cuplikan adegan dalam film Paths of Glory (dok. Bryna Productions/Paths of Glory)
Paths of Glory bercerita tentang Mayor Jenderal Broulard (diperankan Adolphe Menjou) yang memberi perintah kepada Jenderal Mireau (diperankan George Macready) untuk melaksanakan tugas yang hampir mustahil, yaitu merebut posisi yang dibentengi Jerman dan dikenal sebagai Anthill. Sayangnya, misi tersebut gagal. Alhasil, tiga tentara Mireau: Prajurit Pierre Arnaud (diperanan Joe Turkel), Prajurit Maurice Ferol (diperankan Timothy Carey), dan Kopral Philippe Paris (diperankan Ralph Meeker) diadili di pengadilan militer karena dianggap pengecut dan gak berhasil dalam misi tersebut. Meskipun sebenarnya mereka gak bersalah, nih, karena misi tersebut memang gak masuk akal dan dianggap mustahil. Kolonel Dax (diperankan Kirk Douglas), Komandan Resimen Infanteri ke-701, ditugaskan sebagai penasihat.
Film ini sebenarnya diadaptasi dari kisah nyata. Pada tahun 1915, 24 tentara dari semua posisi di kompi ke-21 dari Angkatan Darat Prancis diadili di pengadilan militer karena menolak menyerang pos terdepan Jerman. Mereka ketakutan karena dihujani gelombang serangan artileri yang dahsyat. Dari keempat orang itu, empat kopral dijatuhi hukuman mati oleh regu tembak di Souain. Rupanya, ketidakadilan yang memalukan dari para prajurit tersebut ditulis dalam novel Humphrey Cobb berjudul Paths of Glory (1935), yang diadaptasi oleh Stanley Kubrick ke layar lebar. Rupanya, Kubrick suka membaca buku ini saat remaja.
Paths of Glory ternyata selalu ditonton dan diingat selama 69 tahun sejak dirilis di bioskop. Film ini punya kritikan tajam dan menjengkelkan terhadap kejahatan birokrasi pemerintahan, khususnya di militer. Yap, daya tarik film ini terletak pada peristiwa-peristiwa dalam film tersebut yang ada dalam catatan sejarah.