ilustrasi LinkedIn (pexels.com/Airam Dato-on)
Profil LinkedIn sebaiknya tidak dibuat sekali lalu ditinggalkan. Ketika kamu mendapatkan pengalaman baru, mengikuti kursus, menyelesaikan sertifikasi, memenangkan kompetisi, mengerjakan proyek, mendapatkan promosi, atau berpindah pekerjaan, perbarui profil.
"Profil yang diperbarui adalah cara yang bagus untuk memastikan bahwa kamu dapat ditemukan oleh orang yang tepat pada waktu yang tepat. Ini juga merupakan cara yang sangat baik untuk menemukan peluang kerja dan terhubung dengan perekrut," demikian saran LinkedIn.
Kesalahan lain yang perlu dihindari adalah melebih-lebihkan pengalaman, memasukkan skill yang sebenarnya belum dikuasai, menggunakan jargon terlalu banyak, serta menulis profil yang terlalu generik. Jika sedang mengalami career break atau belum bekerja, kamu juga tidak perlu menyembunyikannya dengan informasi yang tidak benar.
Terakhir, periksa kembali apakah profilmu sudah konsisten. Nama, foto, headline, About, pengalaman, pendidikan, skill, dan portofolio sebaiknya menunjukkan arah profesional yang sama. Buat juga URL profil yang lebih sederhana menggunakan nama sendiri sehingga mudah dicantumkan pada CV, portofolio, email, atau kartu nama digital.
Membangun LinkedIn untuk pertama kali memang bisa terasa membingungkan, tetapi kamu tidak perlu menunggu sampai memiliki karier panjang untuk mulai melakukannya. Anggap LinkedIn sebagai ruang untuk mendokumentasikan perjalanan profesionalmu, bukan sekadar tempat mencari lowongan.