Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

7 Aktor yang Popularitasnya Dianggap Terlalu Dipaksakan, Setuju?

7 Aktor yang Popularitasnya Dianggap Terlalu Dipaksakan, Setuju?
Jaden Smith di After Earth (dok. Sony Pictures/After Earth)

Hollywood selalu punya cara untuk membuat seseorang jadi pusat perhatian. Kadang memang karena bakat besar, tapi tidak sedikit juga aktor yang terus mendapat proyek besar meski penonton merasa kemampuan aktingnya biasa saja. Faktor koneksi, popularitas media sosial, nama keluarga terkenal, sampai dukungan studio besar sering membuat beberapa nama terus muncul di layar lebar maupun streaming.

Menariknya, perdebatan soal aktor overhyped ini selalu ramai dibahas di internet. Ada yang merasa mereka sebenarnya berbakat tapi salah pilih proyek, sementara yang lain menilai popularitas mereka lebih besar daripada kualitas aktingnya. Dari film blockbuster sampai serial streaming, beberapa aktor berikut sering dianggap terlalu dipromosikan oleh industri hiburan.

1. James Corden

 James Corden di Mammals.
James Corden di Mammals (dok. Dignity Productions/Mammals)

Sebelum dikenal sebagai host acara talk show, James Corden sebenarnya sudah cukup sering muncul di film komedi. Sayangnya, banyak penonton merasa gaya humornya terlalu dipaksakan dan lebih mengandalkan gimmick daripada komedi yang benar-benar lucu. Saat memandu acara larut malam pun, ia sering dianggap terlalu fokus pada dirinya sendiri dibanding membuat materi yang benar-benar menghibur.

Meski punya segmen viral seperti karaoke mobil, banyak orang merasa popularitasnya lebih besar daripada kemampuan aktingnya. Kritik terhadap Corden makin keras setelah penampilannya di Cats (2019) jadi bahan ejekan internet. Di film yang memang sudah kacau itu, aktingnya tetap dianggap paling mencolok dalam arti negatif.

Banyak yang heran kenapa ia masih terus mendapat proyek besar, termasuk menjadi pengisi suara utama di Peter Rabbit. Padahal, menurut sebagian penonton, peran tersebut bisa diberikan kepada pengisi suara profesional yang lebih cocok.

2. Jaden Smith

Jaden Smith di The Karate Kid.
Jaden Smith di The Karate Kid (dok. Sony Pictures/The Karate Kid)

Nama Jaden Smith hampir selalu dikaitkan dengan istilah nepotisme Hollywood. Sebagai anak dari Will Smith, ia mendapat kesempatan besar sejak usia muda lewat proyek-proyek film mahal. Namun, banyak penonton merasa performa aktingnya tidak cukup kuat untuk menopang film besar. Kegagalannya di After Earth (2013) bahkan disebut ikut merusak momentum karier ayahnya saat itu.

Perbandingan paling sering muncul ketika orang membahas remake The Karate Kid (2010). Banyak yang merasa karisma Jaden jauh kalah dibanding Ralph Macchio di versi klasik tahun 1984. Bahkan kehadiran Jackie Chan dianggap tidak cukup menyelamatkan film tersebut dari kesan membosankan.

Setelah karier aktingnya meredup, Jaden lebih aktif di dunia musik, meski karya-karyanya juga sering menuai komentar campur aduk.

3. Millie Bobby Brown

Millie Bobby Brown di Enola Holmes 2.
Millie Bobby Brown di Enola Holmes 2 (dok. Netfix/Enola Holmes 2)

Popularitas Millie Bobby Brown melejit berkat serial Stranger Things, dan karakter Eleven langsung jadi ikon budaya pop. Namun, setelah serial itu sukses besar, banyak orang merasa proyek-proyek film yang ia pilih terasa terlalu aman dan generik. Dibanding rekan-rekannya seperti Finn Wolfhard atau Sadie Sink yang mencoba film-film lebih unik, Brown justru lebih sering muncul di proyek Netflix yang cepat dilupakan.

Film-film seperti Damsel atau Enola Holmes memang populer sesaat, tapi banyak yang merasa tidak meninggalkan dampak besar. Bahkan ketika tampil di franchise MonsterVerse, kehadirannya dianggap kurang berkesan. Kritikus internet juga sering menilai citra Millie lebih dibentuk oleh algoritma streaming dan promosi media sosial daripada kualitas akting yang benar-benar luar biasa.

4. Gal Gadot

 Gal Gadot di Wonder Woman 1984
Gal Gadot di Wonder Woman 1984 (dok. Warner Bros/Wonder Woman 1984)

Gal Gadot mendapatkan popularitas global setelah memerankan Wonder Woman di film DC. Banyak orang mengakui bahwa ia memang cocok secara visual untuk karakter tersebut, terutama dalam adegan aksi. Namun, di luar peran itu, kemampuan aktingnya sering dianggap datar dan kurang emosional. Kritik ini makin keras ketika ia tampil di beberapa proyek lain yang tidak sesukses Wonder Woman.

Penampilannya di remake live-action Snow White (2025) sempat ramai dibicarakan karena kemampuan menyanyinya dianggap kurang meyakinkan. Selain itu, film Netflix seperti Red Notice dan Heart of Stone memang punya angka penonton tinggi, tetapi cepat hilang dari pembicaraan publik. Banyak yang merasa Gal Gadot lebih diuntungkan oleh citra franchise besar dibanding kemampuan akting yang benar-benar kuat.

5. Maude Apatow

Maude Apatow di Euphoria.
Maude Apatow di Euphoria (dok. HBO./Euphoria)

Sebagai putri sutradara terkenal Judd Apatow, Maude Apatow otomatis mendapat sorotan sejak awal kariernya. Ia mulai banyak dibicarakan lewat serial Euphoria, tetapi sebagian penonton merasa karakternya kurang menonjol dibanding pemain lain seperti Sydney Sweeney atau Jacob Elordi. Di tengah cast yang penuh karakter kuat, penampilannya dianggap terlalu biasa.

Banyak kritik juga menyebut Maude sering memainkan tipe karakter yang mirip di berbagai proyek. Persona anak muda menyebalkan yang ia tampilkan dianggap cepat terasa repetitif. Karena itulah, cukup banyak orang yang merasa kariernya lebih terbantu oleh nama besar keluarga dibanding kemampuan akting yang benar-benar spesial.

6. Alex Pettyfer

The Ministry of Ungentlemanly Warfare.
Alex Pettyfer di The Ministry of Ungentlemanly Warfare (dok. Lionsgate/The Ministry of Ungentlemanly Warfare)

Di akhir 2000-an, Alex Pettyfer sempat diprediksi bakal jadi superstar Hollywood berikutnya. Ia mendapatkan proyek besar seperti I Am Number Four dan Magic Mike. Namun, alih-alih melejit, kariernya justru meredup cukup cepat. Banyak yang merasa karismanya kalah jauh dibanding aktor lain di film-film tersebut.

Masalah di balik layar juga ikut memperburuk reputasinya. Konfliknya dengan Channing Tatum saat produksi Magic Mike membuat citranya semakin buruk di industri. Belum lagi berbagai tuduhan kontroversial yang membuat namanya makin jarang muncul di proyek besar.

Ketika akhirnya kembali lewat The Ministry of Ungentlemanly Warfare (2024), banyak penonton merasa performanya masih kalah mencolok dibanding pemain lain seperti Henry Cavill.

7. Ariana Grande

Ariana Grande di Wicked.
Ariana Grande di Wicked (dok. Universal Pictures/Wicked)

Sebagai penyanyi pop, Ariana Grande memang punya basis penggemar yang sangat besar. Namun, ketika mulai serius masuk dunia akting, banyak orang mempertanyakan apakah kemampuan aktingnya benar-benar sekuat popularitasnya. Penampilannya di Wicked menuai respons campur aduk.

Ada yang memuji energinya, tapi tidak sedikit yang merasa ia hanya memainkan versi lain dari persona publiknya sendiri. Kritik terbesar terhadap Ariana biasanya datang dari anggapan bahwa ia terlalu berusaha terlihat “Oscar-worthy”.

Padahal, sebagian penonton merasa range aktingnya masih terbatas. Meski begitu, nama besarnya tetap membuat studio tertarik memberinya proyek besar berikutnya. Hal inilah yang membuat banyak orang menganggap popularitas Ariana di dunia film lebih didorong kekuatan fandom dan industri hiburan daripada kualitas akting murni.

Perdebatan soal aktor overhyped memang tidak akan pernah selesai karena selera penonton selalu berbeda-beda. Ada yang melihat mereka sebagai simbol nepotisme dan promosi berlebihan, tetapi ada juga yang percaya mereka hanya belum menemukan proyek yang tepat untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya.

Dari semua nama di atas, menurut kamu siapa yang memang terlalu dibesar-besarkan popularitasnya?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Diana Hasna
EditorDiana Hasna
Follow Us

Related Articles

See More

7 Aktor yang Popularitasnya Dianggap Terlalu Dipaksakan, Setuju?

14 Mei 2026, 09:39 WIBHype