Finneas, Aaron Rowe, dan Lukas Graham (instagram.com/finneas | instagram.com/aaronrowe__ | instagram.com/lukasgraham)
Lukas Graham menjadi musisi pertama yang menyatakan mundur dari sisa jadwal tur Ed Sheeran. Kabar ini ia bagikan pada Rabu (16/9/2026) dini hari melalui akun Instagram resminya. Ia membuka surat panjangnya dengan mengatakan, betapa pentingnya manusia bisa bersuara, termasuk tentang perang dan warga sipil yang terbunuh.
"Uang tidak membuat seseorang berhak menguasai percakapan. Saldo rekening siapa pun seharusnya tidak menentukan siapa yang boleh berbicara atau penderitaan mana yang boleh kita akui. Aku mencintai Ed dan aku bersyukur atas semua yang telah kami lalui bersama. Hal itu tidak berubah. Namun, aku tidak bisa menyampaikan kata-kata ini kepada dunia dan melanjutkan tur ini dalam situasi seperti sekarang. Kami memutuskan untuk mundur dari sisa jadwal tur," kata Lukas Graham.
Berselang satu jam kemudian, Finneas ikut mengumumkan pengunduran dirinya. Penyanyi yang dijadwalkan membuka enam konser Ed Sheeran di Amerika Selatan tersebut turut menyoroti bagaimana artis harus bisa menyuarakan pendapatnya. Ia pun mendukung seniman yang tetap berani membela yang tetrindas.
Finneas menulis, “Para seniman tidak boleh dibungkam ketika mereka bersuara untuk membela mereka yang tertindas. Saya telah memutuskan untuk mundur dari jadwal tur mendatang saya bersama Ed Sheeran. Saya berdiri bersama Palestina dan rakyatnya.”
Tak lama setelah Finneas, Aaron Rowe juga mengumumkan bahwa dirinya mundur sebagai artis pendukung “The Loop Tour.” Ia mengatakan keputusan tersebut tidak mudah, karena Ed Sheeran merupakan teman yang telah memberikan pengaruh besar dalam hidupnya. Dalam pernyataannya, Aaron turut menyinggung latar belakang Irlandia yang membuatnya memahami sejarah genosida, kelaparan paksa, dan pendudukan.
"Aku harus tetap jujur pada diriku sendiri dan para leluhurku yang menentang kolonialisme serta memperjuangkan kebebasan yang bisa kunikmati hari ini di Irlandia. Free Palestine," tulis Aaron Rowe.