Istilah akuntansi identik dengan penghitungan uang dan pembuatan laporan keuangan. Lalu, bagaimana dengan akuntan karbon atau carbon accountant? Kalau akuntan pada umumnya menghitung arus keluar-masuk uang, seorang carbon accountant bertanggung jawab dalam menghitung, menganalisis, serta melaporkan emisi gas rumah kaca (GRK) yang ditimbulkan oleh kegiatan operasional perusahaan. Posisi ini punya peran yang penting dalam memastikan pertumbuhan bisnis perusahaan tanpa merusak kelestarian bumi. Supaya lebih paham, berikut rincian mengenai jobdesk seorang carbon accountant.
Gaji Bisa Rp22 Juta per Bulan, Kamu Tertarik Jadi Carbon Accountant?

1. Apa itu penghitungan karbon?
Sebelum memahami tentang jobdesk utamanya, kita perlu mengetahui apa itu penghitungan karbon (carbon accounting). Dilansir laman IBM, penghitungan karbon adalah proses penghitungan jumlah gas rumah kaca yang dihasilkan secara langsung dan gak langsung dari aktivitas bisnis dalam batasan tertentu. GRK itu punya jenis yang banyak, gak hanya karbon dioksida. Ada juga metana dari limbah, dinitrogen oksida, dan lainnya. Karena setiap GRK punya kemampuan memerangkap panas yang berbeda, emisinya dinyatakan dalam satuan “setara karbon dioksida” atau CO2e. Konversi ini dilakukan dengan mengalikan jumlah emisi GRK dengan nilai potensi pemanasan global (GWP).
Karbon dioksida dijadikan acuan dengan nilai GWP sebesar 1. Sebagai perbandingan, gas metana punya nilai GWP sekitar 28 (dalam horizon pengukuran 100 tahun). Ini berarti, 1 ton gas metana yang lepas ke atmosfer punya dampak pemanasan global yang setara dengan sekitar 28 ton karbon dioksida. Misalnya, kalau perusahaan melepaskan 2 ton gas metana, laporan emisinya akan mencatat sekitar 56 ton CO2e (hasil dari 2 ton dikali nilai GWP 28). Semakin tinggi GWP, semakin besar kontribusi GRK terhadap pemanasan global.
2. Tugas dan tanggung jawab utama carbon accountant
Akuntansi karbon itu memungkinkan perusahaan atau organisasi mengukur emisi GRK dan memahami dampak iklim yang terjadi. Dengan begitu, perusahaan dapat menetapkan tujuan untuk mengurangi emisi yang dihasilkannya. Untuk mendapatkan data yang akurat sekaligus merancang strategi tertentu dalam menekan jejak karbon, seorang carbon accountant juga akan berkolaborasi dengan berbagai divisi. Berikut kegiatan sehari-hari yang dilakukan oleh seorang carbon accountant.
Melakukan audit dan penilaian jejak karbon secara menyeluruh
Menganalisis data emisi, mengidentifikasi tren dan area yang perlu ditingkatkan
Merancang dan menerapkan strategi untuk menurunkan emisi karbon
Berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk memastikan keakuratan dalam pengumpulan dan pelaporan data
Memantau serta memastikan kepatuhan terhadap peraturan dan standar lingkungan
Menyusun laporan komprehensif dan materi presentasi yang mudah dipahami oleh stakeholders
Aktif memperbarui wawasan terkait teknologi terbaru dan praktik terbaik industri dalam akuntansi karbon
3. Skill dan kualifikasi yang dibutuhkan carbon accountant
Dari tugas dan tanggung jawab utama yang telah dibahas sebelumnya, kita jadi memahami bahwa carbon accountant gak hanya dituntut untuk mahir penghitungan dan punya kepedulian terhadap masa depan bumi. Posisinya itu ada di dunia finansial dan sains lingkungan. Maka, keterampilan dan kualifikasi yang diperlukan pun terbilang kompleks. Apa saja modal skill yang wajib dimiliki?
Hard skill seorang carbon accountant
Pengetahuan standar pelaporan (GRI, SASB, IFRS)
Pemahaman metodologi dan alat penilaian jejak karbon
Keterampilan menulis (technical writing)
Analisis dan pengolahan data
Soft skill seorang carbon accountant
Keterampilan komunikasi
Kemampuan berkolaborasi
Ketelitian yang tinggi (detail-oriented)
Manajemen waktu dan proyek
Penyelesaian masalah
Terkait kualifikasi, minimal latar belakang pendidikan yang dicari adalah lulusan sarjana. Belum ada jurusan yang spesifik yakni Akuntansi Karbon memang, tetapi kamu bisa mengambil rumpun ilmu yang relevan seperti Teknik Lingkungan atau Kimia.
4. Jenjang karier dan prospek gaji carbon accountant
Profesi ini tergolong spesifik, lho, sebab akuntansi yang dimaksud ada dalam lingkup keberlanjutan atau sustainability dan kelestarian lingkungan. Di era meningkatnya kesadaran akan isu lingkungan dan ketatnya regulasi ESG (Environmental, Social, and Governance), seorang carbon accountant jadi punya daya tawar yang tinggi di pasar kerja. Mereka bisa bekerja di berbagai sektor industri, seperti perusahaan swasta nasional, korporasi multinasional, atau lembaga pemerintahan. Gambaran jenjang kariernya dari tingkat rendah ke tingkat tinggi ialah junior carbon accountant, senior carbon accountant, sustainability/carbon manager, dan chief sustanaibility officer.
Gaji yang ditawarkan pun terbilang menjanjikan dan kompetitif. Gak hanya gaji pokok, perusahaan juga umumnya menawarkan tunjangan. Estimasi gaji seorang carbon accountant di Indonesia berada di nominal Rp9.000.000 hingga Rp22.000.000 per bulan. Nominal gaji dapat bervariasi tergantung sejumlah faktor seperti level, skala perusahaan, dan lokasi bekerja.
Bagaimana, apakah kamu tertarik berkarier di bidang ini? Dikatakan bahwa permintaan untuk posisi ini meningkat lho setelah Indonesia meluncurkan bursa karbon (IDXCarbon) pada September tahun 2023 lalu.