Budaya kantor yang menuntut karyawan selalu siaga sering kali membuat batas antara pekerjaan dan kehidupan pribadi semakin kabur. Pesan dari atasan pada malam hari, permintaan mendadak saat akhir pekan, hingga ekspektasi untuk membalas percakapan kerja dengan cepat bisa terasa seperti hal yang wajar. Padahal, kebiasaan tersebut berisiko menguras energi, mengganggu waktu istirahat, dan membuat seseorang merasa harus terus bekerja meski jam kantor sudah berakhir.
Situasi ini semakin rumit ketika karyawan khawatir dianggap kurang berdedikasi hanya karena gak langsung membalas pesan atau menolak tugas di luar kapasitasnya. Menjaga batas kerja bukan berarti menghindari tanggung jawab, melainkan memastikan pekerjaan tetap berjalan tanpa mengorbankan kesehatan dan kehidupan pribadi secara berlebihan. Yuk, pahami lima cara menjaga batas kerja berikut agar kamu tetap profesional tanpa harus selalu siaga setiap saat!
