Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
6 Cara Biar Vacuum Cleaner Lebih Awet Dipakai, Gak Perlu Beli Baru!
ilustrasi vacuum cleaner (pexels.com/cottonbro studio)
  • Artikel membahas pentingnya perawatan rutin vacuum cleaner agar performanya tetap optimal dan tidak cepat rusak meski sering digunakan.
  • Ditekankan enam langkah sederhana seperti membersihkan wadah debu, filter, serta sikat penyedot untuk menjaga daya hisap dan efisiensi alat.
  • Penggunaan sesuai fungsi, memberi jeda saat pemakaian, dan penyimpanan di tempat kering disebut sebagai kunci memperpanjang usia vacuum cleaner.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Vacuum cleaner sering jadi andalan saat rumah mulai terasa berdebu dan penuh remah. Sekali dinyalakan, alat ini langsung bekerja cepat membuat lantai kembali bersih. Namun, karena terlalu sering dipakai dan jarang dicek kondisinya, banyak orang baru sadar pentingnya perawatan saat performanya menurun. Daya hisap melemah, suara makin kasar, atau bahkan tiba-tiba mati sendiri. Supaya gak mengalami hal itu, kamu perlu tahu cara sederhana agar vacuum cleaner tetap awet dan prima.

Merawat vacuum cleaner sebenarnya gak serumit yang dibayangkan. Kuncinya ada pada kebiasaan kecil yang konsisten dilakukan setelah atau sebelum pemakaian. Jika kamu rutin memperhatikan detailnya, usia pakai alat ini bisa jauh lebih panjang. Selain hemat biaya servis, kamu juga gak perlu buru-buru membeli yang baru. Yuk, simak enam cara yang bisa kamu terapkan mulai hari ini.

1. Rajin mengosongkan kantong atau wadah debu

ilustrasi vacuum cleaner (pexels.com/cottonbro studio)

Salah satu penyebab utama vacuum cepat melemah adalah wadah debu yang terlalu penuh. Banyak orang menunda mengosongkannya sampai benar-benar sesak. Padahal, ketika debu menumpuk, aliran udara di dalam mesin jadi terhambat. Motor harus bekerja lebih keras untuk menghasilkan daya hisap yang sama. Lama-kelamaan, kondisi ini bisa mempercepat kerusakan komponen di dalamnya.

Biasakan untuk mengecek wadah debu setiap selesai digunakan. Kamu gak harus menunggu sampai penuh total untuk membersihkannya. Dengan wadah yang lebih kosong, sirkulasi udara tetap lancar dan performa mesin stabil. Langkah sederhana ini sering diremehkan, padahal dampaknya besar. Vacuum cleaner pun terasa seperti baru lebih lama.

2. Bersihkan filter secara rutin

ilustrasi vacuum cleaner (pexels.com/La Miko)

Filter berfungsi menyaring debu halus agar gak kembali keluar ke udara. Jika filter terlalu kotor, daya hisap otomatis menurun. Mesin juga bisa cepat panas karena aliran udara tersumbat. Kamu mungkin merasa vacuum gak lagi sekuat dulu, padahal penyebabnya hanya filter yang jarang dibersihkan. Kondisi ini sering terjadi tanpa disadari.

Luangkan waktu untuk mencuci atau mengganti filter sesuai petunjuk pemakaian. Beberapa filter bisa dicuci dan digunakan kembali setelah benar-benar kering. Pastikan kamu gak memasangnya dalam keadaan lembap karena bisa memicu bau gak sedap. Filter yang bersih membuat udara lebih sehat sekaligus menjaga mesin tetap ringan bekerja. Performa maksimal pun lebih terjaga dalam jangka panjang.

3. Perhatikan sikat dan kepala penyedot

ilustrasi vacuum cleaner (pexels.com/Pixabay)

Bagian bawah vacuum, terutama sikat dan kepala penyedot, sering menjadi tempat rambut dan benang melilit. Jika dibiarkan, putaran sikat bisa terganggu. Akibatnya, proses pembersihan gak lagi optimal dan mesin bekerja lebih berat. Kamu mungkin merasa harus bolak-balik di area yang sama karena debu gak terangkat sempurna. Situasi ini membuat waktu bersih-bersih jadi lebih lama.

Cek bagian ini secara berkala dan bersihkan rambut atau kotoran yang menempel. Gunakan gunting kecil jika ada lilitan yang sulit dilepas. Kepala penyedot yang bersih membantu kinerja vacuum tetap maksimal. Gerakannya juga lebih ringan saat didorong. Dengan begitu, kamu gak hanya menjaga alat tetap awet, tetapi juga membuat aktivitas membersihkan rumah lebih efisien.

4. Gunakan sesuai fungsi dan jenisnya

ilustrasi vacuum cleaner (pexels.com/Jens Mahnke)

Setiap vacuum cleaner memiliki batas kemampuan. Ada yang dirancang khusus untuk lantai kering, ada pula yang bisa menyedot cairan. Jika kamu menggunakan vacuum kering untuk menyedot air, risikonya cukup besar. Komponen dalamnya bisa rusak dan memicu korsleting. Kesalahan penggunaan seperti ini sering terjadi karena terburu-buru.

Pastikan kamu membaca kembali panduan penggunaan jika ragu. Gunakan alat sesuai permukaan yang direkomendasikan. Hindari menyedot benda keras seperti pecahan kaca besar atau batu tanpa pelindung khusus. Kebiasaan menggunakan alat sesuai fungsinya akan memperpanjang usia pakai secara signifikan. Vacuum cleaner pun tetap bekerja optimal tanpa drama.

5. Jangan terlalu lama digunakan tanpa jeda

ilustrasi robot vacuum cleaner (freepik.com/freepik)

Membersihkan seluruh rumah sekaligus memang terasa lebih praktis. Namun, menggunakan vacuum terlalu lama tanpa jeda bisa membuat mesin cepat panas. Motor yang overheat berisiko menurunkan performa bahkan merusak komponen internal. Kamu mungkin gak langsung melihat dampaknya, tetapi efeknya terasa dalam jangka panjang. Suara mesin bisa berubah lebih kasar dari biasanya.

Berikan waktu istirahat setelah penggunaan dalam durasi tertentu. Misalnya, setelah 20–30 menit pemakaian, matikan sejenak agar mesin mendingin. Cara ini membantu menjaga stabilitas suhu di dalamnya. Mesin yang gak dipaksa bekerja terus-menerus cenderung lebih awet. Kamu pun bisa membersihkan rumah dengan lebih tenang tanpa khawatir alat cepat rusak.

6. Simpan di tempat kering dan aman

ilustrasi seseorang membersihkan sofa menggunakan vacuum cleaner (freepik.com/senivpetro)

Cara penyimpanan biasanya dianggap sepele. Padahal, lingkungan yang lembap bisa memengaruhi kondisi komponen listrik di dalam vacuum cleaner. Kabel juga bisa cepat rusak jika digulung sembarangan atau tertekuk tajam. Jika diletakkan di sudut yang rawan terkena air, risiko kerusakan makin besar. Semua itu bisa terjadi tanpa kamu sadari.

Simpan vacuum di tempat yang kering dan memiliki sirkulasi udara baik. Gulung kabel dengan rapi agar gak mudah terkelupas atau putus di bagian dalam. Hindari menindihnya dengan barang berat yang bisa merusak bodi. Penyimpanan yang tepat membuat alat tetap siap digunakan kapan saja. Kamu pun gak perlu khawatir menemukan masalah mendadak saat ingin bersih-bersih.

Merawat vacuum cleaner sebenarnya bukan pekerjaan tambahan yang merepotkan. Semua langkah tadi bisa dilakukan dalam waktu singkat jika sudah menjadi kebiasaan. Dengan perawatan yang konsisten, alat ini bisa menemanimu membersihkan rumah selama bertahun-tahun. Kamu gak hanya menghemat biaya, tetapi juga menjaga kualitas kebersihan di rumah tetap optimal. Jadi, mulai sekarang, sudah siap merawat vacuum cleaner-mu dengan lebih perhatian?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team