Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Seberapa Sering Tanaman Hias Perlu Dipangkas? Ini Jawabannya!
ilustrasi memotong daun tanaman (pexels.com/Sasha Kim)
  • Pemangkasan tanaman hias merangsang pertumbuhan baru dan menjaga bentuk tetap rimbun, tetapi cukup dilakukan saat terlalu lebat atau batang tumbuh tidak beraturan.
  • Daun menguning, kecokelatan, rusak, atau mati perlu segera dipotong dengan gunting bersih dan tajam; jangan menariknya paksa agar batang serta jaringan tidak rusak.
  • Frekuensi pemangkasan bergantung jenis dan kondisi tanaman; lakukan saat pertumbuhan aktif, bertahap maksimal sekitar sepertiga bagian, serta hindari ketika tanaman stres.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Perawatan tanaman hias yang biasa dilakukan adalah menyiram dan memberikan pupuk untuk penambahan nutrisi. Tapi, tahukah kamu bahwa pemangkasan termasuk salah satu perawatan tanaman yang juga harus dilakukan? Mungkin pemangkasan ini terdengar tidak perlu, nyatanya manfaatnya sangat beragam bagi tanaman hias.

Lalu muncul pertanyaan lainnya, kapan sebaiknya tanaman dipangkas? Waktu pemangkasannya tentu berbeda-beda setiap tanaman dan tidak boleh dilakukan terlalu sering. Pemangkasan yang dilakukan berlebihan justru berbahaya bagi tanaman. Supaya tidak salah, yuk cari tahu bersama bagaimana dan kapan pemangkasan yang baik untuk tanaman hias dengan membaca artikel di bawah ini, simak dengan baik ya!

1. Pemangkasan membantu merangsang pertumbuhan baru

ilustrasi memotong tanaman (pexels.com/Felicity Tai)

Memangkas tanaman hias bukan sekedar untuk menjaga penampilannya saja, tapi juga membantu merangsang pertumbuhan baru. Saat bagian tanaman yang sudah tua atau kurang produktif dipotong, energi tanaman dapat dialihkan untuk mendukung pertumbuhan yang lebih sehat. Hasilnya, tanaman akan terlihat lebih rimbun dan seimbang.

Meski demikian, bukan berarti kamu harus memangkas tanaman terlalu sering. Cukup lakukan saat tanaman mulai terlihat terlalu lebat atau terdapat batang yang tumbuh tidak beraturan. Dengan cara ini, tanaman tetap memiliki waktu yang cukup untuk beradaptasi dan tumbuh kembali.

2. Daun yang rusak atau menguning harus segera dipangkas

memotong bagian tanaman yang sakit (pexels.com/cottonbro studio)

Bagian daun tanaman yang sudah tidak sehat biasanya ditandai dengan perubahan warnanya menjadi kuning atau kecokelatan. Jika kamu nampak bagian yang seperti itu, kamu bisa langsung memangkasnya agar tidak memengaruhi kesehatan bagian tanaman lainnya. Jika dibiarkan menempel terlalu lama, bagian tersebut dapat mengganggu penampilan tanaman sekaligus berpotensi menjadi tempat berkembangnya penyakit.

Potong bagian tersebut menggunakan gunting yang bersih dan tajam agar luka potongan lebih cepat sembuh. Hindari menarik daun secara paksa karena dapat merusak batang atau jaringan tanaman. Pemangkasan ringan seperti ini bisa dilakukan kapan saja jika diperlukan.

3. Frekuensi pemangkasan tergantung jenis tanaman

ilustrasi memangkas tanaman (freepik.com/freepik)

Tidak semua tanaman hias membutuhkan jadwal pemangkasan yang sama. Jenis tanaman yang memiliki pertumbuhan cepat, seperti sirih gading atau philodendron, biasanya memerlukan pemangkasan lebih sering dibandingkan tanaman yang tumbuh lambat. Hal ini bertujuan untuk menjaga bentuk tanaman tetap rapi dan tidak terlalu memanjang.

Sebaliknya, tanaman seperti lidah meetua atau ZZ plant hanya perlu dipangkas ketika terdapat daun yang rusak atau mati. Oleh karena itu, penting untuk memahami karakter masing-masing tanaman sebelum melakukan pemangkasan. Jika kamu mengetahui kebutuhan tanamanmu, pemangkasan berlebih bisa dicegah dan tidak membahayakan tanaman.

4. Jangan memangkas terlalu banyak sekaligus

ilustrasi memotong bagian kering tanaman (pexels.com/Anna Tarazevich)

Saat melakukan pemangkasan rutin, jangan pangkas tanaman dengan junlah terlalu banyak sekaligus. Kondisi ini dapat membuat tanaman mengalami stres karena kehilangan terlalu banyak daun yang berfungsi untuk fotosintesis. Jika diteruskan, pertumbuhan tanaman justru melambat.

Lebih baik pangkas beberapa bagian saja secara bertahap, terutama jika tanaman sudah sangat rimbun. Hindari memotong lebih dari sekitar sepertiga bagian tanaman dalam sekali pemangkasan. Cara pemangkasan yang benar akan memberikan keaemapatan bagi tanaman untuk pulih dan tetap tumbuh dengan baik.

5. Pilih waktu pemangkasan yang tepat

ilustrasi memangkas tanaman di kebun (freepik.com/freepik)

Waktu pemangkasan tanaman juga tidak boleh sembarangan, loh! Pemangkasan sebaiknya dilakukan ketika tanaman sedang berada pada fase pertumbuhan aktif. Ini termasuk waktu yang tepat karena tanaman bisa lebih cepat menghasilkan tunas baru dan mampu memulihkan luka bekas potongan dengan lebih baik.

Waktu yang harus kamu hindari adalah saat tanaman sedang mengalami stres akibat kekeringan, serangan hama, atau baru selesai dipindahkan ke pot baru. Sebelum memangkas, tanaman perlu waktu terlebih dahulu untuk beradaptasi. Oleh karena itu, kamu tidak boleh memilih waktu dengan sembarangan agar tidak berdampak buruk bagi tanaman. Pemangkasan yang dilakukan secara tepat akan membantu tanamanmu untuk tumbuh lebih sehat dan indah. Pastikan teknik dan alat yang kamu gunakan selalu bersih dan tajam untuk mengurangi risiko infeksi pada tanaman ya!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article