Ilustrasi sibuk bekerja (pexels.com/Photo by Photo By: Kaboompics.com)
AI dapat menyajikan data, membuat prediksi, bahkan membantu menyusun berbagai alternatif keputusan. Namun, keputusan strategis dalam organisasi tetap membutuhkan pertimbangan etika, pengalaman, intuisi, kemampuan bernegosiasi, serta pemahaman terhadap dinamika manusia yang sulit direplikasi oleh mesin.
Menurut Future of Jobs Report 2025, keterampilan seperti kepemimpinan, pengaruh sosial, ketahanan, serta pemikiran analitis termasuk kompetensi yang diperkirakan semakin penting di dunia kerja masa depan. Perusahaan membutuhkan pemimpin yang mampu memanfaatkan AI sekaligus mengelola tim manusia secara efektif.
"Keterampilan lain yang juga masuk dalam daftar 10 besar keterampilan yang sedang berkembang pesat meliputi kepemimpinan dan pengaruh sosial, manajemen talenta, pemikiran analitis, serta pengelolaan lingkungan yang bertanggung jawab. Keterampilan-keterampilan ini menyoroti kebutuhan akan tenaga kerja yang mampu memimpin tim, mengelola talenta secara efektif, serta beradaptasi dengan keberlanjutan dan transisi ramah lingkungan di dunia yang semakin kompleks dan saling terhubung," demikian laporannya.
Perkembangan AI memang akan mengubah banyak jenis pekerjaan, tetapi tidak berarti semua profesi akan hilang. Justru, pekerjaan yang mengandalkan empati, kreativitas, komunikasi, kepemimpinan, dan kemampuan mengambil keputusan kompleks diperkirakan tetap memiliki peran penting di masa depan.