Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Cara Pakai Kertas Sobekan sebagai Mulsa, biar Gak Terbuang Percuma

Cara Pakai Kertas Sobekan sebagai Mulsa, biar Gak Terbuang Percuma
ilustrasi potongan kertas (pexels.com/rdne)
Share Article

Kertas bekas di rumah biasanya langsung masuk tempat sampah setelah tidak lagi digunakan. Padahal, kertas yang sudah disobek kecil-kecil masih bisa dimanfaatkan untuk membantu merawat tanaman di rumah. Salah satunya dengan menjadikannya sebagai mulsa yang membantu menjaga kelembapan tanah sekaligus menekan pertumbuhan gulma.

Namun, bukan berarti semua jenis kertas bisa langsung ditebar di sekitar tanaman. Jenis kertas, ketebalan lapisan, hingga cara memasangnya perlu diperhatikan agar justru gak mengganggu kondisi tanah dan tanaman. Kalau kamu punya banyak kertas bekas di rumah, coba manfaatkan dengan cara berikut, yuk!

  1. 1. Pilih kertas yang aman untuk tanaman

    ilustrasi potongan kertas
    ilustrasi potongan kertas dalam box (pexels.com/rdne)

    Langkah pertama, pilih kertas yang aman sebelum dihancurkan. Kertas kraft cokelat, kantong kertas polos, kardus tanpa lapisan tambahan, serta koran hitam-putih dengan tinta berbahan dasar air atau kedelai bisa digunakan sebagai mulsa. Hindari kertas glossy, berlapis lilin, struk termal, atau yang memiliki banyak lapisan dan cetakan berwarna.

    Setelah itu, cacah kertas menjadi potongan kecil agar mudah ditata di tanah dan lebih cepat terurai. Hindari menumpuknya dalam bentuk lembaran karena dapat menghambat air dan udara masuk ke tanah. Jadi, jangan asal memasukkan semua kertas bekas ke mesin penghancur, ya.

  2. 2. Tebarkan dalam lapisan tipis

    ilustrasi potongan kertas
    ilustrasi potongan kertas (pexels.com/rdne)

    Setelah kertas siap, sebarkan di atas permukaan tanah dalam lapisan tipis, sekitar 1 inci atau kurang lebih 2,5 cm. Lapisan yang terlalu tebal berisiko menggumpal dan menghambat pergerakan air serta udara menuju akar tanaman. Sebaliknya, lapisan yang terlalu tipis mungkin belum cukup untuk membantu menghalangi cahaya yang dibutuhkan gulma untuk tumbuh.

    Kertas sobekan juga sebaiknya diletakkan mengelilingi tanaman, bukan menempel langsung pada batang. Beri jarak beberapa sentimeter dari pangkal tanaman agar area tersebut tetap memiliki sirkulasi udara dan tidak terlalu lembap. Cara sederhana ini penting karena mulsa yang menempel pada batang dapat meningkatkan risiko pembusukan dan menarik hama tertentu.

    “Tujuannya adalah menutupi tanah tanpa membuat lapisan yang padat dan menggumpal sehingga mengganggu pergerakan air dan udara,” ujar Elin Harryson, plant expert dari Planta, dikutip dari Martha Stewart.

  3. 3. Basahi kertas setelah ditebar

    ilustrasi alat penyiram tanaman (pexels.com/lysenkow)
    ilustrasi alat penyiram tanaman (pexels.com/lysenkow)

    Kertas yang sudah disebarkan di tanah perlu dibasahi dengan air supaya lebih mudah menempel dan gak beterbangan ketika terkena angin. Kondisi lembap juga membantu kertas mulai terurai dan membuat lapisannya lebih menyatu dengan permukaan tanah. Namun, pastikan kertas hanya lembap dan tidak sampai membentuk gumpalan yang terlalu padat.

    Membasahi kertas juga membuatnya lebih efektif sebagai lapisan pelindung tanah. Mulsa pada dasarnya membantu mengurangi penguapan air dari permukaan tanah sekaligus menghalangi cahaya yang dapat memicu pertumbuhan gulma. Dengan begitu, kertas bekas gak cuma berakhir sebagai limbah, tetapi bisa mendapat fungsi baru di kebun.

    “Kertas yang benar-benar kering dapat bertindak seperti sumbu yang menarik kelembapan dari zona akar dan justru menolak air, bukannya membiarkannya meresap,” ujar Brandon T. Kail, pendiri Rocky Mountain BioAg, dikutip dari Martha Stewart.

  4. 4. Tutup lagi dengan mulsa alami

    ilustrasi perempuan pakai potongan kertas untuk packing kado
    ilustrasi perempuan pakai potongan kertas untuk packing kado (pexels.com/mart-production)

    Kertas sobekan sebaiknya gak dibiarkan sebagai lapisan paling atas. Setelah dibasahi, tutup dengan mulsa alami seperti jerami bebas gulma, daun kering yang dicacah, potongan rumput, serpihan kayu, atau bark mulch. Lapisan ini membantu menahan kertas agar gak mudah tertiup angin sekaligus membuat area tanaman terlihat lebih rapi.

    Penutup tersebut juga membantu menjaga kertas tetap lembap sehingga proses penguraiannya berjalan lebih baik. Selain itu, mulsa alami dapat mengurangi risiko kertas menggumpal dan menghambat aliran air ke tanah. Jadi, selain lebih rapi, cara ini membuat penggunaan kertas sebagai mulsa jadi lebih praktis.

     “Cara ini menjaga kertas tetap lembap, membuatnya tetap berada di tempat, dan menciptakan kondisi kelembapan yang ideal untuk penguraian oleh mikroorganisme,” ujar Brandon T. Kail.

  5. 5. Jangan lupa cek kondisi mulsa secara berkala

    ilustrasi proses menanam tanaman (pexels.com/cottonbro)
    ilustrasi proses menanam tanaman (pexels.com/cottonbro)

    Kertas termasuk bahan yang relatif cepat terurai sehingga lapisannya mungkin perlu ditambahkan setelah beberapa waktu. Kalau sebagian besar kertas sudah hancur atau tertiup angin, tambahkan lapisan baru secukupnya dan pastikan mulsa gak sampai terlalu tebal. Perhatikan juga apakah air masih bisa meresap dengan baik ke dalam tanah.

    Kalau penggunaan kertas sebagai mulsa terasa kurang praktis, kamu bisa memanfaatkannya untuk keperluan lain di kebun. Kertas yang aman dan gak mengilap dapat dimasukkan ke kompos sebagai bahan kaya karbon atau digunakan sebagai bedding untuk cacing. Dengan begitu, kertas bekas tetap punya manfaat dan gak langsung berakhir di tempat sampah.

    Kertas bekas gak harus berakhir di tempat sampah karena masih bisa dimanfaatkan untuk membantu merawat tanaman. Dengan jenis dan cara penggunaan yang tepat, kertas sobekan bisa jadi alternatif mulsa sederhana sekaligus membantu mengurangi limbah di rumah.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More