannibal Holocaust.
Cannibal Holocaust (dok. United Artists/Cannibal Holocaust)

Film garapan Ruggero Deodato ini mungkin salah satu film paling kontroversial sepanjang masa. Mengusung konsep found footage, cerita mengikuti tim dokumenter yang hilang di hutan Amazon saat meneliti suku kanibal. Tapi yang bikin heboh bukan cuma ceritanya, melainkan adegan kekerasan yang terasa sangat nyata, termasuk pembunuhan hewan sungguhan.

Kontroversinya sampai ke ranah hukum. Deodato bahkan sempat dituduh membunuh aktornya sendiri karena efek visualnya terlalu realistis. Ia harus menghadirkan para aktor ke pengadilan untuk membuktikan mereka masih hidup. Film ini akhirnya dilarang di banyak negara menjadikannya legenda horor yang masih sulit ditonton sampai sekarang.

2. The Evil Dead (1981)

The Evil Dead.
The Evil Dead (dok. New Line Cinema/The Evil Dead)

Film karya Sam Raimi ini sekarang dikenal sebagai salah satu horor klasik dengan sentuhan humor gelap. Tapi saat pertama kali rilis, banyak penonton justru shock dengan tingkat kekerasannya. Ceritanya sederhana yakni sekelompok anak muda terjebak di kabin dan diteror kekuatan jahat, tapi eksekusinya sangat brutal.

Adegan penuh darah, tubuh hancur, hingga momen kontroversial seperti adegan penyerangan di hutan membuat film ini banyak diprotes. Beberapa negara bahkan melarang penayangannya, dan di Inggris film ini sempat dipotong berkali-kali. Meski begitu, karakter Ash Williams akhirnya jadi ikon horor yang dicintai hingga sekarang.

3. Silent Night, Deadly Night (1984)

Silent Night, Deadly Night.
Silent Night, Deadly Night (dok. Tristar Pictures/Silent Night, Deadly Night)

Menggabungkan Natal dengan horor ternyata bukan ide yang diterima semua orang. Film ini menceritakan seorang pria bernama Billy yang mengalami trauma masa kecil dan tumbuh jadi pembunuh dengan kostum Santa Claus. Konsep ini langsung menuai protes keras dari masyarakat, terutama orang tua.

Masalah makin besar saat iklan film ini muncul di jam tayang keluarga, bahkan saat siaran olahraga. Banyak orang marah dan melakukan demonstrasi di depan bioskop. Akibat tekanan publik, film ini akhirnya ditarik dari banyak layar. Ironisnya, sekarang justru dianggap sebagai salah satu film horor Natal paling ikonik.

4. The Burning (1981)

The Burning.
The Burning (dok. MGM/The Burning)

Sekilas, The Burning terlihat seperti film slasher biasa tentang pembunuh misterius di perkemahan musim panas. Tapi yang membedakan adalah tingkat kekerasannya yang cukup ekstrem untuk ukuran saat itu. Adegan-adegan berdarah membuat film ini harus dipotong cukup banyak sebelum bisa tayang.

Film ini juga masuk daftar video nasties di Inggris dan sempat beredar dalam versi yang tidak dipotong secara tidak sengaja. Hal itu membuatnya ditarik kembali dari peredaran karena melanggar hukum. Meski begitu, film ini tetap dikenang sebagai salah satu slasher klasik yang membantu melahirkan banyak bintang besar di kemudian hari.

5. Possession (1981)

Possession.
Possession (dok. Gaumont Distribution/Possession)

Berbeda dari film horor lain, Possession lebih condong ke horor psikologis yang aneh dan disturbing. Dibintangi Sam Neill dan Isabelle Adjani, film ini menceritakan hubungan suami istri yang hancur dengan elemen supernatural yang makin lama makin tidak masuk akal.

Versi aslinya dipotong cukup drastis saat dirilis di Amerika, sehingga membuat ceritanya terasa membingungkan dan menuai kritik negatif. Di Inggris, film ini juga masuk daftar sensor ketat. Namun seiring waktu, versi utuhnya mulai diapresiasi dan bahkan dianggap sebagai salah satu horor arthouse terbaik sepanjang masa.

Film horor memang selalu punya cara untuk mendorong batas, tapi lima film ini membuktikan bahwa terkadang batas itu benar-benar ditembus terlalu jauh untuk zamannya. Nah, kira-kira dari daftar ini, film horor era 80-an mana yang paling bikin kamu penasaran untuk ditonton?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Diana Hasna
EditorDiana Hasna
Follow Us

Latest in Hype

See More