Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
7 Cara Merawat Orangtua Tanpa Mengorbankan Karier, Apa Mungkin?
ilustrasi merawat ibu (pexels.com/UP CAMBO)
  • Artikel menyoroti tantangan merawat orangtua lanjut usia tanpa harus mengorbankan karier, terutama dalam konteks keseimbangan antara tanggung jawab keluarga dan kebutuhan finansial.
  • Dijelaskan berbagai solusi seperti mengajak orangtua tinggal bersama, mengajukan mutasi kerja, hingga mempekerjakan perawat lansia agar anak tetap bisa bekerja optimal.
  • Penulis menekankan pentingnya komunikasi terbuka, pola pikir positif, serta dukungan aktivitas bagi orangtua agar hubungan harmonis dan kesejahteraan keduanya tetap terjaga.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Tanggal 29 Mei diperingati sebagai Hari Lanjut Usia Nasional atau HLUN. Peringatan ini tentu tidak dibuat asal-asalan. Kelompok lansia di mana pun memang memerlukan perhatian lebih besar baik dari segi kesehatan maupun kesejahteraan.

Masalah pada orang lanjut usia cukup kompleks. Ketika kesehatan dan produktivitas menurun, mereka mengalami banyak kesulitan untuk sekadar mengurus diri sendiri. Orang bilang, lansia sampai sama seperti bayi bahkan lebih merepotkan lagi karena emosinya tidak stabil.

Di masa ini, anak mesti turun tangan untuk merawat orangtua yang makin sepuh. Namun, apakah kamu bis melakukannya tanpa mengorbankan karier? Pasalnya, tidak bekerja atau gak maksimal dalam bekerja malah membuatmu tak punya sumber pemasukan untuk kebutuhan diri serta biaya perawatan orangtua yang mahal. Kami punya beberapa saran buatmu.

1. Ajak orangtua tinggal bersamamu

ilustrasi lansia (pexels.com/weedlyr)

Untukmu yang merantau sedangkan orangtua di kampung halaman, cara ini paling tepat. Kalian tidak bisa terus hidup berjauhan seiring kondisi orangtua yang makin mengkhawatirkan. Bila orangtua tinggal bareng dirimu, pengawasan sehari-hari sangat mudah dilakukan.

Sementara jika kalian berjauhan, belum tentu seminggu sekali kamu bisa pulang untuk menjenguk orangtua. Baik dirimu maupun orangtua menjadi sama-sama sulit hidup dengan tenang. Memang terkadang sulit mengajak orangtua pindah kota di usia yang setua itu, tetapi cobalah dengan membujuknya penuh kelembutan.

2. Atau, kamu yang mengajukan mutasi

ilustrasi lansia (pexels.com/小和尚 温柔的)

Jika orangtua sulit diajak pindah dan tinggal bersamamu, kamu bisa mempertimbangkan pengajuan mutasi. Terutama setelah dirimu bekerja cukup lama di satu kantor. Juga ada peluang untuk mutasi ke kampung halaman atau daerah terdekatnya.

Tentu mutasi ini dapat terasa sebagai pengorbanan karier pula. Namun, setidaknya kamu tak perlu sampai melepas pekerjaan. Dirimu hanya berpindah ke area lain agar bisa sambil merawat orangtua yang kian lanjut usia.

3. Gunakan perawat khusus lansia

ilustrasi lansia (pexels.com/Venus Wong)

Perawat khusus lansia berbeda dengan perawat biasa apalagi pekerja rumah tangga untuk bersih-bersih rumah. Perawat khusus orang lanjut usia memiliki kompetensi untuk menangani kondisi-kondisi medis yang umum dialami lansia. Misalnya, orangtuamu mengalami demensia.

Kalau dirimu asal mempekerjakan orang buat menemaninya boleh jadi ia gak bakal bisa bersabar. Malah orangtuamu menjadi sasaran emosinya. Begitu pula sebaliknya, orangtuamu terus memarahinya karena berbuat berbeda dari keyakinannya.

Jasa perawat lansia pasti akan menambah biaya bulanan untuk merawat orangtua. Akan tetapi, bila secara hitung-hitungan keuangan masih cukup gak apa-apa. Keuntungannya, kamu menjadi bisa bekerja seperti biasa.

4. Komunikasi terbuka dengan orangtua agar saling memahami

ilustrasi lansia (pexels.com/BADAK FOTO)

Orangtuamu juga pernah muda dan bekerja sepertimu. Hanya saja, budaya kerjanya mungkin berbeda. Ketika orangtua masih bekerja, jam kerja gak sampai sore apalagi lembur. Sering jam 14.00 orangtua sudah pulang. Sementara pekerja zaman sekarang seolah-olah waktunya habis untuk bekerja.

Buat orangtua memahami kesibukanmu dengan kamu berkomunikasi secara terbuka. Katakan kenapa dirimu mesti lembur, kapan dinas ke luar kota, dan bagaimana cara penilaian kerja di kantormu.

Sampaikan pula bahwa untuk sekarang kamu gak punya pilihan selain bekerja di luar. Ada banyak kebutuhan yang harus dipenuhi. Juga masa depan yang mesti direncanakan sebaik mungkin. Tetap bekerja seperti sekarang adalah cara yang paling masuk akal buat memenuhi semua itu.

5. Sejak awal hindari pemikiran kamu cuma bisa pilih salah satu

ilustrasi lansia (pexels.com/Long Bà Mùi)

Keputusanmu adalah apa yang awalnya dipikirkan olehmu. Sebab dari pikiran bisa berubah menjadi keyakinan. Itulah yang mendorongmu untuk memutuskan berhenti berkarier demi merawat orangtua.

Bahkan ketika kondisi orangtua sebetulnya masih cukup aman untuk ditinggal bekerja olehmu setiap hari. Toh, kamu juga masih pulang di sore hari dan nyaris gak pernah ke luar kota. Yakini bahwa merawat orangtua serta menjalankan karier dapat dilakukan berbarengan. Dirimu bakal cenderung berhasil melakukannya tanpa halangan berarti.

6. Apalagi berpikir dirimu akan durhaka kalau tetap berkarier

ilustrasi lansia (pexels.com/Tom Fisk)

Takut kamu menjadi anak durhaka ada sisi positif dan negatifnya. Baiknya, dirimu akan lebih menjaga ucapan serta perbuatan pada orangtua. Kamu gak bakal bersikap semena-mena walaupun usia lanjut membuat orangtua tak berdaya.

Namun, jangan sedikit-sedikit kamu cemas akan durhaka pada orangtua. Apalagi hanya karena dirimu ingin tetap mempertahankan karier. Jika kariermu baik otomatis hidup orangtua di masa senjanya juga lebih terjamin.

7. Mendukung orangtua punya kesibukan sesuai usianya

ilustrasi bersepeda (pexels.com/Mehmet Turgut Kirkgoz)

Orangtua yang telah lanjut usia tidak berarti hanya boleh berdiam di rumah tanpa aktivitas apa pun. Malah kondisi gak ngapa-ngapain seperti itu kerap membuat kesehatannya cepat sekali mengalami penurunan. Ingatannya melemah. Begitu pula raganya.

Masih pula emosinya cenderung tidak stabil. Orangtua juga akan kesal ketika kamu meninggalkannya buat bekerja. Orangtua perlu didorong tetap berkegiatan sesuai kemampuannya. Contoh, orangtua dengan sakit diabetes didaftarkan ke kelompok senam khusus pasien diabetes.

Demikian pula jika orangtua pernah stroke biasanya di rumah sakit ada kelompok pasien stroke yang rutin bertemu. Kalau orangtua punya hobi tetapi semasa muda gak sempat melakukannya, sekarang waktunya. Dirimu membantu memfasilitasi hobi yang aman buat usianya.

Jika melihat ekonomi saat ini rasanya memang sulit untuk hidup tanpa bekerja. Bahkan bila pasanganmu juga bekerja. Apalagi dengan dirimu harus merawat orangtua yang telah berumur lanjut. Tetap berkarier bukan keputusan ambisius atau egois, melainkan paling masuk akal buat menjaga hidup tetap sejahtera.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

Related Article