Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Psikologi Interior: Kenapa Hotel Selalu Terasa Nyaman?
Ilustrasi bersantai di hotel (pexels.com/Vlada Karpovich)
  • Hotel menciptakan kenyamanan lewat psikologi interior, dengan pemilihan warna lembut dan konsisten yang menenangkan pikiran serta membantu tamu merasa rileks sejak pertama masuk.
  • Pencahayaan hangat dan seimbang digunakan agar suasana terasa nyaman, mendukung aktivitas maupun istirahat tanpa membuat mata lelah atau ruangan tampak suram.
  • Aroma khas, kerapian ruang, tekstur lembut, dan pengendalian suara menjadi kombinasi penting yang membuat pengalaman menginap terasa tenang, bersih, dan menenangkan secara emosional.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Pernah tidak kamu merasa begitu masuk ke hotel, suasananya langsung terasa nyaman, tenang, dan bikin betah? Padahal, belum tentu fasilitasnya jauh lebih mewah dari rumah sendiri. Ada sesuatu yang ‘berbeda’ dari cara hotel mengatur ruang, pencahayaan, hingga detail kecil yang sering tidak kita sadari.

Ternyata, kenyamanan itu bukan kebetulan. Ada konsep yang disebut psikologi interior, yaitu cara desain ruangan memengaruhi perasaan dan pikiran seseorang.

1. Warna begitu terasa, hati pun nyaman

ilustrasi kamar hotel (pexels.com/Pixabay)

Pemilihan warna di hotel biasanya tidak dilakukan secara asal. Banyak hotel menggunakan warna-warna netral seperti putih, krem, abu-abu, atau warna hangat yang lembut. Tujuannya adalah menciptakan suasana yang tenang dan tidak terlalu ramai secara visual sehingga pikiran kamu bisa lebih rileks.

Warna juga berpengaruh langsung pada emosi. Warna lembut cenderung memberikan efek menenangkan, sementara warna yang terlalu terang atau kontras bisa membuat otak lebih cepat lelah. Itulah kenapa hotel jarang menggunakan warna mencolok secara berlebihan di dalam kamar.

Selain itu, warna yang konsisten dari satu elemen ke elemen lain membuat ruangan terasa lebih rapi dan teratur. Ketika matamu tidak 'terganggu' oleh banyak variasi warna, secara tidak sadar, kamu akan merasa lebih nyaman berada di dalamnya.

"Skema warna dalam ruang interior bisa memengaruhi kesehatan mental dan perilaku. Ini terkait dengan bidang penelitian yang dikenal sebagai psikologi warna, yang meneliti bagaimana warna-warna tertentu bisa memengaruhi proses berpikir dan emosi," tulis BetterHelp Editorial Team dalam laman BetterHelp yang telah di-review oleh konselor kesehatan mental Majesty Purvis, LCMHC dan Nikki Ciletti, M.Ed, LPC.

2. Lighting yang lembut, suasana ikut hangat

ilustrasi kamar hotel (unsplash.com/Point3D Commercial Imaging Ltd.)

Pencahayaan di hotel dirancang agar tidak terlalu terang dan tidak terlalu redup. Biasanya, mereka menggunakan kombinasi lampu utama dan lampu tambahan seperti lampu tidur atau lampu sudut. Ini menciptakan suasana yang lebih hangat dan fleksibel sesuai kebutuhan.

Cahaya yang terlalu terang bisa membuat mata cepat lelah, sementara cahaya yang terlalu redup bisa membuat ruangan terasa suram. Hotel pintar mengatur keseimbangan ini agar kamu tetap merasa nyaman, baik saat beraktivitas maupun saat beristirahat.

"Dalam hal pencahayaan ruangan, fleksibilitas adalah kuncinya. Pencahayaan ruangan harus cukup nyaman untuk membantu penghuni bersantai dan melepas penat, tetapi juga harus cukup terang untuk bekerja," jelas Michael Moskvin, Direktur Liquidleds Lighting yang berpengalaman 15 lebih di industri pencahayaan LED dikutip dari Liquid LEDS.

Selain itu, warna cahaya juga diperhatikan. Banyak hotel menggunakan lampu dengan warna hangat (warm light) karena lebih menenangkan dibandingkan cahaya putih terang. Ini membantu tubuhmu lebih cepat merasa rileks.

3. Aroma harum, pikiran lebih kalem

ilustrasi aromaterapi (freepik.com/pvproductions)

Aroma menjadi salah satu faktor yang sering tidak disadari, tapi sangat berpengaruh. Banyak hotel menggunakan wewangian khusus di lobi atau kamar untuk menciptakan kesan pertama yang menyenangkan. Aroma ini bisa membuatmu merasa lebih santai sejak pertama masuk.

"Menambahkan aroma yang menyenangkan di rumah atau di ruang perhotelan, bisa membantu mereka merasa lebih rileks dan nyaman," jelas ahli aromaterapi Yasmin Sharp dikutip dari Nikura.

Beberapa aroma seperti lavender, vanilla, atau citrus dikenal bisa membantu menenangkan pikiran. Ketika kamu mencium aroma yang enak, tubuh akan merespons dengan lebih rileks. Ini membuat pengalaman menginap jadi lebih menyenangkan.

Aroma juga bisa membentuk memori. Tidak jarang, kamu mengingat sebuah hotel hanya dari baunya. Inilah alasan kenapa hotel sangat memperhatikan detail kecil seperti ini untuk menciptakan kenyamanan yang berkesan.

"Ingatlah untuk menanyakan kepada tamumu tentang alergi yang mungkin mereka miliki. Baik kamu menggunakan aroma untuk kamar tamu di rumah atau ruang perhotelan, ini akan membantu membuat masa inap mereka lebih nyaman," saran Yasmin.

4. Rapi tersusun, pikiran pun tenang

ilustrasi kamar hotel (unsplash.com/Sasha Kaunas)

Salah satu hal yang membuat hotel terasa nyaman adalah kerapian yang konsisten. Semua barang tertata dengan rapi, tidak ada yang berlebihan, dan setiap elemen punya tempatnya masing-masing. Ini membuat ruangan terasa lebih lega dan tidak sumpek.

Ketika kamu berada di ruangan yang rapi, otak tidak perlu bekerja ekstra untuk memproses banyak hal. Ini membantu mengurangi rasa stres dan membuatmu lebih mudah merasa santai. Sebaliknya, ruangan yang berantakan bisa membuat pikiran terasa penuh.

Hotel juga cenderung menghindari dekorasi yang terlalu ramai. Mereka memilih elemen yang sederhana, tapi fungsional. Hasilnya, ruangan terasa bersih, nyaman, dan enak dipandang dalam waktu lama.

5. Tekstur lembut, rasa nyaman menyentuh

Ilustrasi tidur yang cukup untuk kesehatan otak (pexels.com/Niels from Slaapwijsheid.nl)

Hotel sangat memperhatikan tekstur dari setiap elemen di dalam kamar. Mulai dari sprei, bantal, handuk, hingga sofa, semuanya dipilih yang terasa lembut dan nyaman saat disentuh. Ini memberikan pengalaman fisik yang menyenangkan.

"Setelah keamanan, kebersihan selalu menjadi prioritas utama hotel. Seprai putih yang bersih mengingatkan tamu betapa bersihnya hotel tersebut," kata Delane McCoy, seorang manajer untuk Coury Hospitality yang juga mengawasi Colcord Hotel di Oklahoma City dikutip dari Travel and Leisure.

Sentuhan lembut bisa memberikan efek menenangkan pada tubuh. Saat kamu berbaring di kasur dengan bahan yang nyaman, tubuh akan lebih cepat rileks. Hal ini membantu meningkatkan kualitas istirahat kamu selama menginap.

"Tempat tidur hotel adalah titik fokus setiap kamar tamu dan semua perhatian tertuju ke sana. Tempat tidur dengan linen putih yang segar, bersih, dan rapi memberikan ketenangan pikiran kepada tamu bahwa seluruh ruangan bersih dan higienis," tambahnya.

6. Suara lebih tenang, istirahat makin nyenyak

Ilustrasi tidur (freepik.com/freepik)

Kenyamanan hotel juga dipengaruhi oleh pengaturan suara. Banyak hotel didesain untuk meminimalkan kebisingan dari luar, seperti suara kendaraan atau aktivitas lain. Ini membantu menciptakan suasana yang lebih tenang.

Lingkungan yang minim gangguan suara, membuatmu lebih mudah fokus atau beristirahat. Bahkan, beberapa hotel menggunakan suara latar yang lembut di area tertentu untuk menambah rasa nyaman.

Ketika suasana terasa tenang, tubuh dan pikiranmu bisa benar-benar beristirahat. Inilah yang membuat tidur di hotel sering terasa lebih nyenyak dibandingkan di tempat lain.

 

Kenyamanan hotel bukan hanya soal kemewahan, tetapi tentang bagaimana ruang dirancang untuk membuat penghuninya merasa rileks dan aman. Dari pemilihan warna, pencahayaan, hingga tata letak, semuanya dibuat dengan pertimbangan psikologis yang matang.

Editorial Team