“Perawatan rumah secara rutin membantu mencegah masalah kecil berkembang menjadi kerusakan besar, menjaga kenyamanan, serta memperpanjang umur bangunan," tutur Essential Home Maintenance Tips for Longevity, Fine Homes and Living.
Kebiasaan di Rumah yang Bisa Memperpendek Umur Bangunan, Apa Saja?

- Perawatan rutin adalah kunci agar rumah tetap kokoh dan berumur panjang
- Kesalahan tata letak furnitur dapat merusak kondisi bangunan dan meningkatkan kelembapan di dalam ruangan
- Kebocoran air merupakan penyebab utama kerusakan bangunan yang sering diremehkan
Rumah adalah tempat pulang sekaligus aset berharga yang seharusnya dijaga dari waktu ke waktu. Sayangnya, tanpa disadari ada kebiasaan sehari-hari di rumah yang justru membuat bangunan cepat rusak dan terlihat menua sebelum waktunya.
Masalah kecil sering dianggap sepele karena dampaknya tidak langsung terasa. Padahal jika dibiarkan terus-menerus, kebiasaan ini bisa mengurangi kenyamanan, keindahan, bahkan kekuatan rumah dalam jangka panjang. Supaya rumah tetap awet dan nyaman dihuni, yuk simak kebiasaan apa saja yang perlu dihindari!
1. Mengabaikan perawatan rutin

Perawatan rutin adalah kunci utama agar rumah tetap kokoh dan berumur panjang. Sama seperti kendaraan yang perlu servis berkala, rumah juga membutuhkan pengecekan rutin mulai dari atap, saluran air, ventilasi, hingga instalasi listrik. Ketika hal-hal ini diabaikan, masalah kecil seperti retakan halus, pipa rembes, atau genteng bergeser bisa berkembang menjadi kerusakan besar yang berdampak langsung pada struktur bangunan.
Sering kali pemilik rumah baru menyadari masalah saat kondisinya sudah parah dan membutuhkan biaya perbaikan yang tidak sedikit. Padahal, perawatan sederhana dan konsisten bisa mencegah kerusakan berantai yang memperpendek usia bangunan secara signifikan.
2. Kesalahan tata letak furnitur

Menata furnitur memang terlihat sebagai urusan estetika, tetapi ternyata juga berdampak pada kondisi bangunan. Furnitur yang terlalu berat dan diletakkan tanpa mempertimbangkan distribusi beban dapat memberi tekanan berlebih pada lantai. Selain itu, menutup ventilasi atau jendela dengan lemari besar dapat menghambat sirkulasi udara dan meningkatkan kelembapan di dalam ruangan.
Kelembapan yang terperangkap dalam waktu lama bisa memicu jamur, merusak dinding, dan membuat cat atau lapisan finishing cepat mengelupas. Furnitur yang menempel terlalu rapat ke dinding luar juga berisiko membuat dinding lembap tanpa disadari hingga akhirnya memengaruhi kualitas struktur di baliknya.
3. Menyepelekan kebocoran

Kebocoran air merupakan salah satu penyebab utama kerusakan bangunan yang sering diremehkan. Rembesan kecil dari atap, pipa, atau talang air yang tersumbat mungkin terlihat sepele di awal, tetapi air yang terus meresap dapat merusak plafon, lantai, rangka kayu, bahkan fondasi rumah.
Jika dibiarkan, kebocoran tidak hanya menurunkan kenyamanan hunian, tetapi juga mempercepat pelapukan material bangunan. Jamur dan kerusakan struktural sering kali baru terlihat ketika kondisinya sudah cukup parah dan sulit diperbaiki secara sederhana.
Menurut pakar dari PuroClean Disaster Restoration, kebocoran air yang tidak segera diperbaiki dapat menyebabkan berbagai kerusakan struktur serius termasuk kerusakan dinding, lantai, dan fondasi rumah karena paparan kelembapan berkepanjangan.
Rumah yang awet ditentukan oleh kebiasaan merawatnya setiap hari. Hal kecil yang diabaikan akhirnya pun bisa berdampak besar. Dengan perawatan sederhana dan perhatian rutin, rumah akan tetap nyaman dan tahan lama.



















