Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

5 Hal yang Sering Lupa Dibeli sebelum Memulai Journaling

5 Hal yang Sering Lupa Dibeli sebelum Memulai Journaling
ilustrasi journaling (pexels.com/Katya Wolf)
Intinya Sih
  • Artikel menyoroti perlengkapan kecil yang sering terlupakan sebelum mulai journaling, seperti alas tulis, perekat aman, alat potong presisi, tempat penyimpanan, hingga lap pembersih.
  • Setiap perlengkapan memiliki fungsi penting untuk menjaga kenyamanan dan kerapian hasil journaling, terutama bagi pemula yang ingin membuat halaman lebih menarik dan rapi.
  • Persiapan sederhana namun tepat membantu proses journaling jadi lebih lancar tanpa gangguan kecil seperti noda tinta, lem berlebih, atau bahan yang tercecer.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Journaling sering terlihat seperti kegiatan yang sederhana, cukup punya buku dan pulpen lalu selesai. Padahal ketika  kamu ingin membuat setiap lembar halaman jurnal agar lebih hidup, ada sejumlah detail kecil yang kerap terlewat. Banyak orang baru menyadari kekurangan ini justru setelah mulai menulis dan merasa ada yang kurang nyaman atau kurang rapi.

Bukan soal harus membeli banyak barang, melainkan tahu apa saja perlengkapan pendukung yang benar-benar membantu proses membuat jurnal agar makin berwarna. Dengan persiapan yang pas, kegiatan ini jadi lebih enak dijalani tanpa harus bolak-balik berhenti di tengah jalan. Berikut beberapa hal yang sering lupa dibeli sebelum memulai journaling.

1. Alas menulis jurnal yang nyaman dan rata

ilustrasi alas menulis
ilustrasi alas menulis (unsplash.com/Kelly Sikkema)

Banyak orang fokus pada buku, tetapi lupa bahwa permukaan menulis juga berpengaruh. Meja yang terlalu keras atau tidak rata bisa membuat tulisan jadi berantakan, apalagi jika menggunakan pulpen dengan tinta basah. Alas sederhana seperti papan tipis atau writing pad membantu menjaga tekanan tangan tetap stabil saat kamu journaling.

Selain itu, alas tulis juga berguna saat journaling di luar rumah, misalnya di kafe atau taman. Tidak semua tempat menyediakan permukaan yang ideal untuk menulis atau menggambar. Dengan alas sendiri, halaman tetap rapi dan tidak mudah terlipat. Detail kecil ini sering dianggap sepele, padahal efeknya langsung terasa sejak halaman pertama.

2. Perekat yang tidak merusak kertas

ilustrasi lem
ilustrasi lem (pexels.com/George Milton)

Saat mulai tertarik membuat halaman lebih variatif, banyak yang ingin menempelkan potongan kertas, foto, atau tiket. Masalahnya, perekat sering dilupakan atau asal dipilih. Lem cair biasa justru bisa membuat kertas mengerut atau meninggalkan bekas noda.

Pilihan seperti double tape, glue tape, atau lem kertas khusus lebih aman digunakan. Hasilnya lebih bersih dan tidak membuat halaman menjadi bergelombang. Perekat yang tepat juga memudahkan saat ingin menempelkan elemen kecil tanpa berantakan. Ini penting terutama untuk kamu yang mau membuat  junk journal yang banyak memanfaatkan gunting-tempel bahan.

3. Gunting kecil atau cutter presisi

ilustrasi gunting
ilustrasi gunting (pexels.com/Ksenia Chernaya)

Keinginan membuat halaman menarik sering muncul setelah mulai journaling, tetapi alat potong justru tidak tersedia. Mengandalkan sobekan tangan memang kadang memberi efek tertentu, namun tidak selalu cocok untuk semua kebutuhan journaling. Gunting kecil atau cutter membantu menghasilkan potongan yang lebih rapi.

Alat ini juga berguna saat ingin membentuk detail tertentu, seperti sudut melengkung atau potongan tipis. Tanpa alat yang tepat, hasilnya terlihat kurang maksimal dan memakan waktu lebih lama. Ukurannya tidak perlu besar, yang penting nyaman digenggam dan mudah dibawa.

4. Penyimpanan kecil untuk material journaling

ilustrasi penyimpanan untuk material journaling
ilustrasi penyimpanan untuk material journaling (pexels.com/ansiveg)

Stiker, potongan kertas, hingga washi tape sering tercecer karena tidak ada tempat khusus. Akhirnya, waktu habis hanya untuk mencari bahan yang sebenarnya sudah dimiliki. Kotak kecil atau pouch sederhana bisa membantu menyimpan semua perlengkapan dalam satu tempat.

Dengan penyimpanan yang rapi, proses journaling jadi lebih praktis. Tinggal buka satu wadah, semua sudah tersedia tanpa harus membongkar banyak barang. Ini juga membantu menjaga bahan tetap bersih dan tidak mudah rusak. Kamu juga bisa mencari buku untuk journaling yang menyediakan space khusus untuk menyimpan perintilan ini.

5. Lap atau tisu untuk membersihkan noda

ilustrasi tisu
ilustrasi tisu (unsplash.com/Kelly Sikkema)

Hal yang paling sering terlewat justru yang paling dibutuhkan saat terjadi kesalahan kecil saat journaling ialah lap atau tisu. Tinta yang terlalu basah, spidol yang meleber, atau lem yang berlebihan bisa langsung merusak tampilan halaman. Lap atau tisu membantu mengatasi hal tersebut dengan cepat sebelum mengering.

Selain itu, tangan yang bersih juga penting agar tidak meninggalkan bekas pada kertas. Apalagi jika menggunakan brush pen atau acrylic marker, noda mudah berpindah tanpa disadari. Dengan menyiapkan lap sejak awal, proses tetap nyaman tanpa harus panik saat terjadi kesalahan kecil.

Menyiapkan perlengkapan journaling tidak harus berlebihan, tetapi detail kecil seperti ini sering membuat pengalaman jadi jauh lebih menyenangkan. Tidak ada aturan yang baku sebetulnya saat kamu ingin mulai journaling, sebab semua bisa disesuaikan dengan gaya masing-masing, tapi tak ada salahnya berjaga-jaga. Dari sejumlah hal yang sering lupa dibeli sebelum memulai journaling, mana yang paling sering kamu lewatkan?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Debby Utomo
EditorDebby Utomo
Follow Us