Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Bikin Drop Zone di Rumah Agar Kunci dan Tas Gak Berserakan!
ilustrasi ruangan dengan tanaman penyerap bau tidak sedap (pexels.com/dada _design)
  • Drop zone dekat pintu membantu mencegah kunci, dompet, tas, jaket, dan paket berserakan, meski hanya memanfaatkan sudut kecil rumah.
  • Meja konsol ramping dengan nampan dapat menata barang kecil, sementara gantungan dinding menyimpan tas, jaket, atau topi tanpa memakan banyak ruang.
  • Keranjang dan organizer berkompartemen memisahkan perlengkapan keluar rumah, surat, serta kunci; kebiasaan mengembalikan barang ke tempatnya memudahkan persiapan harian.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Pernah buru-buru berangkat kerja, tetapi malah sibuk mencari kunci, dompet, atau kartu akses yang entah terselip di mana? Belum lagi tas yang diletakkan sembarangan, jaket di atas kursi, sampai paket yang belum sempat dibereskan. Barang-barang kecil seperti ini memang terlihat sepele, tetapi kalau menumpuk di area pintu masuk, rumah bisa terasa berantakan sejak awal hari.

Salah satu cara simpel untuk mengatasinya adalah membuat drop zone, yaitu area khusus untuk meletakkan barang-barang yang sering dibawa atau digunakan sehari-hari saat masuk dan keluar rumah. Gak perlu ruangan besar atau furnitur mahal, sudut kecil dekat pintu pun bisa dimanfaatkan. Yuk, intip ide membuat drop zone di rumah agar barang harian lebih rapi dan gampang ditemukan!

1. Manfaatkan meja konsol dekat pintu

Ilustrasi drop zone (magnific.com/magnific)

Kalau punya sedikit ruang di dekat pintu masuk, meja konsol bisa jadi pilihan praktis untuk membuat drop zone. Pilih meja dengan ukuran ramping agar gak menghalangi jalan, lalu gunakan permukaannya untuk meletakkan kunci, dompet, kacamata, atau barang kecil yang sering dibawa saat bepergian. Kamu juga bisa menambahkan nampan kecil supaya barang-barang tersebut gak tercecer ke mana-mana.

Biar tampilannya tetap enak dilihat, hindari menjadikan meja ini tempat menumpuk semua barang. Simpan hanya benda yang memang sering digunakan dan tambahkan satu dekorasi sederhana, seperti vas kecil atau lampu meja. Dengan begitu, area pintu masuk tetap terlihat rapi tanpa kehilangan fungsinya.

2. Pasang gantungan untuk tas dan jaket

Ilustrasi drop zone (magnific.com/magnific)

Tas kerja, tote bag, jaket, atau topi sering berakhir di kursi maupun sofa setelah dipakai. Supaya gak lagi berpindah-pindah tempat, pasang beberapa gantungan dinding di dekat pintu. Cara ini cocok untuk rumah mungil karena gak memerlukan banyak ruang dan barang bisa langsung disimpan begitu kamu sampai di rumah.

Pilih gantungan yang kuat dan sesuaikan jumlahnya dengan kebutuhan penghuni rumah. Kamu bisa membagi setiap gantungan untuk barang tertentu agar lebih mudah menemukan tas atau jaket sebelum berangkat. Kalau ingin tampil lebih estetik, gunakan model kayu minimalis atau kait berwarna hitam yang cocok dengan interior rumah.

3. Gunakan keranjang untuk barang yang sering dibawa

Ilustrasi drop zone (magnific.com/lifeforstock)

Ada saja barang yang perlu dibawa saat keluar rumah, mulai dari payung lipat, sandal, botol minum, sampai paket yang belum sempat dibuka. Keranjang bisa membantu mengumpulkan barang-barang tersebut dalam satu tempat, sehingga gak menyebar ke sudut rumah. Pilih keranjang terbuka agar isinya mudah terlihat dan diambil kapan saja.

Supaya gak berubah menjadi tempat penyimpanan serba ada, tentukan fungsi keranjangnya sejak awal. Misalnya, satu keranjang untuk payung dan perlengkapan keluar rumah, sementara keranjang lain khusus untuk barang yang perlu dibawa keesokan harinya. Cara sederhana ini bikin kamu lebih mudah mengecek barang sebelum berangkat.

4. Buat organizer kecil untuk kunci dan surat

Ilustrasi drop zone (magnific.com/magnific)

Kunci rumah, kartu akses, struk belanja, hingga surat yang baru diterima sering menjadi sumber barang kecil yang mudah hilang. Untuk mengatasinya, gunakan organizer meja, wadah bertingkat, atau rak dinding dengan beberapa kompartemen. Kamu bisa memisahkan tempat untuk kunci, surat penting, dan barang yang perlu segera ditindaklanjuti.

Kalau suka tampilan minimalis, pilih organizer dengan warna netral yang senada dengan furnitur di sekitarnya. Biasakan mengembalikan barang ke tempat yang sama setiap kali pulang agar kamu gak perlu mengingat-ingat lagi di mana terakhir kali meletakkannya. Kebiasaan kecil ini bisa menghemat waktu, terutama saat harus berangkat terburu-buru.

Drop zone gak harus besar atau dipenuhi furnitur untuk bisa berfungsi dengan baik. Cukup pilih sudut yang strategis, tentukan tempat untuk setiap barang, lalu biasakan mengembalikannya setelah digunakan agar rumah tetap rapi dan rutinitas sehari-hari terasa lebih praktis.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article