Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

3 Buku Favorit Member CORTIS, Coba Tebak Siapa yang Paling Suka Baca!

3 Buku Favorit Member CORTIS, Coba Tebak Siapa yang Paling Suka Baca!
CORTIS (x.com/cortis_bighit)

Sebagai boy group KPop generasi kelima yang menjadi sorotan, gerak-gerik CORTIS selalu diperhatikan para penggemar serta netizen. Mereka pun sering digambarkan sebagai ikon Gen Z saat ini. Nyatanya, memiliki jadwal kesibukan yang padat tidak menjadi penghalang bagi para member CORTIS untuk membaca buku.

Rekomendasi buku pilihan mereka tidak sekadar menjadi sarana hiburan, tetapi juga menawarkan sudut pandang mendalam mengenai kehidupan. Gak jarang, buku-buku ini juga menginspirasi mereka dalam keseharian. Nah, berikut rekomendasi buku favorit para member CORTIS yang cocok untuk menemani waktu senggang kamu.

Table of Content

1. The Subtle Art of Not Giving A F*ck karya Mark Manson

1. The Subtle Art of Not Giving A F*ck karya Mark Manson

The Subtle Art of Not Giving a F*ck by Mark Manson
The Subtle Art of Not Giving a F*ck by Mark Manson (markmanson.net)

Member CORTIS pernah menunjukkan buku yang mereka baca dalam suatu acara yang berjudul The Subtle Art of Not Giving A Fuck. Buku rilis pada 13 September 2016. Kemudian, buku ini juga dirilis dalam bahasa Indonesia yang berjudul "Sebuah Seni Untuk Bersikap Bodo Amat" dan diterbitkan pertama kali oleh penerbit PT. Gramedia Widiasarana Indonesia (Grasindo) pada tahun 2018.

Mark Manson mengajak untuk menerima kenyataan bahwa hidup sering kali penuh dengan kesulitan dan rasa sakit. Buku ini juga mengajarkan kita untuk memilih dengan bijak apa yang benar-benar penting bagi pembaca dan tidak lagi menghabiskan waktu dan energi untuk mengejar hal-hal yang sebenarnya tidak penting atau bahkan merugikan.

2. The Creative Act: A Way of Being karya Rick Rubin

potret buku The Creative Act A Way of Being (dok. Goodreads)
potret buku The Creative Act A Way of Being (dok. Goodreads)

Buku ini pernah diperlihatkan dan dibaca oleh leader CORTIS, Martin. Buku The Creative Act A Way of Being yang merupakan hasil karya dari Rick Rubin, seorang produser paling berpengaruh dalam sejarah musik modern, terutama dalam genre hip-hop dan rock dan sekaligus pendiri label Def Jam Recordings bersama Russell Simmons pada tahun 1984. Label ini juga melahirkan artis-artis besar seperti Run-D.M.C, Beastie Boys, dan LL Cool J.

Rick Rubin mengajak para pembaca untuk berpikir ulang soal arti “kreatif” yang ternyata bukan soal membuat karya apa saja, tapi soal cara pembaca memaknai hidup yang dijalani. Bagaimana caranya hidup dengan lebih sadar, lebih connect sama diri sendiri, dan tetap kreatif meskipun lagi tidak melakukan apa-apa.

3. Honmono karya Seong Hae-Na

potret buku Honmono
potret buku Honmono (dok. Changbi Publisher)

Ketika sedang melakukan live streaming, Martin dan Juhoon CORTIS memperlihatkan buku Honmono karya dari Seong Hae Na sebagai salah satu rekomendasi dan buku yang mereka baca. Buku ini juga pernah menjadi buku terlaris nomor satu di Korea Selatan.

Buku ini merupakan kumpulan cerpen yang membahas tentang soal keaslian diri, identitas, dan belajar untuk jujur dengan diri sendiri pada masa sekarang. Seong Hae-Na mengajak para pembaca untuk selalu lebih berani terbuka menerima diri sendiri apa adanya. Terlebih di masa sekarang, hampir semua orang memakai topeng hanya karena tidak ingin terlihat buruk.

Rekomendasi buku yang dibaca oleh para member CORTIS dikenal memiliki narasi yang memikat serta pesan moral yang kuat. Di antara semuanya, judul mana yang paling menarik perhatian kamu? Segera tambahkan ke daftar bacaan wajib kamu tahun ini, ya!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Izza Namira
EditorIzza Namira
Follow Us