Kenapa Korban Kekerasan dan Pelecehan Butuh Dukungan Kuat di Honour?

- Drama Korea Honour menyoroti perjuangan tiga pengacara yang membela korban kekerasan dan pelecehan, meski menghadapi tekanan hukum serta ketimpangan sistem peradilan.
- Kisah para korban menunjukkan dampak psikologis mendalam seperti rasa bersalah, trauma panjang, dan ketakutan untuk berbicara karena stigma sosial yang masih kuat.
- Artikel menegaskan pentingnya dukungan publik bagi korban agar berani mencari keadilan, mengingat proses hukum sering berat dan masyarakat kerap salah memberi respons.
Penggunaan media sosial yang semakin marak membuat masyarakat semakin sadar jika kasus kekerasan dan pelecehan ini masih belum terberantas sepenuhnya. Banyak korban yang berani membicarakan kasusnya ini membutuhkan banyak waktu berpikir sebelumnya. Kondisi ini juga digambarkan dengan baik dalam drakor Honour (2026).
Dalam drakor ini, Yoon Ra Young (Lee Na Young), Kang Shin Jae (Jung Eun Chae), dan Hwang Hyun Jin (Lee Chung Ah) memperjuangkan kasus kejahatan, terutama kekerasan dan pelecehan, yang kerap mengalami kekalahan di meja hijau. Pekerjaan ketiganya ini dianggap gak menguntungkan firma karena berpihak pada korban yang gak punya kekuasaan dan uang. Pada akhirnya, mereka menghadapi kebuntuan dalam menyelesaikan kasus.
Sayangnya, ketiganya juga membuktikan bahwa korban memang sangat membutuhkan dukungan kuat dari berbagai pihak. Lalu, kenapa dukungan ini sangat berarti bagi korban kekerasan dan pelecehan di drakor Honour?
Peringatan, artikel ini mengandung spoiler.
1. Korban akan lebih mudah menyalahkan dirinya

Salah satu dampak yang paling terasa secara individu adalah korban akan selalu menyalahkan dirinya sendiri terlebih dahulu setelah kejadian berlangsung. Hal ini juga dialami secara personal oleh Yoon Ra Young saat usia 20 tahun. Saat itu, Yoon Ra Young mengalami kekerasan dan pelecehan seksual dari pacarnya.
Sayangnya, Yoon Ra Young gak bisa melawan perbuatan kekasihnya saat itu dan memilih untuk memendamnya sendiri. Sejak saat itu, Yoon Ra Young berjuang sendirian untuk mengembalikan kepercayaan dirinya sendiri. Dia bahkan ketakutan membicarakan kasus yang menimpanya di masa lalu hingga 20 tahun lamanya.
Gak hanya itu, beberapa korban pelecehan aplikasi Connect In, yang diselidiki Yoon Ra Young cs, juga mengalami hal yang serupa. Mereka gak ingin membuka diri karena menyalahkan diri sendiri dan merasa gak ada yang mau menolongnya.
2. Menghadapi stigma sosial yang merendahkannya

Pelecehan dan kekerasan seksual ditanggapi oleh masyarakat dengan cara unik. Banyak orang menganggap kasus ini gak hanya kesalahan dari pelaku saja. Korban juga turut andil dalam kejadian tersebut.
Buktinya, mendiang Jo Yoo Jeong (Park Se Hyun) gak ingin mengungkapkan secara mudah pelecehan yang menimpanya ini. Dia sangat takut akan stigma sosial yang bisa merendahkan perempuan dalam kasus tersebut.
3. Respon masyarakat yang kerap salah sasaran

Pelaku pelecehan dan kekerasan Jo Yoo Jeong adalah seorang aktor ternama yang dicintai masyarakat, Kang Eun Seok (Lee Chan Hyeong). Saat kasus ini berjalan, Kang Eun Seok masih mendapatkan dukungan yang luar biasa dari penggemarnya. Kondisi ini sangat berbeda jauh dengan yang dihadapi Jo Yoo Jeong.
Jo Yoo Jeong sangat ketakutan untuk muncul di publik. Sayangnya, identitas Jo Yoo Jeong bisa tersebar dan membuatnya semakin takut untuk keluar rumah. Pada akhirnya, Jo Yoo Jeong juga gak sanggup untuk muncul dan berinteraksi dengan orang lain.
4. Melewati proses hukum yang berat

Sejak didirikannya firma hukum L&J, Yoon Ra Young dan kedua sahabatnya ini sadar jika kasus yang mereka tangani ini akan sulit dihadapi. Hukum menunjukkan ketimpangan yang sangat besar ketika berhadapan dengan kasus pelecehan seksual. Gak hanya itu, hukum juga seakan bisa dibeli oleh tersangka hingga mudah melepaskan diri.
Dengan proses yang berliku ini, korban seakan sadar jika hukum gak pernah berpihak pada mereka. Proses mencapai keadilan sangat gak mudah untuk dilalui oleh para korban pelecehan dan kekerasan seksual ini.
Makanya, setiap kasus pelecehan dan kekerasan seksual, masyarakat dihimbau untuk menunjukkan dukungannya pada korban terlebih dahulu. Bukti dan segala latar belakang masalah bisa jadi pertimbangan di belakang. Hal ini disebabkan korban juga butuh perjuangan besar untuk berani mengungkapkan kasus mereka ke publik.


















