Bersikap ramah di kantor memang bikin suasana kerja terasa lebih nyaman. Namun, saat kebaikanmu terus dianggap sebagai sesuatu yang bisa dimanfaatkan, hubungan kerja perlahan berubah melelahkan, apalagi jika harus menghadapi rekan kerja toksik yang selalu datang saat membutuhkan bantuan. Tanpa sadar, kamu jadi lebih sibuk mengurus pekerjaan orang lain daripada menyelesaikan tugas sendiri.
Situasi seperti ini sering membuatmu bingung karena ingin tetap dikenal sebagai rekan yang suportif. Di sisi lain, kamu juga mulai merasa capek, kesal, bahkan kehilangan semangat bekerja. Berikut ini lima cara menghadapi rekan kerja yang suka memanfaatkan kebaikanmu tanpa kehilangan integritas maupun ketenangan.
