Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
ilustrasi menanam sayuran (pexels.com/Helena Lopes)

Pernah terpikir untuk menanam kembali sisa sayuran setelah selesai memasak? Bagian pangkal daun bawang, bonggol selada, hingga potongan bawah seledri yang biasanya langsung masuk tempat sampah ternyata masih bisa dimanfaatkan. Dengan sedikit air, wadah sederhana, dan tempat yang mendapatkan cahaya cukup, beberapa sisa sayuran bisa menumbuhkan tunas baru.

Menanam sayuran dari sisa dapur atau dikenal dengan istilah regrowing vegetables bisa menjadi kegiatan sederhana untuk mengurangi sampah organik sekaligus mengenal cara bercocok tanam di rumah. Berikut lima sisa sayuran dapur yang bisa kamu tanam kembali!

1. Daun bawang, paling mudah tumbuh dari pangkalnya

ilustrasi daun bawang (pexels.com/Engin Akyurt)

Daun bawang termasuk salah satu sayuran yang paling mudah ditanam kembali dari sisa dapur. Setelah digunakan untuk memasak, jangan buru-buru membuang bagian pangkal putih yang masih memiliki akar. Sisakan sekitar 2–3 cm bagian bawah, kemudian masukkan ke dalam gelas berisi sedikit air dengan posisi akar berada di bawah. Dalam beberapa hari, tunas hijau baru biasanya mulai tumbuh dari bagian tengahnya.

Supaya pertumbuhannya lebih baik, letakkan gelas di dekat jendela yang mendapatkan cahaya matahari cukup. Ganti air setiap dua atau tiga hari agar tidak keruh dan berbau. Jika akar dan tunas sudah berkembang, pindahkan ke pot berisi tanah agar tanaman mendapatkan nutrisi yang lebih baik dan bisa tumbuh lebih kuat.

"Untuk daun bawang, cukup potong sepertiga bagian bawah sayuran yang berisi akar. Kemudian, letakkan di dalam gelas dan isi dengan air hingga separuh batang terendam. Tempatkan gelas tersebut di ambang jendela, ganti airnya setiap beberapa hari, dan kamu pun memiliki sumber daun bawang yang berkelanjutan," demikian panduan dari University of Florida melalui Institute of Food and Agricultural Sciences (UF/IFAS).

2. Selada, bonggolnya bisa menghasilkan daun baru

Ilustrasi selada (pexels.com/Street Arise)

Kalau sering membeli selada untuk salad atau lalapan, coba simpan bagian bonggolnya setelah daun-daunnya digunakan. Potong bagian bawah selada sekitar 2–5 cm dari pangkal, lalu letakkan dalam mangkuk dangkal berisi air. Pastikan bagian bawah bonggol terkena air, tetapi jangan sampai seluruh bagiannya terendam. Dalam beberapa hari, kamu mungkin mulai melihat tunas kecil bermunculan dari bagian tengah.

Tempatkan wadah di area yang mendapatkan cahaya alami, seperti dekat jendela dapur. Ganti air secara rutin agar pangkal selada tidak mudah membusuk. Ketika akar mulai terbentuk dan daun baru semakin banyak, pindahkan ke pot berisi media tanam yang subur. Pertumbuhan selada akan lebih baik jika mendapatkan nutrisi dari tanah dibandingkan hanya mengandalkan air.

3. Seledri, bonggolnya bisa menumbuhkan tunas baru

ilustrasi seledri (unsplash.com/Monika Borys)

Seledri juga bisa ditanam kembali menggunakan bagian pangkal yang biasanya dibuang setelah batangnya dipotong. Sisakan bonggol bawah sekitar 5 cm, kemudian letakkan dalam mangkuk berisi air dengan posisi bagian bawah menyentuh air. Dalam beberapa hari hingga beberapa minggu, tunas kecil berwarna hijau biasanya mulai muncul dari bagian tengah bonggol.

Selama proses pertumbuhan, letakkan wadah di tempat terang dan ganti air setiap beberapa hari. Jika tunas sudah berkembang dan akar mulai terlihat, pindahkan bonggol ke pot berisi tanah. Gunakan media tanam yang cukup lembap, tetapi tidak terlalu basah. Kamu bisa memanfaatkan daun-daun mudanya sebagai tambahan sup, bakso, atau aneka masakan rumahan.

4. Pakcoy, sayuran favorit yang bisa tumbuh kembali

ilustrasi pakcoy (freepik.com/freepik)

Pakcoy termasuk sayuran daun yang bisa dicoba untuk ditanam kembali dari sisa dapur. Setelah bagian daunnya digunakan untuk memasak, sisakan bonggol bawah sekitar 3–5 cm. Letakkan potongan tersebut dalam wadah dangkal berisi air dengan bagian akar atau bawah bonggol menyentuh air. Nantinya, tunas-tunas kecil akan muncul dari bagian tengahnya.

Selama proses pertumbuhan, pastikan air tidak terlalu tinggi hingga menenggelamkan seluruh bonggol. Letakkan di tempat terang dan ganti air secara berkala. Ketika akar mulai tumbuh, pindahkan ke pot dengan media tanam yang memiliki drainase baik. Pakcoy membutuhkan cukup air dan cahaya agar daun barunya bisa berkembang dengan sehat.

5. Wortel, bagian atasnya bisa menghasilkan daun baru

ilustrasi menanam wortel (pixabay.com/katerinavulcova)

Bagian atas wortel yang biasanya dipotong sebelum dimasak ternyata masih bisa dimanfaatkan untuk menumbuhkan daun baru. Caranya, sisakan sekitar 2–3 cm bagian atas wortel yang masih memiliki pangkal daun, kemudian letakkan dalam wadah dangkal berisi air.

Pastikan hanya bagian bawahnya yang terkena air agar potongan wortel tidak mudah membusuk. Dalam beberapa hari, tunas hijau bisa mulai tumbuh dari bagian atasnya. Setelah daun baru muncul, kamu bisa memindahkannya ke pot berisi tanah atau tetap mengamatinya di wadah air untuk sementara waktu.

Daun wortel yang tumbuh dapat dimanfaatkan sebagai bahan tambahan pesto, campuran salad, atau olahan makanan lainnya. Namun, jangan berharap potongan atas wortel tersebut menghasilkan umbi wortel baru seperti yang biasa dibeli di pasar.

"Kamu bisa memotong bagian atas wortel dan menumbuhkan kembali daunnya saja. Namun, begitu akar tunggang (wortel) dipisahkan, bagian tersebut tidak akan bisa tumbuh kembali menjadi wortel. Saat bagian atas wortel dipotong, titik tumbuh untuk akar tunggang ikut terbuang, sedangkan titik tumbuh untuk daun baru tetap ada," kata Heather Stoven, ahli hortikultura dari Oregon State University Extension Service.

"Titik tumbuh (meristem) yang membentuk daun tersebut memang bisa memunculkan akar-akar baru (akar serabut), tetapi tidak akan membentuk akar tunggang. Untuk mendapatkan wortel baru, kamu harus membiarkan bagian atas tersebut berbunga, menghasilkan biji, lalu menanam biji-biji tersebut," lanjutnya.

6. Kangkung, mudah tumbuhkan kembali dari batang yang masih segar

ilustrasi kangkung hasil panen (pexels.com/Laudia Tysara)

Kangkung termasuk sayuran yang cukup mudah ditanam kembali menggunakan sisa batangnya. Saat mengolah kangkung, jangan buru-buru membuang bagian batang bawah yang masih memiliki beberapa ruas atau calon akar. Sisakan sekitar 5–10 cm batang agar bisa dimanfaatkan sebagai bibit baru.

Letakkan potongan batang kangkung di dalam wadah berisi sedikit air dengan posisi bagian ruas terendam. Simpan di tempat yang mendapat cahaya matahari tidak langsung dan ganti air secara berkala. Dalam beberapa hari, akar dan tunas baru biasanya mulai tumbuh. Pastikan batang yang digunakan masih segar dan tidak busuk.

Setelah akarnya cukup berkembang, pindahkan kangkung ke pot atau wadah berisi tanah yang lembap dan memiliki drainase baik. Kangkung menyukai air, tetapi bukan berarti harus terus-menerus terendam hingga membusuk. Dengan perawatan dan penyiraman yang cukup, tunas baru akan tumbuh dan bisa dipanen ketika sudah cukup panjang.

Memanfaatkan sisa sayuran dapur untuk ditanam kembali bisa menjadi kebiasaan sederhana yang menyenangkan sekaligus membantu mengurangi sampah organik rumah tangga. Kamu hanya perlu menyiapkan wadah, air, media tanam, dan tempat yang mendapatkan cahaya cukup.

Curated For You

Editorial Team

Related Article