Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

7 Cara Menyimpan Parfum Biar Wanginya Nggak Cepat Hilang

5 min read
7 Cara Menyimpan Parfum Biar Wanginya Nggak Cepat Hilang
Parfum (pexels.com/ Anastasia Shuraeva)
  • Parfum berisiko berubah aroma dan daya tahannya saat terpapar panas, cahaya, udara, atau kelembapan; simpan di tempat sejuk, kering, dan bersuhu stabil.
  • Hindari sinar matahari langsung serta kamar mandi yang lembap; laci atau lemari tertutup menjadi pilihan, sementara kotak asli membantu melindungi botol dari cahaya dan debu.
  • Tutup botol rapat setelah digunakan, simpan parfum utama di wadah asli, gunakan atomizer bersih secukupnya untuk bepergian, dan tidak perlu mengocok botol berulang kali.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Parfum yang punya aroma segar dan tahan lama bisa mengalami perubahan wangi jika disimpan dengan cara yang kurang tepat. Aromanya mungkin jadi lebih tajam, terasa berbeda saat disemprotkan, atau tidak lagi bertahan selama biasanya. Hal ini bisa terjadi karena kandungan parfum terpapar panas, cahaya, udara, atau kelembapan yang tidak sesuai.

Supaya aroma parfum tetap terjaga, kamu nggak harus membeli lemari khusus atau perlengkapan mahal. Beberapa kebiasaan sederhana sudah cukup membantu menjaga kualitasnya. Berikut cara menyimpan parfum agar wanginya nggak cepat berubah atau berkurang.

  1. 1. Simpan di tempat yang sejuk

    Parfum
    Parfum (pexels.com/ E L)

    Pilih tempat penyimpanan yang suhunya relatif stabil dan tidak terkena panas langsung. Lemari pakaian atau laci meja rias bisa menjadi pilihan selama bagian dalamnya tidak terasa panas dan tidak lembap.

    Hindari meletakkan parfum dekat kompor, oven, perangkat elektronik yang menghasilkan panas, atau jendela yang sering terkena sinar matahari. Area itu biasanya mengalami perubahan suhu yang lebih cepat daripada bagian rumah lainnya.

    Kamu juga nggak perlu sengaja menyimpan parfum di tempat yang sangat dingin. Suhu ruangan yang stabil sudah bisa untuk menyimpan parfum. Paling penting adalah menghindari panas berlebihan dan perubahan suhu yang ekstrem.

  2. 2. Jauhkan dari sinar matahari langsung

    Parfum
    Parfum (pexels.com/ Pegah Sharifi)

    Sinar matahari langsung bisa mempercepat perubahan kualitas beberapa komponen parfum. Akibatnya, aroma yang dihasilkan bisa berubah.

    Untuk menghindarinya, simpan parfum di laci atau lemari tertutup yang tidak terkena cahaya langsung. Jika ingin tetap memajangnya, pilih rak yang berada jauh dari jendela dan sumber panas.

    Botol parfum berwarna gelap memang dapat membantu mengurangi paparan cahaya tertentu, tetapi bukan berarti isinya kebal terhadap kerusakan. Parfum dalam botol bening tetap bisa disimpan dengan baik selama lokasinya terlindung dari sinar matahari.

    Dengan memilih tempat yang lebih teduh, kamu bisa membantu mempertahankan karakter aroma parfum tanpa harus mengubah cara penggunaannya.

  3. 3. Simpan di tempat kering, bukan di kamar mandi

    Parfum
    Parfum (pexels.com/ Diana)

    Kamar mandi biasanya mengalami perubahan suhu dan kelembapan yang cukup besar. Uap air dari air panas dan kondisi ruangan yang lembap dapat memengaruhi kemasan, label, atau bagian luar botol. Jika parfum disimpan di dekat sumber panas dan mengalami perubahan suhu berulang kali, kondisi tersebut juga kurang ideal untuk menjaga kualitasnya.

    Pindahkan parfum ke kamar tidur atau ruang lain yang lebih kering. Laci meja rias atau lemari tertutup bisa menjadi pilihan selama tempatnya tidak panas dan tidak lembap.

    Jika terbiasa menggunakan parfum setelah mandi, cukup ambil botol dari tempat penyimpanan ketika akan digunakan, lalu kembalikan setelah selesai. Cara ini tidak merepotkan, tetapi membantu menjaga parfum berada di lingkungan yang lebih stabil. 

  4. 4. Tutup botol dengan rapat setelah digunakan

    Parfum
    Parfum (pexels.com/ Vie Studio)

    Setelah menyemprotkan parfum, pastikan tutup botol dipasang kembali dengan benar. Kebiasaan ini membantu melindungi bagian penyemprot dari debu. Jika botol tidak tertutup dengan baik, cairan parfum bisa lebih cepat menguap. Paparan udara bisa membuat wanginya berubah.

    Pastikan tutup terpasang dengan pas tanpa perlu menekan atau memutarnya secara berlebihan. Untuk botol dengan mekanisme penutup khusus, ikuti cara penutupan yang dianjurkan oleh produsennya.

    Periksa juga bagian leher botol dan penyemprot jika terlihat ada cairan yang menempel atau merembes. Bersihkan bagian luar dengan lembut menggunakan tisu atau kain bersih, lalu pastikan botol tidak mengalami kebocoran.

    Hindari membiarkan botol terbuka hanya karena parfum akan digunakan lagi dalam waktu dekat. Semakin konsisten kamu menutupnya setelah pemakaian, semakin baik perlindungan yang diberikan terhadap isi parfum.

  5. 5. Simpan di wadah aslinya

    Parfum
    Parfum (pexels.com/ Daria Liudnaya)

    Kotak parfum bisa jadi tempat yang membantu melindungi botol dari cahaya dan mengurangi paparan debu selama penyimpanan.

    Jika kamu masih punya kotak aslinya, manfaatkan untuk menyimpan parfum, terutama jika botolnya terbuat dari kaca bening. Setelah digunakan, masukkan kembali botol ke dalam kotak sebelum meletakkannya di lemari atau laci.

    Cara ini juga berguna jika kamu punya beberapa parfum dengan desain botol yang mirip. Kotak aslinya dapat membantu membedakan produk sekaligus menjaga kemasannya tetap rapi.

  6. 6. Hindari terlalu sering memindahkan parfum ke botol lain

    Parfum
    Parfum (pexels.com/ Yves Matuba)

    Memindahkan parfum ke botol kecil atau atomizer memang praktis, terutama jika kamu ingin membawanya bepergian. Namun, untuk penyimpanan jangka panjang, sebaiknya parfum tetap berada di botol aslinya.

    Jika kamu ingin membawa parfum dalam ukuran kecil, gunakan atomizer yang memang dirancang untuk parfum dan pastikan wadahnya bersih serta dapat ditutup rapat. Isi secukupnya untuk kebutuhan perjalanan, bukan memindahkan seluruh isi botol utama.

    Hindari menggunakan botol bekas produk lain yang belum dibersihkan dengan benar. Sisa cairan atau aroma dari produk sebelumnya bisa mencemari parfum dan mengubah wanginya.

  7. 7. Jangan mengocok botol parfum berulang kali

    Parfum
    Parfum (pexels.com/ Artem Podrez)

    Mengocok botol tidak otomatis membuat parfum lebih cepat rusak. Cara ini juga tidak memberikan manfaat untuk menjaga aroma, sehingga tidak perlu dilakukan secara rutin.

    Cukup gunakan parfum sesuai petunjuk pada kemasannya. Jika terlihat ada endapan, perubahan warna yang mencurigakan, atau cairan yang tampak berbeda dari kondisi awal, jangan langsung mengocoknya untuk mencoba mengembalikan tampilan semula.

    Perubahan tersebut bisa karena penyebab yang berbeda-beda, termasuk karakter formula atau kondisi penyimpanan. Periksa informasi dari produsen jika kamu menemukan perubahan yang tidak biasa.

    Fokus pada kebiasaan yang memang membantu menjaga kualitas parfum, seperti menyimpan botol di tempat yang stabil, menutupnya dengan rapat, dan menghindari paparan panas berlebihan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Related Articles

See More