Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Area Depan Rumah Sempit? Ini Cara Menata Sepatu agar Tidak Berantakan

4 min read
Area Depan Rumah Sempit? Ini Cara Menata Sepatu agar Tidak Berantakan
Ilustrasi menata barang depan rumah (generated image by ChatGPT/Robertus Ari)

Area depan rumah sering menjadi tempat pertama yang dipenuhi barang begitu kita pulang beraktivitas. Sepatu langsung dilepas begitu saja, tas diletakkan di kursi, hingga kunci kendaraan dan paket belanja yang belum sempat dibereskan bisa membuat sudut rumah terlihat berantakan. Apalagi jika rumah memiliki area masuk yang sempit, setiap barang yang menumpuk rasanya langsung membuat ruangan semakin sesak.

Padahal, area depan rumah tidak harus luas untuk bisa terlihat rapi dan nyaman. Simak beberapa cara sederhana menata sepatu, tas, dan barang harian agar area depan rumah tetap rapi tanpa perlu renovasi besar!

  1. 1. Pilah barang yang benar-benar dibutuhkan di area depan rumah

    ilustrasi memilah barang (pexels.com/RDNE Stock project)
    ilustrasi memilah barang (pexels.com/RDNE Stock project)

    Langkah pertama sebelum menata area depan rumah adalah memilah barang-barang yang selama ini menumpuk. Coba perhatikan sepatu, sandal, tas, jaket, hingga aksesori yang biasanya diletakkan dekat pintu. Apakah semuanya benar-benar digunakan setiap hari, atau justru ada barang yang sudah lama tidak disentuh?

    Mulailah dengan memindahkan sepatu yang jarang digunakan, tas cadangan ke dalam lemari, dan perlengkapan musiman ke tempat penyimpanan lain. Sisakan beberapa pasang sepatu favorit, tas yang sering dibawa, serta barang-barang penting seperti kunci kendaraan. Dengan begitu, area depan rumah memiliki ruang yang lebih lega.

  2. 2. Manfaatkan dinding untuk menyimpan tas dan barang harian

    ilustrasi gantungan dinding (pexels.com/Bùi Hoàng Long)
    ilustrasi gantungan dinding (pexels.com/Bùi Hoàng Long)

    Kalau lantai depan rumah sudah penuh, jangan buru-buru menambahkan lemari atau rak berukuran besar. Coba manfaatkan area dinding yang masih kosong untuk menyimpan barang. Cara ini cukup efektif untuk rumah dengan lorong masuk sempit, karena barang tidak lagi menumpuk di lantai dan jalur keluar-masuk tetap terasa lega.

    Kamu bisa memasang gantungan dinding untuk tas kerja, tas sekolah, jaket, payung, atau topi. Pilih model gantungan yang memiliki beberapa kait agar setiap anggota keluarga mempunyai tempat masing-masing. Jika tidak ingin mengebor dinding, alternatifnya adalah menggunakan standing rack atau gantungan pintu yang bisa dipindahkan dengan mudah.

  3. 3. Pilih rak sepatu minimalis yang tidak memakan banyak ruang

    ilustrasi rak sepatu terbuka (freepik.com/freepik)
    ilustrasi rak sepatu terbuka (freepik.com/freepik)

    Sepatu menjadi salah satu penyebab utama area depan rumah terlihat penuh. Apalagi jika setiap anggota keluarga memiliki beberapa pasang sepatu yang digunakan secara bergantian. Untuk mengatasinya, pilih rak sepatu yang sesuai dengan ukuran area masuk, bukan sekadar mengikuti model yang sedang populer.

    Rak sepatu bertingkat dengan desain vertikal bisa menjadi pilihan untuk memanfaatkan ruang ke atas. Sementara itu, rak sepatu tertutup cocok untuk kamu yang ingin tampilan lebih minimalis karena sepatu tidak langsung terlihat dari luar. Jika area depan rumah masih memungkinkan, bangku kecil dengan penyimpanan di bawahnya juga bisa menjadi solusi multifungsi.

  4. 4. Sediakan keranjang atau nampan khusus untuk barang kecil

    Ilustrasi kotak atau nampan untuk aksesoris (pexels.com/MART PRODUCTION)
    Ilustrasi kotak atau nampan untuk aksesoris (pexels.com/MART PRODUCTION)

    Kunci kendaraan, dompet, kacamata, kartu akses, hingga struk belanja sering kali menjadi barang kecil yang mudah tercecer. Karena ukurannya kecil, barang-barang tersebut kerap diletakkan sembarangan di meja, rak sepatu, atau bahkan di atas lemari. Akibatnya, area depan rumah terlihat semakin ramai meskipun sebenarnya tidak banyak barang yang menumpuk.

    Solusinya, sediakan satu nampan kecil atau keranjang khusus untuk barang-barang yang sering dibawa keluar rumah. Kamu bisa meletakkannya di atas rak sepatu, meja konsol kecil, atau sudut dekat pintu. Jika ruang benar-benar terbatas, gunakan rak dinding mini yang memiliki tempat untuk meletakkan barang kecil.

  5. 5. Buat kebiasaan mengembalikan barang agar tidak menumpuk dan bercecer

    Ilustrasi menata barang depan rumah (generated image by ChatGPT/Robertus Ari)
    Ilustrasi menata barang depan rumah (generated image by ChatGPT/Robertus Ari)

    Area depan rumah yang sudah rapi bisa kembali berantakan jika tidak ada kebiasaan untuk mengembalikan barang ke tempatnya. Karena itu, penting untuk membuat aturan sederhana yang mudah dilakukan seluruh anggota keluarga. Misalnya, sepatu langsung masuk rak setelah dilepas, tas digantung, dan kunci kendaraan diletakkan di nampan khusus.

    “Salah satu caranya adalah dengan membiasakan diri untuk langsung merapikan barang-barang begitu kamu melangkah masuk ke dalam rumah. Kami menyarankan klien kami untuk menyimpan semua barang ke tempatnya,” kata Amanda Titchenal, pendiri perusahaan organizing Well Organized yang menjelaskan pentingnya membangun kebiasaan saat masuk rumah dikutip dalam Sunset Magazine.

    Kamu juga bisa membuat rutinitas merapikan area depan rumah selama lima menit setiap malam. Periksa apakah ada sepatu yang tertinggal di lantai, tas yang belum digantung, atau barang yang sebenarnya harus disimpan di ruangan lain. Kebiasaan kecil ini lebih mudah dilakukan daripada harus membereskan seluruh area ketika barang sudah menumpuk terlalu banyak.

    Area depan rumah yang sempit bukan berarti harus selalu terlihat berantakan. Tidak perlu langsung membeli banyak perabot atau melakukan renovasi besar. Mulailah dari perubahan sederhana yang sesuai dengan kebutuhan dan kebiasaan keluarga.

Related Articles

See More