ilustrasi lowongan pekerjaan (unsplash.com/Zulfugar Karimov)
Ada nasihat tentang karier yang terdengar sangat indah, tetapi sering kehilangan relevansi saat diterapkan dalam kehidupan nyata. Misalnya, memberi nasihat untuk terus belajar, meningkatkan kemampuan, keluar dari zona nyaman, lalu mencari pekerjaan yang lebih baik. Semua itu memang berguna, tetapi pekerja tetap membutuhkan sesuatu yang tidak bisa mereka ciptakan sendiri, yaitu ketersediaan lapangan kerja.
Jika jumlah pencari kerja jauh lebih banyak daripada pekerjaan yang benar-benar tersedia dengan upah dan kondisi yang layak, meningkatkan kemampuan saja tidak otomatis memberi semua orang pilihan untuk pindah. Dalam kampanye yang lalu pernah dijanjikan pembukaan 19 juta lapangan kerja melalui berbagai sektor seperti hilirisasi, ekonomi kreatif, UMKM, dan transisi energi hijau. Janji tersebut kemudian menjadi salah satu target yang terus ditagih publik setelah pemerintahan berjalan. BPS sendiri mencatat 7,46 juta orang menganggur pada Agustus 2025 dengan tingkat pengangguran terbuka 4,85 persen, sementara rata-rata upah buruh/karyawan berada di kisaran Rp3,33 juta.
Jadi, ketika seseorang memilih bertahan di pekerjaan yang sebenarnya sudah membuatnya lelah, tidak adil jika reaksinya hanya, “Kenapa masih gak resign juga?” atau “Kenapa takut keluar dari zona nyaman?” atau “Nyaman banget ya job hugging”. Bisa saja orang tersebut sedang melihat kenyataan yang sangat sederhana, yakni pekerjaan sekarang memang tidak ideal, tetapi pekerjaan penggantinya belum tentu ada. Oleh sebab itu, job hugging makin masuk akal di pasar kerja sekarang. Meski begitu, keputusan tersebut tidak selalu mencerminkan bahwa seseorang kehilangan ambisi; kadang itu hanya satu dari sekian banyak cara bertahan hidup ketika pilihan di pasar kerja belum sebanyak yang dibayangkan.
Referensi
"Job Hugging in 2026: Is Playing It Safe Killing Your Career?" ResumeHog. Diakses pada September 2026.
"Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) sebesar 4,85 persen. Rata-rata upah buruh sebesar 3,33 juta rupiah." BPS. Diakses pada September 2026.