ilustrasi kangkung hasil panen (pexels.com/Laudia Tysara)
Kangkung termasuk sayuran yang cukup mudah ditanam kembali menggunakan sisa batangnya. Saat mengolah kangkung, jangan buru-buru membuang bagian batang bawah yang masih memiliki beberapa ruas atau calon akar. Sisakan sekitar 5–10 cm batang agar bisa dimanfaatkan sebagai bibit baru.
Letakkan potongan batang kangkung di dalam wadah berisi sedikit air dengan posisi bagian ruas terendam. Simpan di tempat yang mendapat cahaya matahari tidak langsung dan ganti air secara berkala. Dalam beberapa hari, akar dan tunas baru biasanya mulai tumbuh. Pastikan batang yang digunakan masih segar dan tidak busuk.
Setelah akarnya cukup berkembang, pindahkan kangkung ke pot atau wadah berisi tanah yang lembap dan memiliki drainase baik. Kangkung menyukai air, tetapi bukan berarti harus terus-menerus terendam hingga membusuk. Dengan perawatan dan penyiraman yang cukup, tunas baru akan tumbuh dan bisa dipanen ketika sudah cukup panjang.
Memanfaatkan sisa sayuran dapur untuk ditanam kembali bisa menjadi kebiasaan sederhana yang menyenangkan sekaligus membantu mengurangi sampah organik rumah tangga. Kamu hanya perlu menyiapkan wadah, air, media tanam, dan tempat yang mendapatkan cahaya cukup.