Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Apa Perbedaan Marapthon Season 1, 2 dan 3? Ini Penjelasannya

Apa Perbedaan Marapthon Season 1, 2 dan 3? Ini Penjelasannya
thumbnail Marapthon season 3 (youtube.com/ybrap)
Intinya Sih

  • Marapthon berkembang dari livestream sederhana menjadi acara besar dengan durasi siaran meningkat dari 34 hari di season 1 hingga 101 hari nonstop di season 3.
  • Setiap musim menghadirkan peningkatan fasilitas studio, dari ruang sempit hingga rumah studio profesional lengkap dengan area aktivitas dan dapur luas.
  • Skala produksi dan jumlah penonton terus naik, puncaknya di season 3 dengan jutaan views serta penutupan megah lewat konser Festivaaal Marapthon di Istora Senayan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Hari ini, Marapthon season 3 resmi berakhir yang ditutup lewat festival musik di Istora Senayan. Berawal dari livestream nonstop yang jadi ajang seru-seruan bareng di tongkrongan, Reza Arap dan AAA Clan sukses meraih popularitas yang luar biasa lewat Marapthon.

Namun, setelah menjalani 3 musim, sebenarnya apa perbedaan Marapthon season 1, 2 dan 3? Faktanya, acara livestream ini memiliki banyak perubahan dari season 1 hingga 3.

Mulai dari konsep, durasi siaran, studio, hingga skala produksinya. Biar kamu lebih kenal dengan acara hits yang satu ini, yuk, simak perjalanan Marapthon dari season pertama sampai The Last Tale!

Table of Content

1. Durasi siaran yang makin panjang

1. Durasi siaran yang makin panjang

Perbedaan Marapthon Season 1, 2 dan 3
cuplikan Marapthon season 1 day 1 (youtube.com/yb)

Salah satu perbedaan Marapthon season 1, 2 dan 3 yang paling terlihat adalah durasi siarannya. Setiap musim selalu hadir dengan waktu livestream yang lebih panjang dibanding sebelumnya.

Pada season 1 yang tayang akhir 2024, siaran berjalan selama 34 hari. Angka ini kemudian melonjak dua kali lipat pada season 2 yang dimulai pada awal 2025, yaitu selama 69 hari siaran.

Puncaknya, pada season 3 tahun ini Reza Arap dan kru AAA Clan berhasil mencetak durasi paling fantastis, yaitu siaran nonstop hingga kurang lebih 101 hari. Menariknya, Reza Arap sempat mengungkap adanya tawaran sponsor fantastis senilai Rp1 triliun untuk kemungkinan Season 4. Kira-kira bakal ada gak, ya?

2. Upgrade lokasi studio tiap musimnya

Perbedaan Marapthon Season 1, 2 dan 3
potret Marapthon season 2 (youtube.com/yb)

Perbedaan Marapthon season 1, 2 dan 3 berikutnya terlihat dari lokasi studio yang terus upgrade. Pada season 1 Marapthon, lokasi yang digunakan masih menggunakan studio sempit dengan sofa ditengah. Gak cuma itu, pencahayaannya pun cukup minim dan kurang banyak ruang gerak.

Masuk ke musim kedua, skala tempatnya diperbesar dengan pindah ke sebuah rumah studio baru yang jauh lebih luas. Nah, tempat inilah yang sering dijuluki Thousand Sunny. Hal ini terlihat dari judulnya yang sering menggunakan kalimat Welcome To Thousand Sunny.

Sementara itu, pada musim ketiga, mereka menggunakan rumah studio yang fasilitasnya jauh lebih profesional. Mulai dari dapur hingga area aktivitas yang lebih luas. Upgrade studio inilah yang membuat perbeda besar dari Marapthon season 1, 2, dan 3.

3. Skala produksi dan naiknya viewers

Perbedaan Marapthon Season 1, 2 dan 3
cuplikan Marapthon season 3 (youtube.com/ybrap)

Dari sisi produksi, Marapthon season 1, 2 dan 3 juga mengalami peningkatan signifikan. Season 1 murni terasa seperti eksperimen livestream sederhana dari member AAA Clan. Meski konsepnya masih mentah, Marapthon sukses mencuri perhatian publik dengan total penonton lebih dari 32 juta views selama 34 hari siaran.

Masuk ke season 2, manajemen konten mulai terlihat jauh lebih tertata. Produksi livestream semakin rapi dan sponsor besar mulai berdatangan. Bahkan, Marapthon season 2 sempat menempati peringkat ke-4 YouTube Global untuk kategori kreator pria dan masuk jajaran livestream paling banyak ditonton versi Streams Charts.

Sementara itu, season 3 tampil sebagai puncak perkembangan Marapthon. Skala produksinya dibuat jauh lebih matang dan profesional. Popularitasnya juga meningkat drastis dengan lebih dari 232 ribu penonton realtime dan total penayangan yang menembus jutaan views di tiap livestream.

4. Tema dan konsep setiap musim berbeda

Perbedaan Marapthon Season 1, 2 dan 3
cuplikan Marapthon season 3 (youtube.com/ybrap)

Setiap season Marapthon ternyata memiliki tema dan konsep yang berbeda-beda. Pada Season 1, Marapthon mengusung tema “Uangmu Menentukan Kehidupan Kami.”

Konsepnya masih sangat mentah, kasual, dan benar-benar terasa seperti nongkrong seru-seruan bareng AAA Clan. Di season ini, penonton bahkan bisa memperpanjang durasi livestream dengan memberikan donasi secara langsung.

Adapun pada Season 2, Marapthon hadir dengan taglineWelcome to The Sunny.” Di musim inilah popularitas Marapthon benar-benar meledak hingga dikenal secara internasional. Bahkan, channel livestream tersebut sempat masuk ke peringkat ke-4 YouTube Global.

Gak hanya jumlah penonton yang meningkat, konsep Season 2 juga terasa lebih matang dengan produksi yang lebih rapi serta guest star lebih beragam. Terakhir ada Marapthon pada Season 3 yang memiliki studio tampil jauh lebih megah dan cinematic.

Season kali ini mengusung tema “The Last Tale” yang disebut sebagai penutup perjalanan Marapthon. Mulai dari desain studio, kualitas produksi, hingga konsep acaranya dibuat jauh lebih besar.

5. Format closing ceremony yang berbeda

Perbedaan Marapthon Season 1, 2 dan 3
Festivaaal Marapthon: The Last Tale (instagram.com/weareaaaclan)

Perbedaan Marapthon season 1, 2 dan 3 juga terlihat dari konsep penutup acaranya alias closing ceemony. Pada season 1, penutupan dilakukan secara sederhana dan lebih fokus pada momen internal member AAA Clan.

Sementara itu, pada season 2, closing streaming ini lebih meriah karena popularitas Marapthon mulai meningkat di media sosial. Di Season 3 kali ini, justru closing ceremony-nya lewat konser Festivaaal Marapthon di Istora Senayan.

Acara tersebut menghadirkan berbagai guest star seperti SMASH, Aldi Taher, For Revenge, The Changcuters, hingga KOTAK. Acara ini menjadi penutup resmi perjalanan Marapthon Season 3: The Last Tale.

Secara keseluruhan, perbedaan Marapthon Season 1, 2 dan 3 terlihat dari durasi livestream yang semakin panjang, studio yang terus berkembang, kualitas produksi yang selalu upgrade. Kalau kamu mulai ngikutin Marapthon dari season keberapa, tuh?

FAQ seputar perbedaan Marapthon Season 1, 2 dan 3

Apa perbedaan Marapthon Season 1, 2 dan 3?

Perbedaan utamanya terletak pada konsep, durasi livestream, kualitas produksi, dan nuansa yang dibangun di setiap season.

Berapa lama durasi setiap season Marapthon?

Season 1 berlangsung sekitar 34 hari, Season 2 sekitar 69 hari, dan Season 3 lebih dari 100 hari nonstop.

Rekor dunia apa saja yang didapat di Marapthon season 3?

Season 3 berhasil meraih dua penghargaan Guinness World Records, yakni rekor siaran langsung dengan penonton serentak terbanyak di dunia, serta rekor tercepat menempelkan sticky notes ke tubuh manusia.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Lea Lyliana
EditorLea Lyliana

Related Articles

See More