5 Musisi Legendaris yang Mengaku Membenci Musik Punk, Kenapa?

- Lima musisi legendaris seperti Angus Young, David Crosby, Queen, David Gilmour, dan John Lydon dikenal vokal menyatakan ketidaksukaan mereka terhadap musik punk.
- Alasan utama penolakan mereka berkisar pada anggapan bahwa punk terlalu berisik, sembrono, dan lebih menonjolkan sikap pemberontak daripada kualitas musikal.
- Meskipun begitu, perdebatan tentang nilai artistik dan pengaruh budaya dari musik punk tetap hidup hingga kini di kalangan pecinta musik rock.
Musik punk dikenal sebagai gerakan penuh amarah, pemberontakan, dan sikap anti-kemapanan. Ketika genre ini meledak di akhir 1970-an lewat band-band seperti Sex Pistols dan The Clash, dunia musik langsung berubah drastis. Banyak musisi muda menyukai energi mentah dan gaya asal-tabrak punk, tetapi tidak semua legenda rock merasa terkesan dengan kemunculan gerakan itu.
Beberapa musisi senior justru menganggap punk terlalu berisik, bahkan merusak budaya konser rock pada saat itu. Ada yang merasa punk cuma tren sesaat, ada pula yang terang-terangan mengejek para musisinya. Menariknya, sebagian dari mereka justru pernah bentrok langsung dengan ikon punk terkenal.
Berikut lima musisi legendaris yang dikenal cukup vokal soal ketidaksukaan mereka terhadap musik punk. Apa alasannya, ya?
1. Angus Young
Sebagai gitaris utama AC/DC, Angus Young selalu percaya bahwa musik rock seharusnya sederhana, tetapi tetap dimainkan dengan skill solid. Menurutnya, punk memang punya semangat liar mirip dengan rock klasik, tetapi banyak band punk dianggap terlalu berantakan dan asal main. Angus merasa banyak grup punk lebih fokus pada sikap memberontak dibandingkan dengan kualitas musik mereka sendiri.
Selain musiknya, Angus juga tidak suka dengan perilaku sebagian fans punk di konser. Ia pernah mengeluhkan kebiasaan penonton punk yang suka meludah ke arah panggung dan membuat suasana gig jadi kacau. Dalam wawancara lama, Angus bahkan mengaku dirinya dan kru AC/DC pernah turun tangan menghadapi penonton yang kelewatan.
2. David Crosby
Nama David Crosby identik dengan musik folk rock santai dan penuh harmoni vokal. Karena itu, tidak heran kalau gaya musik punk yang kasar terasa sangat bertolak belakang dengan selera musikalnya. Meski sama-sama sering menyisipkan kritik sosial dalam lagu, Crosby tidak pernah benar-benar menghargai pendekatan punk yang menurutnya terlalu sembrono.
Ketika ditanya soal pandangannya tentang punk di media sosial, Crosby menjawab dengan sangat dingin. Ia menyebut banyak musik punk tidak punya nilai musikal dan liriknya terasa kekanak-kanakan. Komentar itu langsung memancing reaksi dari penggemar punk, tetapi Crosby tampaknya tidak peduli. Baginya, energi liar saja tidak cukup jika musiknya sendiri terasa asal-asalan.
3. Queen
Di saat punk mulai mendominasi Inggris pada akhir 1970-an, Queen justru tampil dengan musik megah, teatrikal, dan penuh aransemen rumit. Perbedaan gaya itu membuat mereka sering dianggap musuh alami gerakan punk. Salah satu momen paling terkenal terjadi ketika bassist Sex Pistols, Sid Vicious, sempat mengejek Freddie Mercury di studio rekaman.
Menurut cerita kru Queen, Freddie langsung membalas ejekan Sid dengan komentar sarkastik sebelum mengusirnya keluar dari studio. Ketegangan itu semakin memperjelas bahwa Queen tidak terlalu menyukai budaya punk yang saat itu sedang naik daun. Banyak fans bahkan percaya, lagu seperti We Are the Champions berisi sindiran halus terhadap scene punk yang dianggap terlalu sinis terhadap rock klasik.
4. David Gilmour
Sebagai sosok penting di Pink Floyd, David Gilmour sering menjadi sasaran kritik dari musisi punk. John Lydon bahkan pernah memakai kaus Pink Floyd bertuliskan “I Hate” untuk menunjukkan ketidaksukaannya pada band progresif tersebut. Meski begitu, Gilmour sebenarnya tidak sepenuhnya membenci punk sejak awal kemunculannya.
Ia mengakui bahwa punk sempat terasa segar dan penuh energi ketika pertama kali muncul. Namun menurutnya, gerakan itu tidak punya pengaruh jangka panjang yang benar-benar kuat secara musikal. Gilmour menganggap musik yang dimainkan dengan sengaja buruk dan sikap terlalu kasar hanyalah fase pemberontakan remaja yang selalu muncul di tiap generasi.
5. John Lydon
Mungkin terdengar aneh melihat John Lydon masuk daftar ini, mengingat ia adalah wajah utama Sex Pistols. Namun, seiring waktu, Lydon justru sering mengkritik banyak band punk yang muncul setelah kesuksesan grupnya. Ia merasa terlalu banyak musisi yang cuma meniru gaya Sex Pistols tanpa punya identitas sendiri.
Lydon pernah menyebut banyak band punk generasi berikutnya sebagai copycat yang hanya menjual citra pemberontak kosong. Menurutnya, punk awal lahir dari frustrasi sosial nyata di Inggris saat itu, bukan sekadar gaya rambut aneh atau jaket kulit penuh pin. Ironisnya, salah satu tokoh paling penting dalam sejarah punk malah menjadi salah satu pengkritik paling keras terhadap genre yang ikut ia besarkan sendiri.
Musik punk memang berhasil mengubah sejarah rock dengan caranya yang penuh perlawanan. Perdebatan soal apakah punk adalah revolusi musik atau sekadar kekacauan penuh amarah pun masih terus dibicarakan sampai sekarang. Kalau menurutmu, kritik para musisi ini masuk akal atau justru punk memang seharusnya berantakan dan liar?



















