Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Kenapa Hari Pertama Kerja Bikin Capek meski Belum Banyak Tugas?
ilustrasi karyawan sedang membicarakan rekan kerja (pexels.com/Yan Krukau)
  • Hari pertama kerja menguras energi karena otak memproses banyak informasi baru, seperti nama rekan, sistem, prosedur, serta tuntutan peran melalui proses adaptasi organisasi.
  • Ketidakpastian tentang atasan, kebiasaan kantor, dan cara bertindak membuat pikiran terus aktif; karyawan baru juga mengamati aturan tidak tertulis untuk memahami lingkungan kerja.
  • Tekanan memberi kesan kompeten dan belum jelasnya prioritas, standar, serta cara kerja meningkatkan stres; kejelasan peran, penguasaan tugas, dan penerimaan sosial berkaitan dengan stres lebih rendah.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Hari pertama kerja sering kali belum dipenuhi banyak tugas. Mungkin kamu hanya mengikuti onboarding, berkenalan dengan tim, membaca beberapa dokumen, atau mempelajari sistem yang digunakan perusahaan. Anehnya, begitu sampai rumah, tubuh dan pikiran justru terasa sangat lelah.

Rasa capek tersebut ternyata gak selalu berasal dari banyaknya pekerjaan, lho! Proses adaptasi juga menguras banyak energi. Berikut beberapa alasan mengapa hari pertama kerja terasa melelahkan!

1. Otak sedang memproses banyak informasi baru

ilustrasi kerja customer service (pexels.com/MART PRODUCTION)

Hari pertama dipenuhi hal-hal yang belum familier. Kamu harus mengingat nama rekan kerja, memahami tugas, mempelajari aplikasi kantor, sampai mencari tahu berbagai prosedur sederhana. Hal-hal tersebut mungkin terlihat sepele, tetapi semuanya membutuhkan perhatian karena belum menjadi kebiasaan.

Peneliti bernama Elin Frogeli dan rekan-rekannya menjelaskan bahwa pekerja baru memang perlu melewati proses organizational socialization. Dalam proses ini, seseorang mempelajari berbagai hal yang dibutuhkan agar bisa menjalankan peran barunya dengan baik. Jadi, meski belum banyak bekerja, otak sebenarnya sedang sibuk belajar sepanjang hari.

“Ini merupakan proses ketika individu memperoleh pengetahuan, keterampilan, sikap, dan perilaku yang dibutuhkan untuk beradaptasi dengan peran kerja baru,” tulisnya dalam jurnal ilmiah berjudul Effectiveness of Formal Onboarding for Facilitating Organizational Socialization: A Systematic Review yang diterbitkan di PLOS ONE.

2. Masih ada banyak ketidakpastian yang bikin pikiran terus bekerja

ilustrasi introver bisa ahli di satu bidang yang rekan kerja gak bisa melakukannya (pexels.com/Yan Krukau)

Hari pertama juga bisa dipenuhi pertanyaan kecil. Bagaimana karakter atasan? Siapa yang harus ditanya kalau ada masalah? Kapan biasanya orang makan siang? Bahkan, kamu mungkin masih bertanya-tanya apakah sudah melakukan sesuatu dengan benar.

Frogeli juga menjelaskan bahwa situasi baru dapat membuat pekerja baru menghadapi stres dan ketidakpastian. Terlebih ketika situasinya belum bisa diprediksi dan seseorang belum merasa punya banyak kendali. 

“Profesional baru dapat mengalami tingkat stres dan ketidakpastian yang tinggi ketika menghadapi situasi yang gak pasti, sulit dikendalikan, dan dianggap berisiko secara sosial,” paparnya dalam jurnal ilmiah yang sama.

3. Sibuk membaca aturan gak tertulis di kantor

Ilustrasi percakapan bisnis antara rekan kerja. (Pexels.com/

Sebagai karyawan baru, kita memang aktif mencari berbagai informasi untuk memahami lingkungan kerjanya. Menariknya, informasi ini gak selalu mendapatkannya dengan bertanya. Banyak informasi juga diperoleh dengan memperhatikan perilaku orang-orang di sekitar. Inilah mengapa hari pertama bisa terasa seperti terus berada dalam mode mengamati meski pekerjaanmu sendiri belum banyak.

“Karyawan baru mencari informasi teknis, terutama dengan bertanya kepada orang lain, sementara jenis informasi lainnya dicari melalui observasi,” jelas peneliti Elizabeth Wolfe Morrison dalam penelitian berjudul Newcomer Information Seeking: Exploring Types, Modes, Sources, and Outcomes dari Academy of Management Journal.

4. Ada tekanan untuk memberikan kesan pertama yang baik

Ilustrasi memberikan solusi ke rekan kerja (pexels.com/LinkedIn Sales Navigato)

Menurut Laporan Riset LinkedIn Learning (2022), sebanyak 80 persen karyawan baru melaporkan merasakan tekanan emosional dan mental yang signifikan selama bulan pertama bekerja. Tekanan terbesar bersumber dari keinginan untuk terlihat kompeten dan mudah diajak bekerja sama sejak hari pertama.

Kondisi ini membuat seseorang lebih memperhatikan setiap tindakan yang dilakukan. Mulai dari cara berbicara dengan atasan, merespons obrolan rekan kerja, sampai memastikan gak terlihat terlalu pasif saat meeting. Bahkan, percakapan sederhana pun bisa terasa menguras energi karena ada keinginan untuk meninggalkan kesan pertama yang baik.

5. Kamu belum sepenuhnya memahami peran barumu

ilustrasi suasana kantor, rekan kerja, ruang kerja, karier, sibuk (pexels.com/cottonbro studio)

Di tempat kerja lama, kamu mungkin sudah tahu harus melakukan apa ketika membuka laptop pada pagi hari. Di pekerjaan baru, hal sederhana sekalipun masih membutuhkan pemikiran. Kamu belum sepenuhnya tahu prioritas pekerjaan, standar yang diharapkan atasan, atau cara paling efektif menyelesaikan tugas.

Penelitian Frogeli dan rekan-rekannya terhadap profesional yang baru memasuki dunia kerja, menemukan hubungan antara role clarity, penguasaan tugas, penerimaan sosial, dan tingkat stres. Ketika ketiga hal tersebut lebih tinggi, tingkat stres yang mereka laporkan cenderung lebih rendah.

“Pada minggu ketika partisipan mengalami kejelasan peran, penguasaan tugas, dan penerimaan sosial yang lebih tinggi, mereka melaporkan tingkat stres yang secara signifikan lebih rendah,” tulis Frogeli dan rekan-rekannya dalam penelitian The Importance of Effective Organizational Socialization for Preventing Stress, Strain, and Early Career Burnout yang diterbitkan International Journal of Environmental Research and Public Health (IJERPH)

Itulah kenapa hari pertama kerja bikin capek meski belum banyak tugas. Pernah ngerasain juga gak?

Curated For You

Editorial Team

Related Article