Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Kenapa Banyak Orang Merasa Kerja Bareng Senior Bikin Gak Nyaman?

Kenapa Banyak Orang Merasa Kerja Bareng Senior Bikin Gak Nyaman?
ilustrasi rapat (pexels.com/Cedric Fauntleroy)
Intinya Sih
  • Banyak junior merasa tidak nyaman bekerja dengan senior karena kemampuan mereka sering dipandang sebelah mata dan kurang mendapat bimbingan yang membangun.
  • Beberapa senior memanfaatkan kemampuan teknologi junior untuk menyelesaikan tugas mereka, meski hal itu di luar tanggung jawab si junior.
  • Senior kerap enggan menerima koreksi dari junior saat melakukan kesalahan, sehingga menciptakan suasana kerja yang canggung dan kurang terbuka.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Ketika memasuki dunia kerja, setiap orang harus siap untuk berkolaborasi dengan rekan kerja yang lain. Namun, tidak dapat dimungkiri bahwa situasi ini juga bisa menjadi sedikit menantang tatkala orang-orang yang masih baru bekerja diharuskan untuk menjalin kerja sama dengan mereka yang sudah lebih senior. Keadaan biasanya menjadi semakin canggung bila seseorang menjadi satu-satunya yang termuda di dalam lingkungan kerjanya.

Idealnya, hal ini justru menimbulkan ketenangan karena senior akan memberikan arahan dan ilmu-ilmu yang bermanfaat, ya. Namun, cukup disayangkan bahwa tidak jarang yang terjadi justru sebaliknya. Bekerja dengan para senior bisa terasa tidak nyaman atas dasar beberapa alasan berikut ini.

1. Kemampuan dipandang sebelah mata

ilustrasi orang yang sedang bekerja (pexels.com/Karolina Grabowska)
ilustrasi orang yang sedang bekerja (pexels.com/Karolina Grabowska)

Tidak dapat dimungkiri bahwa anak-anak muda yang baru saja masuk ke dalam dunia kerja memang masih banyak melakukan kesalahan. Tidak hanya itu, mereka juga kerap belum mengetahui cara menghadapi variasi tantangan dengan cara yang tepat. Namun demikian, kondisi ini biasanya bukan karena mereka tidak mampu melaksanakan pekerjaannya dengan baik, tetapi karena pengalamannya masih sangat minimal.

Sayangnya, masih banyak senior yang memandang kemampuan juniornya sebelah mata. Alih-alih membantu memberikan pengarahan supaya tidak lagi melakukan kesalahan, mereka malah lebih suka langsung mencibir. Mereka seolah tidak ingat bahwa dulu juga pernah ada di posisi tidak tahu apa-apa seperti yang dialami para junior saat ini.

2. Diberi tugas untuk menyelesaikan pekerjaan senior

ilustrasi karyawan yang dikejar deadline (pexels.com/Antoni Shkraba)
ilustrasi karyawan yang dikejar deadline (pexels.com/Antoni Shkraba)

Salah satu keunggulan anak-anak muda adalah lebih melek teknologi. Pasalnya, mereka lahir di zaman modern, di mana teknologi memang sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Tanpa harus berupaya terlalu keras, mereka mampu mempergunakan berbagai macam alat canggih dan aneka jenis aplikasi, termasuk yang mendukung jalannya pekerjaan.

Namun, sering kali situasi ini dimanfaatkan secara keliru oleh senior di tempat kerja. Alih-alih minta diajari supaya ikut melek teknologi dan membuat pelaksanaan tanggung jawab menjadi lebih lancar, senior yang kurang mengerti hal ini malah meminta juniornya untuk menyelesaikan tugas-tugasnya. Padahal, tentu itu bukanlah job desc dari si junior. Kalau kamu ada di posisi junior ini, kira-kira akan menerima "hadiah" itu dengan senang hati atau malah kesal, ya?

3. Senior terkadang tidak suka diingatkan saat bikin kesalahan

ilustrasi konflik antar rekan kerja (pexels.com/Yan Krukau)
ilustrasi konflik antar rekan kerja (pexels.com/Yan Krukau)

Ketika bekerja, sebisa mungkin memang seharusnya tidak melakukan kesalahan, ya. Kehati-hatian ini dimaksudkan agar hasil kerja lebih maksimal dan mencegah terjadinya sesuatu yang buruk. Kendati begitu, bila kekeliruan itu tidak dapat dihindari, sebaiknya tetap bersedia untuk diingatkan agar situasi tidak menjadi semakin parah.

Namun, hal seperti ini rasanya sulit dilakukan saat kerja bareng senior, apa lagi bila tipenya tidak ingin dikoreksi hanya karena merasa pengalaman kerjanya jauh lebih lama. Padahal, terkadang kesalahan satu orang, apa lagi dari senior, bisa berdampak pada rekan kerja lainnya. Repot banget, kan?

Kerja bareng senior memang menjadi tantangan tersendiri. Kendati memang tentu ada hal-hal yang bikin nggak nyaman, jadikan itu sebagai suatu pembelajaran berharga. Kebijaksaan seperti ini dapat mendewasakan diri, sehingga menambah pengalaman dalam melakoni pekerjaan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Siantita Novaya
EditorSiantita Novaya
Follow Us